JawaPos.com - Google memperluas kemampuan model kecerdasan artifisial (AI) Gemini dengan menghadirkan fitur Live Avatar pada Gemini 3.8 Live. Fitur tersebut memungkinkan AI berinteraksi melalui avatar visual yang dapat berbicara, mendengar, melihat, serta menampilkan ekspresi secara hampir waktu nyata.
Sebelumnya, Google meluncurkan Gemini 3.8 Live dan Live Extended Thinking yang diklaim sebagai model dialog langsung paling canggih miliknya. Model tersebut dirancang sebagai komponen dasar bagi pengembang dan perusahaan untuk menciptakan agen suara yang andal dan siap digunakan dalam skala produksi.
Seperti dilansir dari Engadget, pembaruan itu juga dirancang untuk membuat interaksi suara dengan Gemini terasa lebih alami. Pengguna dapat memberikan perintah secara lisan untuk menyelesaikan berbagai tugas yang lebih kompleks.
Kini, Google menambahkan kemampuan visual melalui Live Avatar. Fitur ini menggabungkan kehadiran visual yang mendekati waktu nyata (near real-time) dengan kemampuan dialog Gemini, sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan persona visual yang dinamis.
Baca Juga: Cerita Matanya Berdarah, Bang Doel Ingatkan Pelajar Tak Berlebihan Pakai HP
Dalam demonstrasi yang dibagikan Google, avatar yang ditampilkan hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari karakter yang tampak realistis hingga bergaya kartun. Avatar tersebut mampu melakukan sinkronisasi bibir secara presisi, menampilkan ekspresi wajah yang natural, serta melakukan pergantian giliran bicara secara lebih luwes.
Google menyebut kemampuan tersebut memungkinkan terciptanya percakapan multimodal yang lebih alami. Avatar tidak hanya dapat berbicara, tetapi juga menggunakan ekspresi wajah dalam berkomunikasi, sembari tetap mampu melihat dan mendengar pengguna.
Kemampuan Live Avatar juga terhubung dengan sistem penalaran Gemini. Dengan begitu, avatar dapat melakukan pemanggilan alat (tool calls) dan mengambil data dari sistem lain di latar belakang tanpa harus menghentikan percakapan yang sedang berlangsung.
Bisa Buat Avatar Kustom
Google juga menyiapkan pustaka yang berisi "beragam avatar siap pakai" untuk digunakan organisasi. Selain itu, perusahaan dapat membuat avatar kustom menggunakan gambar referensi berkualitas tinggi.
Opsi tersebut memungkinkan organisasi mempertahankan "kemiripan dengan referensi, gaya merek, atau identitas karakter." Namun, kemampuan membuat avatar kustom tersebut hanya tersedia bagi perusahaan tertentu melalui mekanisme allowlisting.
Di sisi keamanan, Google mengatakan Live Avatar dilengkapi "pengamanan ketat untuk menghormati identitas dan menjaga transparansi konten buatan AI." Setiap avatar juga akan diberi tanda air (watermark) menggunakan teknologi SynthID milik Google.
Google menyebut Live Avatar ditujukan secara khusus bagi pelanggan Gemini Enterprise. Teknologi tersebut berpotensi digunakan dalam berbagai kebutuhan bisnis, termasuk layanan pelanggan dan dukungan penjualan.
Baca Juga: Minta Maaf Soal Pernyataan Kehidupan Normal saat Karhutla, Kepala BNPB: Bukan Begitu Maksud Saya
Dengan demikian, pengguna ke depannya bisa saja berinteraksi dengan avatar AI yang tampil langsung di layar komputer maupun ponsel ketika mengakses layanan tertentu.
Meski demikian, penerimaan terhadap teknologi tersebut masih akan bergantung pada pengalaman pengguna. Terlebih, penggunaan avatar AI yang terlalu menyerupai manusia juga berpotensi menimbulkan respons beragam di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap konten berkualitas rendah yang dihasilkan AI atau AI slop.