JawaPos.com – Surabaya adalah kota yang kaya akan sejarah penyebaran Islam dan memiliki banyak destinasi wisata religi yang sayang untuk dilewatkan saat liburan.
Dari makam wali songo hingga masjid berarsitektur unik perpaduan budaya, setiap destinasi menawarkan pengalaman spiritual yang berbeda dan mendalam.
Tak hanya untuk umat Muslim, kota ini juga menyimpan klenteng tua dan gereja bersejarah yang terbuka untuk semua kalangan.
Dilansir dari laman Swara dan Nahwa Travel pada Kamis (28/5), berikut sebelas rekomendasi wisata religi buat liburan di Surabaya.
1. Kampung Santri Ndresmo
Kampung Santri Ndresmo adalah kawasan yang telah lama menjadi pusat pesantren sejak era kolonial Belanda dan kini berkembang dengan lebih dari 30 pesantren yang menampung ribuan santri dari seluruh penjuru Indonesia.
Keunikan kampung ini juga terletak pada tradisi Manten Pegon, yaitu prosesi mengarak anak yang dikhitan naik kuda keliling kampung, yang masih dipertahankan hingga kini sebagai warisan budaya lokal.
2. Makam Sunan Bungkul
Makam Sunan Bungkul yang berada di dalam kawasan Taman Bungkul ini ditandai dengan gapura bercorak Majapahit dan dilengkapi musala serta gazebo, buka setiap hari selama 24 jam dan dapat diakses gratis.
Sunan Bungkul atau yang dikenal juga sebagai Mbah Bungkul, Ki Ageng Supo, atau Mpu Supo, adalah bangsawan Majapahit yang berperan penting dalam penyebaran Islam pada abad ke-15 dan diyakini memiliki hubungan keluarga dengan Sunan Ampel serta Sunan Giri.
3. Makam Mbah Buyut Tondo
Makam Mbah Buyut Tondo adalah destinasi ziarah yang tersembunyi di tengah kawasan perkotaan dan menawarkan pengalaman yang kaya karena di sekitarnya juga terdapat Balai Budaya Joglo Cak Markeso dan Masjid Ketondo yang berdiri sejak 1915.
Buka setiap hari selama 24 jam, lokasi ini sangat disarankan untuk dikunjungi dengan menemui juru kunci terlebih dahulu karena terdapat banyak makam lain yang berkaitan dengan sejarah Mbah Tondo di sekitar kawasan ini.
4. Masjid dan Makam Sunan Ampel
Masjid Agung Sunan Ampel adalah salah satu destinasi religi paling ramai dikunjungi di kota ini, berlokasi tidak jauh dari kawasan Jembatan Merah sekitar 500 meter, dan buka setiap hari selama 24 jam tanpa biaya masuk.
Di kompleks ini terdapat sumber mata air kuno yang bisa digunakan untuk minum atau dibawa pulang sebagai air doa, serta pohon mengkudu bersejarah yang buahnya sering diperebutkan pengunjung.
5. Masjid Muhammad Cheng Hoo
Masjid Muhammad Cheng Hoo adalah destinasi religi sekaligus wisata budaya yang sangat unik karena bangunannya menyerupai klenteng dan didominasi warna merah, hijau, serta kuning khas nuansa Tionghoa.
Di belakang masjid yang buka 24 jam dan gratis ini terdapat miniatur kapal Laksamana Cheng Ho yang bisa menjadi sarana belajar tentang sejarah penyebaran Islam melalui jalur perdagangan di masa lampau.
6. Masjid Nasional Al Akbar
Masjid Nasional Al Akbar adalah masjid terbesar kedua di Indonesia yang dibangun pada 1995 dengan kubah berwarna biru yang ikonik, dikelilingi empat kubah kecil, dan dilengkapi menara setinggi 99 meter.
Buka setiap hari selama 24 jam, pengunjung bisa naik ke menara pada sore hari untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dari ketinggian, dan di pelataran masjid banyak pedagang kaki lima yang menjajakan jajanan khas setempat.
7. Masjid Rahmat Kembang Kuning
Masjid Rahmat Kembang Kuning adalah salah satu masjid tua yang ditemukan kembali pada 1967 dan diyakini dibangun oleh Sunan Ampel, dengan suasana di dalamnya yang sangat sejuk meski berada di tengah kota yang panas.
Masjid yang buka 24 jam dan gratis ini memiliki arsitektur yang unik dan kental nilai historisnya, sangat cocok dikunjungi untuk berziarah sekaligus mengenal sejarah penyebaran Islam di kawasan ini.
8. Makam Kiai Sedo Masjid
Makam Kiai Sedo Masjid berada persis di sebelah sebuah masjid di Jalan Tembaan, seberang Kompleks Tugu Pahlawan, dan merupakan tempat persemayaman seorang pangeran Majapahit yang juga seorang ulama pejuang melawan penjajah.
Nama "Sedo" yang berarti gugur atau wafat diberikan masyarakat sebagai penghormatan atas jasanya, dan buka setiap hari selama 24 jam dengan dianjurkan menemui juru kunci untuk mendapatkan cerita lengkap tentang tokoh ini.
9. Klenteng Hok An Kiong
Klenteng Hok An Kiong adalah salah satu klenteng tertua dan paling sakral di kota ini yang terbuka untuk umum, buka setiap hari selama 24 jam, namun untuk memasuki area tertentu pengunjung harus meminta izin terlebih dahulu kepada pengelola.
Sangat disarankan untuk didampingi pengelola saat berkeliling agar bisa memahami sejarah dan pantangan yang berlaku di kawasan klenteng bersejarah ini.
10. Klenteng Boen Bio
Klenteng Boen Bio adalah tempat ibadah umat Khonghucu dengan arsitektur unik yang memadukan unsur Belanda, Jawa, dan Tionghoa dalam satu bangunan yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.
Klenteng yang buka 24 jam dan gratis ini menyimpan banyak peninggalan sejarah yang masih terawat dengan sangat baik, sehingga disarankan untuk meminta pemandu saat berkeliling agar pemahaman tentang setiap koleksinya lebih maksimal.
11. Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria
Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria adalah salah satu gereja tertua di kota ini yang sudah berdiri sejak tahun 1800-an dengan arsitektur bergaya Belanda yang memadukan akulturasi budaya setempat secara indah.
Buka setiap hari selama 24 jam dan gratis, gereja ini terbuka untuk semua kalangan yang ingin mengagumi keindahan fasad bangunannya, namun tetap diwajibkan berpakaian sopan dan tertutup saat berkunjung.