← Beranda
Orchid Forest Cikole, Rumah Keindahan Ada di Sini,  Bak Kupu-kupu yang Lupa Terbang
Khairul JasmiSenin, 1 Juni 2026 | 18.35 WIB
ASRI DAN TEDUH: Taman wisata keluarga Orchid Forest Cikole di Lembang, Jawa Barat. (Dok. Khairul Jasmi)

 

INI Cikole. Seolah setiap sudut sengaja dibuat untuk dikenang. Pukul empat petang. Dua puluh satu derajat, saat yang sama persis seperti Madrid.

Begitulah ketika saya datang. Kabut turun perlahan di Orchid Forest Cikole, Jabar. Dingin menyertainya, merayap di antara pinus yang tegak lurus-lurus, seolah berlomba hendak menjangkau langit.

Minggu (31/5), keindahan alam seperti datang satu per satu dan bercengkrama di sini. Dan, pengunjung yang ramai, bersama entah siapa, mungkin datang memungut cinta-cinta baru dari lumbung alam di bawah pokok-pokok pinus. Tak jenuh namun setia.

Matahari sudah tak tampak. Yang ada bola lampu diayun-ayun angin di atas pentas alam, tempat musik dimainkan. Dan, kabut turun lagi. Pelan, menyelinap di sela batang-batang pinus dan orang yang tidak sedang dengan dirinya sendiri.

“Sore di Cikole memang sering begitu,” kata Manajer Palawi-Perhutani Sumarsono kepada saya. Cuma, dia tak menambahkan bahwa dingin yang datang lebih dulu lewat mata sebelum terasa di kulit.

Baca Juga: 15 Tempat Camping Paling Recommended di Mojokerto, Liburan Ditemani Hutan Pinus hingga Aliran Sungai

Saya melihat pasutri menahan laju kereta bayi, persis di kafe tempat saya menikmati wedang jahe nan hangat. Lagi, sepasang lagi, dengan selimut hangat di atasnya. Lagi, seorang ayah muda, sekarang melangkah menahan stroller. Di punggungnya tersandang ransel. Isinya mungkin susu dan pakaian si kecil.

Mereka sedang memperkenalkan alam pada anak, walau belum mengerti. Atau, tidak karena terpaksa dibawa saja. Apapun, sedari tadi saat masuk saya sudah terpana.

Ini sebuah kawasan wisata hutan pinus. Jalan setapaknya dari paving brick yang rapi membelah deretan pinus tinggi, dengan beberapa pengunjung berjalan ke arah dalam. Suasananya teduh dan berkabut tipis. Kalau saya perturutkan hati mengambil foto, memori HP bisa penuh seketika. 

Baca Juga: 10 Spot Wisata Hutan Pinus Paling Sejuk di Malang, Bikin Liburan Tenang Sampai Lupa Pulang

Kupu-Kupu yang Lupa Terbang 

Taman wisata keluarga Orchid Forest Cikole di Lembang, Jawa Barat. (Dok. Khairul Jasmi)
Taman wisata keluarga Orchid Forest Cikole di Lembang, Jawa Barat. (Dok. Khairul Jasmi)

 

Tapi apa pun, kamera ponsel saya mainkan juga. Antara lain hasilnya, di sebuah dinding hijau yang ditumbuhi pakis dan daun-daun merah hati, sebuah papan berdiri: “Orchid Forest Cikole.” 

Hurufnya putih, anggun, dengan lukisan setangkai anggrek selop di atasnya. Kelopak hijau membuka seperti tangan yang menengadah, menyimpan ungu di tengahnya. Di kakinya, anggrek-anggrek berbaris dalam pot yang dibalut tali rami. Yang merah jambu menyala paling berani, berdesakan dengan yang putih bersih dan yang kuning malu-malu. Phalaenopsis, kebanyakan bunga yang seperti kupu-kupu yang lupa terbang. Ia betah di sini, menemami siapa saja yang akan berfoto. Jepret. Bawalah pulang. Jangan bawah jantungnya sebab besok akan ada yang datang lagi.

Lalu pada jalan setapak yang menurun. Ada jembatan melengkung dari besi hitam. Ramping, seperti punggung kucing yang sedang meregang, menggantung di atas jalan setapak. “Wood Bridge.” Di bawah pegangannya, lampu kuning menyala memanjang, hangat, membelah remang yang mulai turun. Persis di samping saya, seorang perempuan berjilbab merah muda mengangkat ponselnya tinggi-tinggi. Ia memotret jembatan itu, memotret cahaya, memotret sore yang sebentar lagi habis.

Lalu ada, sederet rangka besi hitam berbentuk segitiga. dDisusun berlapis-lapis hingga membentuk terowongan yang mengecil ke kejauhan. Di sela-selanya tergantung bola-bola lumut dan jauh di dalam, cahaya ungu samar berpendar.

Sepasang muda berhenti di mulutnya. Lelaki berkaus hijau mengangkat ponsel, perempuan berdaster biru muda berdiri menunggu, tersenyum tipis ke arah lensa. 

Aduhai, di bawah atap kaca dunia berubah lembut. Lantainya rumput sintetis berwarna hijau muda. Di atasnya berserak bean bag, jingga, tosca, ungu muda. Bak  permen yang ditebar tangan kanak-kanak. 

Dindingnya hidup: tanaman rambat menjalari rangka besi. Sebagian menggantung dari langit-langit. Menjuntai-juntai. Layu manis seperti rambut yang dibiarkan terurai. Ini ruang yang dibuat untuk meredam dingin Cikole sejenak.

Baca Juga: 3 Tempat Penginapan di Tengah Hutan Pinus Mojokerto yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Betah!

Taman wisata keluarga Orchid Forest Cikole di Lembang, Jawa Barat. (Dok. Khairul Jasmi)
Taman wisata keluarga Orchid Forest Cikole di Lembang, Jawa Barat. (Dok. Khairul Jasmi)

 

Tak sudah-sudah. Dua lagi: Pohon-pohon pakis raksasa berdiri anggun. Entah berapa usianya. Daunnya merekah bagai kipas yang terbuka penuh, menyaring cahaya menjadi keemasan yang lembut. Di antaranya, pot-pot anyaman bambu berbentuk guci tinggi berbaris rapi. Bangku-bangku kayu menyatu dengan tanah, dikelilingi semak yang dipangkas. 

Ini jembatan gamang dengan pengawas. Papan-papan kayu berwarna jingga membentang lurus ke depan, sedikit melengkung di tengah seperti senyum kekasih.  Di kiri-kanan, jaring tali keputihan berdiri sebagai pagar, mengikuti irama jembatan yang bergoyang pelan. Di seberang, sebuah pos kecil menunggu—P3. Berjalan di antara langit dan tanah, orang diingatkan: kadang yang menggetarkan bukan ketinggian, melainkan percaya bahwa tali-tali tipis itu akan menahan kita sampai seberang. Dan, ia menahan. Selalu menahan, seperti janji. Bisa jadi di sini, di rimba wisaya ini, sejuta janji sudah diikat, sedikit yang dilepas.

Baca Juga: 5 Hutan Pinus Trawas dengan Pemandangan Terbaik, Cocok untuk Kamu yang Ingin Healing Tipis-Tipis

POHON PINUS: Taman wisata keluarga Orchid Forest Cikole di Lembang, Jawa Barat. (Dok. Khairul Jasmi)
POHON PINUS: Taman wisata keluarga Orchid Forest Cikole di Lembang, Jawa Barat. (Dok. Khairul Jasmi)

 

Inilah Orchid Forest Cikole yang membuat “tak jemu mata memandang.” Saya ditemani Sumarsono dan sahabatnya Martin Haris penjaga Hutan Anggrek ini. Bisa jadi di sini ada semua, 157 jenis anggrek.
Waktu seolah lebih cepat di sini. Tidak begitu lama, lampu bertali-temali sudah menyala, juga di tiang-tiang rendah, seolah-olah petang menyerahkan diri pada malam. Tapi, belum. Pengunjung masih sangat ramai. Ada sekitar dua ribu orang, tadi malah tiga ribu orang. Sejak pagi maksudnya.

Hutan Lintas Indah

Orchid Forest Cikole, hutan wisata yang cocok untuk keluarga di Lembang, Jawa Barat. (Dok. Khairul Jasmi)
Orchid Forest Cikole, hutan wisata yang cocok untuk keluarga di Lembang, Jawa Barat. (Dok. Khairul Jasmi)

 

Saya sedang berada di kawasan wisata Lintas Hutan Indah, dengan fokus pada lokasi Orchid Forest. Nama yang pas. Ke hutan nan indah ini, dengan beberapa obyek, hampir 60%–70% pengunjung masuk ke area Orchid. Area ini menonjolkan beragam spot selfie dengan suasana hutan pinus sebagai daya tarik utama. Juga anggrek.

Fasilitas meliputi penjualan anggrek, pameran, jajanan seperti kopi, roti, kue dan deretan warung yang membentuk semacam food court, serta wahana seperti flying pole, jembatan gantung, dan kuda tunggang.

Orchid Forest dipandang paling populer berkat strategi pemasaran dan reputasi yang sudah berjalan sejak sekitar 2017, sehingga menarik mayoritas pengunjung muda dan ibu-ibu. Sementara, lokasi lain di kawasan ini berkembang pada rentang 2019–2022.

Akhirnya sampai di ujung. Tersedia layanan antar-jemput (shuttle) dari parkiran bawah menuju parkiran atas, sehingga pengunjung tidak perlu berjalan kaki. Opsi berjalan kaki tetap ada, tetapi pengunjung umumnya dianjurkan menggunakan shuttle demi kenyamanan.

Baca Juga: 4 Pemandian Air Panas di Bandung yang Populer dan Cocok Dikunjungi saat Akhir Pekan, Ada yang di Tengah Hutan Pinus

Obyek wisata ini berada di wilayah Perhutani, sehingga pengelolaannya tetap memperhatikan aspek regulasi kehutanan dan kelestarian lingkungan. Yang mengelola, PT Jala Energy.

Jika Anda ke sini, bukan datang ke rumah kedua, melainkan, menjumpai keindahan di rumahnya sendiri. (*)

-------

*) Khairul Jasmi, anggota Dewan Pengawas Perum Perhutani

EDITOR: Ilham Safutra