JawaPos.com - Presiden Microsoft Brad Smith menyoroti lemahnya regulasi kecerdasan buatan (AI) dibandingkan produk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, mesin cuci hingga susu yang dijual di toko justru memiliki aturan keselamatan lebih ketat daripada teknologi AI yang berpotensi menimbulkan ancaman keamanan siber.
Seperti dilansir dari Engadget, pernyataan tersebut disampaikan Smith dalam wawancara dengan ITV. Ia menilai, perkembangan AI yang semakin canggih perlu diimbangi dengan pengawasan dan regulasi yang memadai.
"Saat ini, mesin cuci Anda tunduk pada lebih banyak aturan keselamatan dibandingkan AI," ujar Smith. Ia juga mencontohkan setiap karton susu yang dijual di toko bahan makanan harus memenuhi aturan keselamatan dan menjalani pemeriksaan.
Perdebatan mengenai regulasi AI turut menjadi perhatian perusahaan teknologi besar, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google DeepMind. Sejumlah perusahaan tersebut telah menyatakan dukungan terhadap upaya memperlambat pengembangan AI demi mengantisipasi potensi risikonya.
Baca Juga: Depok Kids Run Festival Digelar 1 November, Ada Lomba Lari Anak
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil pendekatan berbeda. Ia menilai industri AI AS perlu terus berkembang lebih cepat agar mampu mempertahankan keunggulan teknologi atas Tiongkok. Trump juga lebih memilih pendekatan pengaturan mandiri oleh perusahaan dibandingkan intervensi pemerintah.
Dalam pertemuan puncak bertajuk Super Intelligence, sejumlah pemimpin perusahaan teknologi menandatangani kesepakatan yang mencakup prinsip pengaturan mandiri, pengamanan model AI canggih, serta evaluasi oleh auditor independen.
Meski demikian, kesepakatan tersebut menuai kritik. Sejumlah pihak menilai pendekatan itu memberikan terlalu banyak kewenangan kepada perusahaan untuk menentukan standar keselamatan mereka sendiri, tanpa jaminan pengawasan yang benar-benar independen.
Smith menilai situasi tersebut membuka peluang bagi Inggris untuk mengambil peran lebih besar dalam penyusunan regulasi AI global. Menurutnya, Inggris memiliki kesempatan untuk mendorong langkah konkret karena tidak menghadapi tekanan politik yang sama seperti di Washington maupun Uni Eropa.
Ia juga memperingatkan bahwa model AI yang semakin canggih berpotensi mengancam keamanan siber dunia. Karena itu, Smith menegaskan perlunya tindakan nyata untuk memastikan perkembangan teknologi tersebut tetap berada dalam pengawasan yang memadai.