JawaPos.com - Nara, kota kuno Jepang yang pernah menjadi pusat kekaisaran, viral karena Rusa, kini memiliki daya tarik baru. Es serut atau kakigori menjadi bisnis yang berkembang pesat di kota tersebut, melanjutkan tradisi produksi dan penyimpanan es yang disebut telah berlangsung selama 1.600 tahun.
Jumlah toko es serut di Kota Nara dan wilayah lain di Prefektur Nara meningkat lebih dari sembilan kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Wisatawan kini berdatangan untuk menikmati berbagai kreasi kakigori yang ditawarkan toko-toko setempat.
Seperti dilansir Kyodo, Minggu (23/8), booming es serut di Nara menunjukkan bagaimana sejarah produksi es yang telah berlangsung selama sekitar 1.600 tahun kini berkembang menjadi daya tarik kuliner sekaligus peluang bisnis pariwisata.
Salah satunya Housekibaco, toko es serut populer yang menawarkan es khusus sehingga konsumen dapat menikmati hidangan tersebut lebih lama sebelum mencair.
Keiko Okada, 54, salah satu pemilik Housekibaco, berharap es serut dapat menjadi bagian dari budaya kuliner Nara.
"Semoga es serut menjadi bagian dari budaya makanan Nara," kata Okada.
Pada Juli lalu, Maiko Taki, 22, bahkan berkendara dari Kota Tsu, Prefektur Mie, untuk menikmati kakigori rasa persik di toko tersebut.
"Setiap hari sangat panas dan tidak tertahankan, jadi saya menggunakan cuti tahunan untuk berkendara ke sini," katanya.
Ia mengaku menyukai es serut tersebut karena dipenuhi berbagai buah.
"Buahnya banyak sekali dan rasanya enak," ujar Taki.
Tradisi Es di Nara Berusia 1.600 Tahun
Popularitas kakigori di Nara ternyata memiliki kaitan dengan sejarah panjang kota tersebut.
Menurut Kuil Himuro, catatan sejarah Nihon Shoki menyebut bahwa sekitar 1.600 tahun lalu terdapat fasilitas penyimpanan bernama "himuro" di Nara. Tempat tersebut digunakan untuk menyimpan es yang dibuat selama musim dingin sebelum dipersembahkan kepada istana kekaisaran.
Kuil Himuro masih mempertahankan tradisi tersebut hingga sekarang. Setiap tahun, kuil mengadakan ritual mengambil es dari himuro yang dibangun kembali sekitar 30 tahun lalu.
Kuil tersebut juga dikenal dengan festival tahunan pada Mei yang dihadiri produsen dan pedagang es dari berbagai wilayah Jepang untuk mendoakan keberhasilan bisnis mereka.
Terinspirasi sejarah produksi es Nara, Okada dan sejumlah pihak lainnya menggelar festival es serut di kota tersebut pada 2014 bekerja sama dengan sejumlah kuil di sekitar Nara.
Okada kemudian ingin memastikan festival tersebut dapat bertahan hingga 100 tahun. Karena itu, ia membuka Housekibaco pada 2015 dan menerbitkan Nara Shaved Ice Guide setahun kemudian.
Inisiatif tersebut ikut mendorong semakin banyak bisnis menawarkan kreasi kakigori yang berbeda.
Salah satu restoran Prancis bahkan menyajikan es serut dengan topping kaviar.
Jumlah toko terus bertambah. Edisi Nara Shaved Ice Guide 2026 mencatat terdapat 42 tempat yang menjual es serut di seluruh Prefektur Nara.
Sebanyak 19 toko di antaranya berada dalam radius sekitar 1 kilometer dari Stasiun Kintetsu Nara, di pusat kota.
Namun, pertumbuhan bisnis tersebut juga menghadapi tantangan, terutama kenaikan biaya listrik.
"Meski kota sedang ramai dan dipenuhi antusiasme terhadap tren ini, kami tidak menghasilkan keuntungan sebesar yang kami harapkan," kata Takahito Naka, Presiden Hinode Seihyo, perusahaan pembuat es yang berbasis di Nara.
Perusahaan tersebut berharap dapat meningkatkan bisnis dengan memperluas pelanggan ke luar Prefektur Nara.