JawaPos.com - Tidur kini menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan sejumlah hotel di Jepang. Konsep yang dikenal sebagai sleep tourism itu menghadirkan berbagai layanan untuk membantu tamu mendapatkan tidur lebih berkualitas selama menginap.
Tren tersebut mulai populer di luar Jepang beberapa tahun terakhir. Bagi industri perhotelan, konsep ini sekaligus menjadi cara menarik wisatawan yang semakin memperhatikan kesehatan dan kualitas tidur.
Hotel 1899 Tokyo di kawasan Shimbashi, misalnya, menawarkan paket "Totono-ne" yang menggabungkan pengalaman menginap dengan efek relaksasi dari teh.
Tamu terlebih dahulu menjawab sejumlah pertanyaan sederhana dalam lembar diagnosis untuk mengetahui tipe tidur mereka. Berdasarkan hasil tersebut, hotel menyajikan teh racikan khusus, seperti perpaduan chamomile dan bancha Mimasaka.
Kamar juga dilengkapi bantal berperforma tinggi dan garam mandi yang ditujukan untuk membantu tidur lebih nyaman. Tamu mendapat tambahan secangkir teh relaksasi sebelum tidur.
"Kami ingin memanfaatkan waktu tidur yang menjadi bagian penting dari masa tinggal tamu," kata Yuiko Ogawa dari Hotel 1899 Tokyo, seperti dilansir Kyodo, Selasa (18/8).
Kanae Usui, konsultan senior JTB Tourism Research & Consulting, mengatakan tren tersebut didorong banyaknya orang yang tidak puas dengan kualitas tidur mereka. Di sisi lain, wisatawan juga semakin mencari pengalaman yang berkaitan dengan kesehatan.
Menurut Usui, paket semacam itu tidak hanya berpotensi meningkatkan pengeluaran tamu selama menginap. Pengalaman tersebut juga dapat membantu tamu menjauh sejenak dari perangkat digital dan memperbaiki kualitas tidur.
Konsep yang lebih berbasis teknologi ditawarkan Hotel Chinzanso Tokyo di Bunkyo. Hotel mewah tersebut mulai menyediakan paket tidur sekitar dua tahun lalu dengan perangkat yang mengukur gelombang otak tamu selama tidur.
Data yang diperoleh, termasuk proporsi waktu yang dihabiskan dalam fase tidur nyenyak, kemudian dapat digunakan untuk mendapatkan saran dari dokter di klinik yang berada di dalam kompleks hotel.
"Dengan meningkatnya minat terhadap tidur, kami ingin menyediakan paket yang memanfaatkan keunggulan karena memiliki klinik," kata Ayumi Yoshida dari hotel tersebut.
Tren itu tidak hanya berkembang di kawasan perkotaan. Sejumlah hotel di daerah resor Jepang juga mulai menawarkan paket serupa.
Malibu Hotel di Riviera Zushi Marina, Prefektur Kanagawa, misalnya, sejak Februari menyediakan paket "Sleep Well Stay" yang hanya dibuka untuk satu kelompok tamu setiap hari.
Salah satu fasilitasnya adalah perlengkapan tidur yang dipersonalisasi. Kasur disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tamu setelah pihak hotel menanyakan posisi tidur dan kebiasaan mereka.
"Keheningan di tepi laut membantu membuat tamu tertidur dengan nyenyak," kata Aki Uchimura, staf pengelola marina.