← Beranda
8 Tips Melindungi Data Pribadi Agar Tak Kena Doxing
Nanda Prayoga• Senin, 26 Oktober 2026 | 21.44 WIB
Lindungi diri dari doxxing dan serangan digital. (freepik)

 

JawaPos.com - Perkembangan teknologi dengan adanya kecerdasan buatan (AI) dalam mengumpulkan dan mengolah informasi membuat data pribadi menjadi semakin mudah ditelusuri. 

Bahkan, informasi yang berada di sejumlah situs web bisa saling dikaitkan hingga membentuk gambaran lengkap tentang identitas seseorang. Naasnya, kondisi ini berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku doxing demi menyebarkan informasi pribadi tanpa izin.

Kaspersky sendiri telah membagikan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko doxing dan menjaga keamanan informasi pribadi saat beraktivitas di dunia maya. Berikut 8 tips yang bisa diterapkan!

1. Cari informasi tentang Diri Sendiri di Internet 

Langkah pertama adalah memeriksa informasi pribadi yang tersedia secara daring. Pencarian tidak cukup dilakukan menggunakan nama lengkap, tetapi juga bisa mencakup alamat email, nama pengguna, dan nomor telepon. 

Pengguna juga dapat memanfaatkan AI untuk merangkum informasi tentang dirinya yang tersebar di internet. Namun, penggunaan layanan tersebut tetap memiliki risiko kebocoran data maupun kesalahan teknis yang dapat membuat informasi terekspos ke publik.

2. Atur Akun Media Sosial menjadi Privat 

Pengguna yang tidak ingin informasinya diakses secara luas dapat mengubah pengaturan akun menjadi privat. Cara ini dapat membatasi kemampuan mesin pencari dalam mengindeks unggahan baru serta menyulitkan perangkat pengumpul data otomatis dan alat OSINT dalam mengakses informasi. Periksa juga unggahan dan komentar lama, lalu hapus konten yang sudah tidak diperlukan.

3. Hapus Akun yang Sudah Tidak Digunakan 

Akun lama pada layanan digital bisa menyimpan informasi pribadi selama bertahun-tahun. Untuk mengetahuinya, pengguna dapat memeriksa kotak masuk email guna menemukan situs atau layanan yang pernah didaftarkan. Hapus akun yang tidak lagi diperlukan untuk mengurangi jumlah data pribadi yang berpotensi terekspos jika layanan tersebut mengalami kebocoran.

4. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor 

Autentikasi dua faktor memberikan lapisan perlindungan tambahan ketika seseorang mencoba masuk menggunakan kata sandi yang telah diketahui atau diperoleh dari kebocoran data. 

Kaspersky menyarankan penggunaan kode sekali pakai yang diperbarui setiap 30 detik sebagai faktor autentikasi tambahan. Kode tersebut dapat disimpan menggunakan pengelola kata sandi yang terpercaya.

5. Hapus Metadata Sebelum Mengunggah Foto atau Video 

Foto dan video dapat memuat metadata yang mengungkap informasi tambahan, seperti lokasi dan waktu pengambilan gambar hingga model perangkat yang digunakan. Sebelum membagikan konten, periksa dan hapus metadata yang tidak ingin diketahui orang lain.

6. Gunakan Kata Sandi Berbeda untuk Setiap Akun 

Menggunakan kata sandi yang sama pada banyak layanan dapat meningkatkan risiko jika salah satu akun mengalami kebocoran. Kaspersky juga mengingatkan bahwa kata sandi yang memuat informasi pribadi, seperti tanggal lahir atau nama gadis ibu kandung, cenderung lebih mudah ditebak. Penambahan karakter khusus di bagian akhir saja juga tidak selalu membuat kata sandi menjadi kuat.

Pengguna dapat memanfaatkan aplikasi pengelola kata sandi atau password manager untuk membuat dan menyimpan kata sandi yang kuat serta unik untuk setiap akun, tanpa harus mengingat semuanya secara manual.

7. Pantau Kebocoran Data Secara Berkala 

Pengguna perlu mengetahui jika alamat email atau informasi akunnya muncul dalam kebocoran data. Sejumlah layanan daring menyediakan pemberitahuan gratis ketika alamat email terdeteksi dalam kebocoran yang diketahui.

Kaspersky Password Manager, misalnya, dapat memeriksa data login yang tersimpan dan memberikan peringatan jika kata sandi digunakan pada beberapa situs berbeda atau jika pasangan nama pengguna dan kata sandi yang disimpan diketahui telah disusupi.

8. Periksa Pengaturan Privasi Perangkat dan Aplikasi 

Pengaturan privasi pada perangkat maupun aplikasi perlu ditinjau secara berkala untuk memastikan informasi pribadi tidak dibagikan secara berlebihan. Kaspersky menyediakan layanan daring gratis bernama Privacy Checker yang dapat membantu pengguna memeriksa dan menyesuaikan pengaturan privasi tersebut.

 

EDITOR: Kuswandi