← Beranda
5 Wisata Paling Ikonik di Trowulan Mojokerto untuk Liburan Sejarah Serasa Napak Tilas Kerajaan
Mohammad Maulana IqbalSabtu, 23 Mei 2026 | 17.33 WIB
rekomendasi wisata paling ikonik buat liburan sejarah di Trowulan Mojokerto. (Magnific/ jcomp)

 

JawaPos.com – Mojokerto adalah kota yang menyimpan kawasan Trowulan sebagai pusat wisata sejarah ikonik peninggalan Kerajaan Majapahit.

Berbagai situs bersejarah tersebar di kawasan ini, mulai dari candi, kolam kuno, museum, hingga makam tokoh-tokoh penting kerajaan.

Setiap destinasinya menyimpan cerita dan nilai sejarah yang kaya, cocok untuk liburan edukatif bersama keluarga maupun kelompok.

Dilansir dari laman Mister Aladin dan Kementerian Pariwisata pada Sabtu (23/5), berikut lima rekomendasi wisata paling ikonik buat liburan sejarah di Trowulan Mojokerto.

1. Kolam Segaran

Kolam Segaran adalah kolam bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun sebagai cadangan air bersih saat musim kemarau.

Namanya berasal dari kata Jawa "segara" yang berarti laut, karena ukurannya yang sangat luas layaknya laut mini.

Kolam ini ditemukan pada tahun 1926 oleh arsitek Belanda Henry Maclaine Pont dalam kondisi tertimbun tanah sebelum akhirnya dipugar.

Kini kolam ini dimanfaatkan warga sebagai tempat rekreasi sekaligus berfungsi mengairi sawah-sawah di sekitar kawasan.

2. Candi Tikus

Candi Tikus adalah candi berukuran mini yang berada di tengah kolam berbentuk persegi dan hanya bisa dicapai dengan menuruni anak tangga.

Candi ini ditemukan pada tahun 1914 oleh Bupati saat itu, Raden Adipati Arya Kromojoyo Adinegoro, ketika kondisinya masih tertimbun tanah.

Saat digali, banyak tikus yang bermunculan dari reruntuhan candi yang ternyata dijadikan sarang, sehingga warga menjulukinya Candi Tikus.

3. Makam Putri Campa

Makam Putri Campa adalah kompleks pemakaman yang menyimpan makam permaisuri Raja Majapahit Prabu Brawijaya V yang berasal dari Kerajaan Champa, Vietnam.

Di kompleks ini juga terdapat makam para prajurit dan dayang Kerajaan Majapahit serta sebuah ruangan kecil bernama Sanggar Pamujan untuk bersemedi.

Tempat ini banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri seperti Jepang dan Malaysia.

4. Candi Brahu

Candi Brahu adalah candi tertua di kawasan Trowulan yang diperkirakan dibangun sebelum masa pemerintahan Majapahit, bahkan dikaitkan dengan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.

Candi ini didirikan oleh Empu Sendok dan memiliki relief yang menggambarkan akulturasi antara agama Hindu dan Buddha secara bersamaan.

Berbeda dengan candi lain di Jawa Timur yang dibangun sebagai makam raja, Candi Brahu justru difungsikan sebagai tempat sembahyang dan berdoa.

Di sekitar candi ini juga terdapat situs lain seperti Candi Gentong, Candi Tengah, dan Candi Gedong yang bisa dikunjungi sekaligus.

Lokasinya berada di Jalan Candi Brahu, Bejijong, Kecamatan Trowulan, dan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk Rp5.000.

5. Museum Trowulan

Museum Trowulan atau Museum Majapahit adalah museum arkeologi yang didirikan atas kerja sama Bupati Kromojoyo Adinegoro dan arsitek Belanda Henry Maclaine Pont sejak tahun 1926.

Awalnya bangunan ini berfungsi sebagai gudang penyimpanan artefak untuk mencegah penjarahan, sebelum resmi dibuka sebagai museum pada tahun 1987.

Museum ini menyimpan sekitar 80.000 koleksi yang terbagi dalam empat jenis yaitu benda dari tanah liat, keramik, logam, dan batu peninggalan Majapahit.

Selain koleksi Majapahit, museum ini juga menampilkan berbagai temuan arkeologi dari seluruh wilayah Jawa Timur yang sangat beragam.

Lokasinya berada di Jalan Pendopo Agung, Ngelinguk, Trowulan, Kecamatan Trowulan, dan buka setiap hari kecuali Senin dengan tiket masuk Rp2.500 dewasa, Rp1.500 anak, dan Rp5.000 wisatawan mancanegara.

 

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti