JawaPos.com - Mencari transportasi darat dari Pontianak ke Sintang masih relatif mudah meski jarak kedua kota mencapai hampir 400 kilometer. Saat ini setidaknya masih ada tiga operator bus antar kota yang melayani rute tersebut secara rutin melalui jalur Trans Kalimantan.
Perjalanan dari Pontianak menuju Sintang menjadi salah satu perjalanan darat terpanjang dan paling penting di Kalimantan Barat. Selain menghubungkan ibu kota provinsi dengan wilayah timur Kalbar, rute ini juga menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, pekerja, hingga pelaku usaha yang bergerak di sepanjang koridor Sungai Kapuas.
Lalu bus apa saja yang masih melayani rute Pontianak-Sintang? Berikut daftarnya.
1. DAMRI, Pilihan dengan Jadwal Keberangkatan Paling Banyak
DAMRI menjadi operator yang menawarkan jadwal keberangkatan paling rutin dan mudah ditemukan. Bus milik perusahaan pelat merah ini melayani beberapa kali perjalanan setiap hari dari Pontianak menuju Sintang.
Jadwal keberangkatan tersedia pada pukul 08.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, dan 19.00 WIB.
Penumpang dapat memilih layanan Eksekutif maupun Royal Class dengan harga tiket mulai dari sekitar Rp 190 ribu hingga Rp 255 ribu, tergantung kelas yang dipilih.
Frekuensi keberangkatan yang lebih banyak membuat DAMRI menjadi salah satu opsi favorit bagi penumpang yang membutuhkan fleksibilitas waktu perjalanan.
2. PO ATS (Adau Kapuas), Operator Lama yang Masih Melayani Rute Pontianak-Sintang
Pilihan berikutnya adalah PO ATS atau PT Adau Kapuas, salah satu operator bus antarkota dalam provinsi (AKDP) yang cukup dikenal di Kalimantan Barat.
Meski informasi jadwal dan armadanya tidak sebanyak operator lain di platform pemesanan tiket online, ATS diketahui masih melayani perjalanan dari Pontianak menuju Sintang secara reguler.
Operator ini menawarkan layanan kelas Eksekutif dengan harga tiket yang umumnya berada di kisaran Rp 200 ribuan.
Selain Sintang, ATS juga melayani sejumlah rute penting lainnya di Kalimantan Barat seperti Pontianak, Sanggau, dan Sekadau.
3. Kapuas Raya Ekspres, Armada Eksekutif untuk Perjalanan Lintas Kalbar
Nama lain yang masih melayani rute Pontianak-Sintang adalah Kapuas Raya Ekspres.
Informasi mengenai jadwal dan armadanya memang tidak banyak tersedia di platform pemesanan tiket daring. Namun operator ini masih tercatat melayani perjalanan reguler di jalur tersebut dengan layanan kelas Eksekutif.
Harga tiket yang ditawarkan juga tidak jauh berbeda dengan operator lain di rute yang sama.
Kapuas Raya Ekspres berada di bawah naungan PT Borneo Trans Mandiri dan dikenal sebagai salah satu perusahaan transportasi darat serta ekspedisi yang cukup besar di Kalimantan Barat.
Selain Sintang, perusahaan ini juga melayani sejumlah rute menuju wilayah pedalaman seperti Putussibau.
Seberapa Jauh Perjalanan Pontianak-Sintang?
Perjalanan darat dari Pontianak menuju Sintang menempuh jarak sekitar 350 hingga 400 kilometer melalui jalur Trans Kalimantan.
Dalam kondisi lalu lintas normal, waktu tempuh berkisar antara 7 hingga 9 jam, tergantung cuaca, kondisi jalan, dan kepadatan kendaraan.
Rute perjalanan akan melintasi empat wilayah administratif, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, dan berakhir di Kabupaten Sintang.
Apa Saja yang Dilewati Selama Perjalanan?
Salah satu daya tarik perjalanan darat Pontianak-Sintang adalah panorama khas Kalimantan yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan.
Penumpang akan melewati sejumlah titik penting seperti jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan kawasan pesisir dan pedalaman Kalimantan Barat dan Pasar Sosok di Kabupaten Sanggau yang menjadi simpul pergerakan menuju berbagai kota serta kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Lalu ada Jembatan Semuntai yang menandai perbatasan wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau dan Simpang Melawi atau Simpang Nanga Pinoh yang menjadi penanda bahwa perjalanan sudah mendekati Kota Sintang.
Di sepanjang jalur, pemandangan didominasi hamparan perkebunan kelapa sawit, kawasan hutan tropis, hingga sejumlah aliran sungai yang menjadi bagian dari Daerah Aliran Sungai Kapuas.
Meski sebagian besar ruas jalan nasional di koridor ini sudah beraspal dan dalam kondisi cukup baik, penumpang tetap dapat menjumpai beberapa titik jalan yang bergelombang.
Lalu lintas juga didominasi kendaraan pribadi, truk logistik, dan bus antarkota yang melayani mobilitas masyarakat Kalimantan Barat.