JawaPos.com – Taiwan memperkuat citra sebagai destinasi yang ramah bagi wisatawan muslim. Destinasi wisata makin ramah muslim, membuat wisatawan Indonesia punya banyak pilihan.
Taiwan membidik pasar wisatawan Indonesia dengan memperkuat promosi pariwisata jelang musim liburan akhir tahun dan Tahun Baru. Salah satu peluang yang ikut didorong adalah pembukaan kembali penerbangan Surabaya-Taiwan.
Taiwan Tourism Administration membawa 16 institusi seperti maskapai penerbangan, agen perjalanan, dan asosiasi pariwisata, dalam rangkaian promosi selama tujuh hari enam malam di Indonesia.
Baca Juga: Turis ke Angkor Wat Kamboja Anjlok 32 Persen, Penerbangan Mahal dan Scam Jadi Biang Kerok
Selain merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya memiliki pertumbuhan masyarakat kelas menengah serta pasar wisata dan bisnis yang dinilai potensial bagi Taiwan.
Director General Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Surabaya David Lin mengatakan, peluang untuk menghidupkan kembali penerbangan langsung Surabaya-Taiwan masih terbuka.
”Surabaya merupakan pasar penting dengan potensi pariwisata dan bisnis yang kuat,” ujar David.
Baca Juga: Jepang Kurangi Ketergantungan Turis Tiongkok, Wisatawan Asia dan Eropa Terus Tumbuh
Menurut dia, Taiwan Tourism Administration akan terus bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan mitra industri untuk mendorong permintaan perjalanan dari Indonesia.
Pertumbuhan pasar diharapkan dapat membuka peluang penguatan konektivitas udara antara Taiwan dan Surabaya.
”Kami berharap seiring dengan terus berkembangnya pasar, akan ada lebih banyak peluang untuk memperkuat konektivitas udara antara Taiwan dan Surabaya di masa mendatang,” ungkap David Lin.
David menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya Taiwan mengembangkan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, mulai restoran bersertifikat halal, hotel, tempat wisata hingga ruang salat di sejumlah destinasi wisata utama dan pusat transportasi.
Promosi di Indonesia juga diperkuat melalui Taiwan Tourism Information Center, kerja sama dengan maskapai dan agen perjalanan, serta kampanye yang melibatkan influencer dan media.
”Kami berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan ramah bagi wisatawan Muslim selama berada di Taiwan,” tegas David.
Baca Juga: Memahami 5 Relasi Kereta Nambo dan Cara Membaca Pola Jadwalnya
Sementara itu, Director Taiwan Tourism Information Center di Jakarta Abe Chou menambahkan, pengembangan pasar Indonesia tidak hanya dilakukan melalui promosi kepada wisatawan, tetapi juga dengan memperkuat hubungan antarpelaku industri pariwisata kedua negara.
Karena itu, Taiwan Tourism Workshop juga menjadi ruang pertemuan pelaku industri Taiwan dan Indonesia melalui agenda business matching.
”Melalui workshop ini, kami ingin memperkenalkan perkembangan terbaru pariwisata Taiwan kepada mitra di Indonesia. Termasuk beragam pengalaman wisata, pariwisata ramah Muslim, perjalanan berkelanjutan, serta produk-produk lokal yang unik,” ujar Abe.
Baca Juga: Jepang Berlakukan UU Penodaan Bendera, Pelaku Bisa Dipenjara 2 Tahun dan Denda Rp 22 Juta
Taiwan juga menawarkan beragam destinasi dan pengalaman wisata bagi wisatawan Indonesia. Di antaranya panorama pegunungan dan budaya teh di Alishan, Sun Moon Lake, sumber air panas, kuliner lokal, pasar malam hingga pengalaman budaya di berbagai wilayah.
Taiwan berharap keberagaman destinasi, kemudahan akses serta fasilitas yang ramah dan terbuka semakin menarik minat wisatawan Indonesia.
”Taiwan menawarkan beragam pengalaman wisata dan terus memperkuat daya tariknya sebagai destinasi wisata internasional. Bagi wisatawan Indonesia, daya tarik utama Taiwan adalah keberagaman, kemudahan akses, serta lingkungan yang ramah dan terbuka,” tandas Abe.
Baca Juga: Kuil Yasukuni Tokyo Perketat Aturan, Cosplay dan Pakaian Militer Dilarang