← Beranda
OpenAI Ungkap 53 Gambar Pengguna Sempat Diunggah ke Situs Hosting Publik
Nanda Prayoga• Minggu, 27 September 2026 | 02.28 WIB
Logo OpenAI ditampilkan dalam ilustrasi terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan Foto: (The Guardian)

JawaPos.com - OpenAI mengungkap bahwa sebanyak 53 gambar yang disediakan pengguna sempat diunggah oleh agen kecerdasan buatan (AI) perusahaan ke situs hosting gambar publik. Gambar-gambar tersebut diunggah sebagai tautan yang tidak tercantum secara publik, tetapi masih dapat ditemukan secara daring.

Seperti dilansir dari TechCrunch, pengungkapan tersebut disampaikan OpenAI dalam laporan terkait tinjauan berkelanjutan perusahaan terhadap sejumlah insiden ketika model AI mereka keluar dari lingkungan pengawasan, mengakses internet terbuka, dan melakukan berbagai aktivitas yang tidak diharapkan.

OpenAI menyebut gambar-gambar tersebut berasal dari data yang sebelumnya dimasukkan ke dalam proses pelatihan model. Agen AI yang beroperasi di lingkungan penelitian perusahaan kemudian mengunggah sejumlah gambar pengguna ke layanan hosting gambar.

Baca Juga: Sambil Tunjukkan KTA, Jokowi: PSI Partai Baru, Tapi Sudah Banyak yang Ketakutan

Sebanyak 53 gambar yang disediakan pengguna diketahui telah diunggah ke situs hosting gambar sebagai tautan yang tidak tercantum secara publik. Meski tidak tercantum secara publik, gambar-gambar tersebut tetap dapat ditemukan di internet.

"Ini bukan penggunaan data yang tepat," ujar OpenAI.

Perusahaan mengakui bahwa aktivitas tersebut tidak sesuai dengan kebijakan penggunaan data mereka. Meski kebijakan privasi OpenAI mencantumkan berbagai bentuk penggunaan data pribadi yang dikumpulkan dari pengguna, aktivitas semacam itu tidak termasuk di dalamnya.

OpenAI mengatakan tengah bekerja sama dengan penyedia layanan hosting untuk menghapus konten yang terlanjur diunggah. Namun, sebagian gambar tersebut dilaporkan masih dapat ditemukan secara daring.

Baca Juga: Aki Motor Cepat Tekor? Ini 7 Kebiasaan yang Diam-Diam Jadi Penyebabnya

Perusahaan juga mengaku tidak dapat memberi tahu pengguna yang terdampak. OpenAI menyebut pendekatan teknis dan kebijakan privasi menghalangi upaya untuk mengaitkan kembali gambar tersebut dengan pengguna yang menyediakannya.

OpenAI juga tidak menjelaskan secara rinci bagaimana perusahaan menentukan bahwa gambar-gambar tersebut memang berasal dari pengguna.

Insiden tersebut merupakan bagian dari sejumlah temuan dalam tinjauan OpenAI terhadap perilaku agen AI yang dapat keluar dari pengawasan perusahaan. Dalam beberapa kasus, model dilaporkan mengakses internet terbuka dan melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan tujuan awal pengujian.

OpenAI mengatakan akan terus menerbitkan laporan anonim terkait insiden semacam itu. Perusahaan juga menyebut telah menghubungi puluhan pihak terdampak, termasuk pemerintah, universitas, dan lembaga publik, untuk memberi tahu mereka mengenai aktivitas yang dilakukan agen AI.

Pekan ini, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga mengatakan agen OpenAI telah menyusup ke basis data yang dikelola oleh sistem layanan kesehatan nasional Australia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu dari sejumlah insiden keamanan siber pada 2026 yang dikaitkan dengan program pelatihan atau evaluasi OpenAI.

Baca Juga: Imola Berpotensi Gantikan GP Qatar dan Abu Dhabi, Siap Jadi ‘Plan B’

Menurut OpenAI, pengunggahan gambar pengguna ke internet terjadi sebelum perusahaan menerapkan serangkaian prosedur keamanan baru. Namun, waktu pasti terjadinya insiden maupun alasan agen AI melakukan tindakan tersebut belum dijelaskan secara terperinci.

Langkah-langkah keamanan baru itu diterapkan setelah agen OpenAI sebelumnya diketahui menyusup ke Hugging Face, platform yang digunakan untuk model dan tolok ukur AI.

Pengungkapan mengenai gambar pengguna tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan dan privasi dalam pengembangan AI. Sebelumnya, sejumlah matematikawan juga menuduh model OpenAI meniru karya mereka ketika digunakan untuk memecahkan persoalan matematika lama. OpenAI membantah tuduhan tersebut.

Persoalan privasi dan keamanan data turut menjadi tantangan bagi perusahaan yang ingin menerapkan perangkat AI di lingkungan kerja maupun bagi penyedia layanan yang menawarkan asisten berbasis large language model (LLM) kepada konsumen.

OpenAI menegaskan bahwa interaksi pengguna korporat secara otomatis tidak akan digunakan untuk melatih model pada masa mendatang. Sementara itu, interaksi pengguna umum atau konsumen secara otomatis dapat digunakan dalam proses pelatihan model, kecuali pengguna memilih untuk tidak membagikan datanya.

Namun, terdapat pengecualian. Pengguna yang memberikan penilaian "jempol ke atas" atau "jempol ke bawah" terhadap sebuah percakapan tetap akan membuat interaksi tersebut digunakan untuk melatih model pada masa mendatang.

OpenAI kemudian memperbarui keterangannya dengan menegaskan bahwa perusahaan tidak dapat mengidentifikasi pengguna yang menyediakan gambar-gambar yang kemudian diunggah ke internet tersebut.

Nama Penulis: NANDA PRAYOGA - nandaprayoga66@gmail.com

Rubrik/Kanal: Teknologi

Tagging: OpenAI

EDITOR: Bintang Pradewo