JawaPos.com – Sidoarjo dikenal bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kawasan yang kaya akan warisan wisata candi dan situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit.
Setiap candi di kawasan ini menyimpan cerita unik, arsitektur khas bata merah, dan nuansa pedesaan yang tenang sebagai daya tarik tersendiri.
Destinasi wisata sejarah ini sangat cocok dikunjungi bagi kamu yang ingin memperkaya wawasan budaya sekaligus menikmati suasana alam yang asri.
Dilansir dari laman Traveloka dan GoTravelly pada Minggu (24/5), berikut delapan rekomendasi wisata candi sarat sejarah cocok buat liburan di Sidoarjo.
1. Candi Pari
Berlokasi di Jalan Purbakala, Desa Candipari, Kecamatan Porong, candi peninggalan Kerajaan Majapahit ini dibangun pada tahun 1293 Saka atau setara dengan 1371 Masehi, dan ditemukan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada 16 Oktober 1906.
Meskipun telah berdiri selama ratusan tahun, bangunan berarsitektur bata merah khas era Majapahit ini masih tampak cukup megah dan kokoh hingga kini.
Kawasan sekitar candi dilengkapi taman yang terawat rapi, menciptakan nuansa sejuk dan asri yang menjadikannya spot foto instagramable favorit pengunjung.
Tempat ini diyakini sebagai lokasi moksa atau pengabdian terakhir Jaka Pandelegan dan istrinya, sebuah konsep dalam kepercayaan Hindu tentang kebebasan dari siklus kelahiran dan kematian.
2. Candi Sumur
Berlokasi di kawasan Candipari Kulon, Candipari, Kecamatan Porong, hanya sekitar 100 hingga 200 meter dari Candi Pari, candi ini merupakan cagar budaya resmi di kawasan setempat.
Candi yang dibangun pada masa yang sama dengan Candi Pari ini konon didirikan untuk mengenang tempat hilangnya seorang sahabat atau adik angkat dari putra Prabu Brawijaya.
Meskipun bentuk bangunannya sudah tidak utuh, kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuat candi ini terasa lebih autentik dan alami.
Suasana pedesaan yang tenang dan spot-spot menarik di sekitar area candi menjadikannya pilihan yang cocok untuk wisata edukasi sekaligus wisata santai.
3. Candi Tawangalun
Berlokasi di Jalan Tawangalun, Buncitan, Sedati, candi peninggalan Majapahit yang terletak di kawasan perbukitan jauh dari pemukiman ini menawarkan suasana yang sangat sejuk dan tenang.
Beberapa bagian bangunannya sudah mengalami pemugaran, terutama pada bagian atap dan dinding, meski candi ini tetap ramai dikunjungi oleh para pecinta wisata sejarah.
Banyak spot foto menarik dan instagramable tersebar di sekitar area candi yang masih dikelilingi alam terbuka.
Sayangnya, candi ini belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai seperti pagar, papan nama, dan papan peringatan yang layak.
4. Candi Medalem
Berlokasi di kawasan Medalem, Tulangan, candi berukuran lebih kecil ini memiliki cerita unik tentang penemuannya, di mana sang juru kunci konon mendapat bisikan bahwa di bawah pohon besar tersimpan sebuah candi.
Kawasan ini kemudian dikenal sebagai destinasi wisata sejarah setelah dilakukan penggalian dan pemugaran, terutama pada bagian jalan menuju candi dan atapnya.
Di sekeliling candi terdapat taman dan pepohonan yang menciptakan suasana sejuk dan rindang yang sangat nyaman untuk dinikmati pengunjung.
Lokasinya yang mudah ditemukan menjadikan Candi Medalem pilihan destinasi wisata sejarah yang praktis dan mudah dijangkau dari berbagai arah.
5. Candi Dermo
Berlokasi di Dusun Candi Santren, Kecamatan Wonoayu, candi peninggalan masa klasik Hindu-Buddha yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-14 ini telah selesai dipugar dan diresmikan oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur pada Desember 2020.
Belum diketahui secara pasti waktu pembangunan candi karena belum ada sumber tertulis yang memuat informasi tersebut secara lengkap.
Meskipun beberapa bagian bangunannya tidak lagi utuh, kondisi tersebut dibiarkan tetap alami sehingga justru menambah kesan historis yang unik dan khas.
Kawasan ini dikelilingi taman dan pepohonan rindang serta memiliki banyak spot foto instagramable yang menjadikannya tujuan favorit para fotografer.
6. Candi Wringin Lawang
Candi yang diyakini merupakan bagian dari kompleks percandian Majapahit ini menyimpan nilai sejarah dan budaya yang sangat penting untuk dipelajari dan dilestarikan.
Struktur dan ornamen batu klasiknya memberikan gambaran nyata tentang kejayaan arsitektur kerajaan Hindu kuno di Jawa Timur pada masanya.
Lokasinya yang mudah diakses dari jalan utama menjadikan kunjungan ke candi ini sangat nyaman dan praktis bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Aktivitas seperti berjalan di sekitar area candi dan mengamati relief batu menambah nilai edukatif kunjungan secara keseluruhan.
7. Candi Kawi Sidoarjo
Meskipun berukuran lebih kecil dibandingkan candi-candi lainnya di kawasan ini, candi berkonsep arsitektur bata merah klasik ini tetap memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Relief sederhana yang menghiasi dindingnya mencerminkan budaya Jawa kuno yang sangat menarik untuk dipelajari secara mendalam.
Suasana di sekitar candi masih sangat asri dan tenang sehingga memberikan pengalaman wisata sejarah yang berbeda dari situs yang sudah ramai pengunjung.
Pengunjung dapat berjalan santai menikmati udara segar dan pemandangan pedesaan yang menenangkan selama berada di kawasan candi ini.
8. Candi Pariwangi
Candi yang terletak di tengah perkampungan ini menghadirkan nuansa pedesaan yang hangat dan autentik yang berbeda dari kebanyakan destinasi wisata sejarah lainnya.
Meski berukuran lebih kecil, candi ini masih mempertahankan bentuk aslinya sehingga menawarkan pengalaman sejarah yang cukup berkesan bagi pengunjungnya.
Suasana tenang dan lingkungan sekitar yang masih alami menjadikan kunjungan ke candi ini terasa menyenangkan sekaligus edukatif.
Pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan warga lokal yang ramah di sekitar kawasan candi, menambah dimensi wisata budaya yang lebih kaya.
***