JawaPos.com – Jumlah tamu yang menginap di berbagai akomodasi di Jepang mengalami penurunan pada Juni 2026. Salah satu penyebab utamanya adalah anjloknya jumlah wisatawan asal Tiongkok di tengah memburuknya hubungan antara kedua negara.
Dilansir dari Kyodo, Sabtu (1/8), berdasarkan survei akomodasi yang dirilis Japan Tourism Agency pada Jumat (31/7), total tamu yang menginap di hotel dan penginapan di Jepang mencapai 46,78 juta orang sepanjang Juni. Jumlah tersebut turun 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan terjadi baik pada wisatawan domestik maupun mancanegara. Jumlah tamu asal Jepang turun 4,4 persen menjadi 34,26 juta orang.
Sementara itu, jumlah tamu asing tercatat sebanyak 12,51 juta orang atau merosot 11,9 persen dibandingkan Juni tahun lalu.
Penurunan paling tajam berasal dari wisatawan asal Tiongkok. Jumlah tamu dari negara tersebut anjlok 49,5 persen di tengah hubungan yang memburuk antara Jepang dan Tiongkok.
Di sisi lain, jumlah tamu dari Hong Kong, Taiwan, dan Rusia justru mengalami peningkatan selama periode tersebut.
Japan Tourism Agency juga merevisi data Mei 2026. Berdasarkan angka terbaru, jumlah tamu asing yang menginap di akomodasi Jepang pada Mei mencapai 14,51 juta orang atau turun 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski secara nasional terjadi penurunan, sebanyak 25 dari total 47 prefektur mencatat kenaikan jumlah tamu asing dibandingkan tahun lalu. Beberapa di antaranya adalah Prefektur Aomori, Fukui, dan Yamaguchi.
Japan Tourism Agency juga menjelaskan bahwa mulai survei Januari 2026, cakupan survei berdasarkan negara dan wilayah diubah. Jika sebelumnya survei mencakup fasilitas dengan minimal 10 karyawan, kini hanya akomodasi yang memiliki sedikitnya 20 kamar yang menjadi objek survei.