← Beranda
ByteDance Siap Gandeng MediaTek, Buru Cip AI untuk Pusat Data TikTok
Nanda Prayoga• Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05.50 WIB
ByteDance menampilkan Seedance 2.0 (The Guardian)

 

JawaPos.com - ByteDance, perusahaan induk TikTok dan Seedance, dikabarkan hampir merampungkan kesepakatan dengan MediaTek untuk pengadaan cip kecerdasan buatan (AI). Komponen tersebut nantinya digunakan untuk mendukung operasional pusat data ByteDance yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI.

Seperti dilansir dari GSM Arena, kabar ini dilaporkan Bloomberg dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut. Jika kerja sama terwujud, ByteDance akan mendapatkan tambahan pasokan cip AI untuk memperkuat infrastrukturnya. Sementara itu, MediaTek berpeluang memperluas bisnis ke pasar cip pusat data yang selama ini didominasi sejumlah pemain besar.

Dalam kesepakatan tersebut, MediaTek disebut akan memasok Application Specific Integrated Circuits (ASIC), yaitu cip yang dirancang secara khusus untuk menjalankan kebutuhan komputasi tertentu sesuai dengan platform pelanggan. Meski pembicaraan dilaporkan hampir mencapai tahap akhir, belum ada informasi mengenai jumlah cip yang akan dipasok melalui kerja sama tersebut.

Perjanjian antara kedua perusahaan itu juga belum resmi disepakati. Namun, apabila terealisasi, ByteDance berpotensi menjadi pelanggan besar kedua MediaTek untuk produk ASIC setelah Google.

ByteDance sendiri tengah meningkatkan investasi pada perangkat keras untuk mendukung pengembangan AI. Seperti perusahaan teknologi besar lainnya, pemilik TikTok itu menilai AI akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.

Di sisi lain, ByteDance menghadapi keterbatasan dalam memperoleh cip AI paling canggih dari Nvidia. Kondisi serupa juga dialami perusahaan teknologi Tiongkok lainnya, termasuk Alibaba dan Tencent, yang tidak memiliki akses bebas terhadap produk tersebut akibat pembatasan yang berlaku.

Untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat, ByteDance pun mencari sumber pasokan alternatif. Salah satu caranya adalah bekerja sama langsung dengan perusahaan perancang cip. 

Bloomberg melaporkan, skema tersebut masih dimungkinkan berdasarkan aturan pembatasan ekspor Amerika Serikat (AS), selama kapasitas komputasi AI yang digunakan tidak melampaui batas tertentu.

ByteDance juga dilaporkan telah menjalin kesepakatan serupa dengan Qualcomm pada awal tahun ini. Melalui kerja sama tersebut, perusahaan asal Tiongkok itu disebut akan memperoleh jutaan cip AI untuk mendukung kebutuhan infrastrukturnya.

Besarnya kebutuhan ByteDance terhadap teknologi AI turut tercermin dari rencana belanja perusahaan. ByteDance mempertimbangkan untuk mengalokasikan dana hingga USD 70 miliar bagi pengembangan pusat data dan infrastruktur AI. Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat belanja perusahaan pada tahun sebelumnya.

Anggaran itu bahkan berpotensi meningkat hingga USD 100 miliar pada 2027. Untuk menopang ekspansi tersebut, ByteDance juga telah memperoleh pinjaman sebesar USD 30 miliar pada September lalu.

Bagi MediaTek, potensi kerja sama ini menjadi peluang penting untuk mengurangi ketergantungan bisnis pada pasar prosesor seluler. Perusahaan asal Taiwan tersebut tengah berupaya memperbesar perannya di sektor cip pusat data dan bersaing dengan pemain seperti Qualcomm serta Broadcom.

MediaTek memperkirakan penjualan cip AI-nya dapat mencapai sekitar USD 2 miliar sepanjang tahun ini. Perusahaan itu juga menargetkan penguasaan 15 persen pangsa pasar cip AI senilai USD 80 miliar pada tahun depan.

Hingga kini, ByteDance maupun MediaTek belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar kesepakatan tersebut. Meski pembicaraan dilaporkan mendekati tahap akhir, kepastian kerja sama masih menunggu konfirmasi dari kedua perusahaan.

EDITOR: Estu Suryowati