JawaPos.com – Kabupaten Pacitan dikenal sebagai surga wisata alam yang menyimpan keajaiban di bawah tanah.
Deretan goa dengan keunikan masing-masing tersebar di berbagai penjuru wilayahnya, menawarkan pengalaman eksplorasi yang tak biasa.
Dari formasi batuan yang megah hingga penemuan fosil manusia purba, setiap goa memiliki daya tarik yang layak untuk dijelajahi.
Dilansir dari laman Traveloka dan Labiru Tour pada Jumat (29/5), berikut lima rekomendasi tempat wisata goa buat liburan di Pacitan.
Baca Juga: 8 Pantai di Pacitan yang Tetap Recommended Buat Wisata Meski Musim Liburan Tiba
1. Goa Gong
Goa ini berlokasi di Desa Bomo, Kecamatan Punung, dan diklaim sebagai salah satu goa terindah di Asia Tenggara berkat formasi stalaktit dan stalagmitnya yang megah.
Dengan kedalaman sekitar 700 hingga 800 meter, goa ini memiliki tujuh ruangan besar yang masing-masing menyimpan keunikan tersendiri.
Salah satu ruangan di dalamnya memiliki sendang atau kolam keramat dengan air yang jernih, sementara ruangan lain dipenuhi kristal marmer yang berkilau.
Fasilitas di dalam goa sudah cukup memadai dengan tangga pengaman dan lampu warna-warni yang memberi kesan magis pada setiap sudut batuan.
Spot foto berlatar belakang stalaktit yang dramatis menjadi daya tarik tambahan yang banyak diminati pengunjung.
2. Goa Tabuhan
Berlokasi masih di Kecamatan Punung, tidak terlalu jauh dari Goa Gong, goa ini memiliki kedalaman sekitar 100 meter dengan dua ruang di dalamnya.
Nama "Tabuhan" berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti dipukul, merujuk pada kemampuan unik stalaktit di dalamnya yang mengeluarkan bunyi menyerupai gamelan saat dipukul.
Sebelum dikenal dengan nama sekarang, goa ini dulunya disebut Goa Tapan karena kerap digunakan sebagai tempat bertapa.
Keajaiban geologi ini dimanfaatkan warga lokal untuk menggelar pertunjukan musik tradisional di dalam goa.
Bunyi yang bergema di dalam ruang batu raksasa menciptakan pengalaman sensorik yang sulit ditemukan di tempat lain.
3. Goa Luweng Jaran
Goa ini mungkin tidak sepopuler dua goa sebelumnya, namun menyimpan daya tarik yang berbeda bagi para penjelajah alam bawah tanah.
Lorong di dalamnya diperkirakan membentang sepanjang 48 kilometer dan terhubung dengan goa-goa lain di sekitarnya.
Panjang lorong yang luar biasa ini menjadikan Goa Luweng Jaran sebagai salah satu goa dengan jalur eksplorasi terpanjang yang bisa dijelajahi.
Di dalam goa, pengunjung akan merasakan sensasi berjalan di perut bumi dengan lorong yang terus bersambung.
Goa ini cocok bagi mereka yang mencari pengalaman petualangan bawah tanah yang lebih menantang dan berbeda dari wisata goa biasa.
4. Goa Kalak
Goa ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi, dipercaya sebagai tempat petilasan atau meditasi tokoh-tokoh penting di masa lalu termasuk Raden Wijaya.
Aura mistis yang kental membuat goa ini menjadi salah satu tempat yang memiliki daya tarik berbeda dari sekadar keindahan alam.
Para peneliti juga menemukan jejak kehidupan manusia purba di kawasan sekitar goa ini, menambah nilai historisnya.
Goa Kalak memberikan perspektif tentang bagaimana manusia di masa lampau berinteraksi dengan alam bawah tanah.
Perpaduan antara nilai spiritual, sejarah, dan arkeologi menjadikan goa ini unik dibanding destinasi goa lainnya di kawasan ini.
5. Goa Song Terus
Goa ini terletak di Desa Mendolo Lor, Kecamatan Punung, dan diyakini pernah menjadi tempat tinggal manusia purba ribuan tahun lalu.
Di lokasi ini ditemukan kerangka manusia yang diperkirakan berusia sekitar 10.000 tahun dan dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Mbah Siyem.
Nama Mbah Siyem hingga kini masih sangat populer dan melekat kuat dalam ingatan kolektif warga di sekitar kawasan tersebut.
Penemuan ini menjadikan Goa Song Terus sebagai salah satu situs arkeologi penting yang juga terbuka sebagai destinasi wisata.
Mengunjungi goa ini memberikan gambaran langsung tentang kehidupan manusia tertua yang pernah menghuni wilayah di kawasan ini.