JawaPos.com - Bandara Internasional Kansai di Osaka, Jepang berencana memperluas jaringan penerbangan internasional. Operator bandara tersebut tengah berdiskusi dengan sejumlah maskapai untuk membuka kembali rute penerbangan yang menghubungkan Kansai dengan Indonesia dan India.
Dilansir dari Kyodo, Senin (28/9), CEO Kansai Airports Yasuaki Mikami mengatakan pihaknya ingin menangkap potensi permintaan secara maksimal dan meningkatkan jumlah rute internasional baru dari Bandara Internasional Kansai.
“Kami ingin benar-benar menangkap permintaan dan meningkatkan jumlah rute baru” untuk penerbangan internasional di Bandara Internasional Kansai, kata Mikami dalam wawancara dengan Kyodo News.
Rute penerbangan dari Kansai ke India dan Indonesia secara bertahap dihentikan sejak 2019.
Mikami yang mulai menjabat pada Juni mengatakan terdapat permintaan kuat dari perusahaan-perusahaan di wilayah Kansai, terutama Prefektur Osaka, yang ingin menggunakan bandara tersebut untuk perjalanan bisnis ke negara-negara Asia.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut tidak ingin harus menggunakan Bandara Haneda di Tokyo yang juga menjadi salah satu pusat penerbangan domestik dan internasional Jepang.
“Terbang dari Bandara Kansai lebih singkat baik dari sisi waktu maupun jarak dibandingkan terbang melalui Haneda,” ujar Mikami.
Namun, dia tidak menyebutkan kapan penerbangan ke Indonesia dan India akan kembali beroperasi.
Kansai Airports juga mengoperasikan Bandara Osaka Itami dan Bandara Kobe di wilayah Kansai.
Incar Rute Amerika Serikat
Dalam wawancara tersebut, Mikami juga menyatakan minat untuk menarik penerbangan dari wilayah Midwest dan Pantai Timur Amerika Serikat.
Sementara itu, jumlah pelancong dari Tiongkok mengalami penurunan seiring memburuknya hubungan Jepang dan Tiongkok. Meski demikian, Mikami mengatakan penting bagi operator untuk menjaga “keseimbangan” dalam distribusi penerbangan dari berbagai negara.
Untuk menghadapi peningkatan pengiriman barang terkait perdagangan elektronik, operator juga berencana meningkatkan investasi modal di area kargo Bandara Kansai.
“Meninjau arus lalu lintas dan meningkatkan kapasitas untuk membangun sistem logistik yang stabil,” menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan operator, kata Mikami.
Persiapan pembangunan fasilitas pemeriksaan kargo baru juga tengah dilakukan.
Bandara Internasional Kansai pada Juni menyelesaikan renovasi besar-besaran Terminal 1.
Perluasan area keberangkatan internasional dan peningkatan fasilitas toko bebas bea membuat penumpang menghabiskan lebih banyak waktu di bandara. Nilai rata-rata pembelian barang bebas bea per bulan pun meningkat sekitar 10 persen.
Bandara Kobe Bidik Penerbangan Internasional
Di Bandara Kobe yang berada dekat Osaka, operator menargetkan penerbangan internasional berjadwal mulai beroperasi pada 2030.
Mikami berharap Bandara Kobe nantinya memiliki rute menuju Korea Selatan dan Taiwan. Bandara tersebut sebelumnya memiliki pengalaman melayani penerbangan charter ke kedua tujuan tersebut.
Selain Korea Selatan dan Taiwan, operator juga membidik sejumlah destinasi lain di Asia.