← Beranda
Jelajah Pesona Pulau Bintan dari Alam hingga Sejarah
Dinarsa KurniawanSabtu, 19 September 2026 | 04.41 WIB
Pesona Pulau Bintan berpadu dengan pengalaman wisata alam dan petualangan yang ditawarkan melalui program Discover Bintan Island. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Pulau Bintan, Kepulauan Riau, menawarkan pengalaman wisata yang memadukan panorama tropis, aktivitas luar ruang, hingga jejak panjang sejarah Melayu.

Aksesnya yang relatif mudah dari Singapura dan Johor Bahru juga membuat Bintan menjadi salah satu destinasi pulau yang banyak dikunjungi wisatawan di kawasan Asia Tenggara.

“Bintan punya banyak sisi yang bisa dieksplorasi wisatawan, mulai dari alam, aktivitas luar ruang, hingga sejarah dan budaya Melayu,” kata Dina Zikrah, Marketing and Communication Executive Natra Bintan, a Tribute Portfolio Resort.

Menurut Dina, kekayaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dihadirkan melalui program Discover Bintan Island. Program ini mengajak tamu keluar dari area resor untuk mengenal sejumlah destinasi dan aktivitas yang menjadi daya tarik Pulau Bintan.

“Wisatawan bisa menikmati pengalaman yang sudah kami kurasi selama berada di Bintan,” ujarnya.

Bintan sendiri memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari dunia maritim Melayu. Selama berabad-abad, pulau ini berada di jalur perdagangan yang menghubungkan Kepulauan Riau dengan Semenanjung Melayu dan wilayah sekitarnya.

Sejarah Bintan juga berkaitan dengan perjalanan Kesultanan Melayu. Setelah Melaka jatuh pada 1511, Sultan Mahmud Shah mencari perlindungan di Bintan. Pulau tersebut kemudian menjadi salah satu pusat penting dalam perkembangan sejarah yang berkaitan dengan Kesultanan Johor.

Warisan Kesultanan Melayu Johor-Riau selanjutnya membentuk hubungan antarkomunitas di wilayah yang kini menjadi Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Jejaknya masih dapat ditemukan melalui budaya Melayu, tradisi maritim, hingga berbagai peninggalan sejarah di kawasan Kepulauan Riau.

“Karena itu, kami ingin wisatawan mendapatkan pengalaman Bintan yang lebih beragam ketika menginap di Natra,” kata Dina.

Pengalaman tersebut dimulai dari Natra Bintan, a Tribute Portfolio Resort, yang berada di kawasan Lagoi. Resor ini memiliki laguna air asin buatan manusia seluas 6,3 hektare dengan panjang sekitar 800 meter yang menjadi salah satu fasilitas utama bagi wisatawan.

Laguna tersebut dapat digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga air. Selain itu, tersedia pula aktivitas luar ruang dan fasilitas untuk keluarga maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana santai di kawasan resor.

Konsep glamping menjadi salah satu pengalaman yang ditawarkan Natra Bintan. Wisatawan dapat menikmati suasana berkemah dengan fasilitas resor, sekaligus memiliki akses ke berbagai aktivitas di kawasan Lagoi.

“Paket Discover Bintan Island kami buat untuk wisatawan yang ingin menikmati resor sekaligus melihat destinasi di luar kawasan,” tutur Dina.

Dalam paket menginap tiga hari dua malam tersebut, wisatawan mendapatkan sejumlah fasilitas dan aktivitas. Salah satunya adalah tur menuju Blue Lake & Desert, kawasan dengan lanskap yang berbeda dari gambaran umum Bintan sebagai destinasi pantai.

Paket ini juga mencakup makan malam dengan menu khas Indonesia, pijat tradisional selama 60 menit, serta sejumlah aktivitas gratis di area resor. Wisatawan juga dapat mengikuti ritual menikmati matahari terbenam yang digelar setiap hari.

Untuk memudahkan mobilitas, Natra Bintan menyediakan layanan antar-jemput pulang-pergi dari Terminal Feri Bandar Bentan Telani menuju resor dan Lagoi Bay.

“Wisatawan bisa mengatur waktu untuk menikmati fasilitas resor sekaligus menjelajahi berbagai daya tarik Bintan,” kata Dina.

Dengan perpaduan alam tropis, aktivitas luar ruang, pengalaman kuliner, serta jejak sejarah Melayu, Bintan menawarkan pilihan perjalanan yang dapat disesuaikan untuk keluarga, pasangan, maupun wisatawan rekreasi.

Melalui Discover Bintan Island, pengalaman tersebut dikemas dalam satu rangkaian perjalanan yang memungkinkan wisatawan mengenal lebih banyak sisi Pulau Bintan selama berada di kawasan Lagoi. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan