JawaPos.com - Liburan ke Labuan Bajo hampir selalu identik dengan kapal phinisi. Dari pelabuhan kecil di ujung barat Flores itu, wisatawan berangkat menyusuri gugusan pulau di Taman Nasional Komodo, mulai dari Pulau Padar, Pink Beach, hingga spot snorkeling berair jernih.
Masalahnya, banyak orang mengira sewa kapal phinisi pasti mahal. Padahal, kalau tahu strateginya, kamu tetap bisa menikmati sensasi live on board tanpa bikin tabungan terkuras.
Berikut tiga cara sewa kapal phinisi murah di Labuan Bajo yang bisa jadi panduan sebelum berangkat.
1. Ikut Open Trip, Bukan Sewa Kapal Penuh
Kalau kamu solo traveler atau pergi berdua, opsi paling masuk akal adalah ikut open trip (sharing boat). Sistemnya sederhana: kamu tidak menyewa satu kapal secara utuh, melainkan hanya membayar per kabin atau bahkan per orang.
Dengan konsep ini, biaya bahan bakar, makan selama pelayaran, kru kapal, hingga pemandu wisata ditanggung bersama oleh seluruh peserta. Itulah sebabnya harga open trip jauh lebih terjangkau dibandingkan private charter.
Biasanya, open trip 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam sudah mencakup makan 3 kali sehari, air mineral, kopi/teh, alat snorkeling, dokumentasi dasar (tergantung kapal) dan antar-jemput dari hotel atau bandara.
Kelebihannya, selain hemat, kamu juga bisa berkenalan dengan traveler lain. Kekurangannya tentu soal privasi dan fleksibilitas waktu yang lebih terbatas. Jadi kalau prioritasmu adalah pengalaman Komodo yang hemat dan tetap nyaman, open trip adalah pilihan paling realistis.
2. Pilih Kapal Standar atau Superior, Bukan Luxury
Phinisi di Labuan Bajo punya banyak kelas: standar, superior, deluxe, sampai luxury. Dari luar mungkin terlihat mirip, sama-sama kapal kayu dua tingkat dengan dek untuk bersantai. Tapi fasilitas dan harga bisa berbeda cukup jauh.
Untuk kamu yang fokus pada pengalaman jelajah pulau, bukan kemewahan interior, kapal tipe standar atau superior sudah lebih dari cukup. Biasanya kabin sudah dilengkapi AC, kamar mandi dalam atau sharing bathroom yang bersih, serta ruang makan sederhana.
Sebagai gambaran, harga sewa satu kapal standar untuk beberapa hari bisa berada di kisaran belasan juta rupiah, tergantung kapasitas dan musim. Jika dibagi bersama rombongan atau lewat open trip, biaya per orang jadi jauh lebih ringan.
Luxury phinisi memang menawarkan desain Instagramable, private balcony, bahkan chef khusus. Tapi kalau targetmu adalah trekking di Pulau Padar saat matahari terbit atau snorkeling di perairan jernih Komodo, kapal standar pun sudah memadai.
3. Booking Jauh Hari Lewat Travel Agent Lokal
Banyak wisatawan langsung mencari di platform OTA besar seperti Booking, Tiket atau Traveloka. Praktis, memang. Namun tak jarang harganya sudah termasuk margin tambahan.
Alternatifnya, kamu bisa menghubungi travel agent lokal di Labuan Bajo atau bahkan langsung ke operator kapal. Selain harga lebih bersaing, komunikasi juga biasanya lebih fleksibel. kamu bisa negosiasi fasilitas atau menyesuaikan itinerary.
Waktu terbaik untuk booking adalah 3–6 bulan sebelum keberangkatan, terutama jika kamu berencana datang saat musim ramai seperti libur sekolah, Natal, atau Tahun Baru. Sistem early bird sering memberi harga lebih rendah dibandingkan booking mendadak.
Selain itu, datang di luar high season juga membantu memangkas biaya. Bulan-bulan seperti Februari, April atau September–November (di luar tanggal merah panjang) biasanya menawarkan harga lebih bersahabat dan suasana yang tidak terlalu padat.
Intinya, liburan ke Labuan Bajo memang bukan perjalanan biasa. Dari langit jingga di atas Pulau Padar hingga perairan biru tempat pari manta berenang bebas, semuanya terasa sepadan.
Dengan strategi yang tepat, ikut open trip, pilih kapal standar, dan booking lebih awal, kamu tetap bisa menikmati pengalaman berlayar di Komodo tanpa harus boros.