← Beranda
Perluas Akses Digital, Indonesia-Rusia Tingkatkan Kolaborasi Satelit dan AI
Nanda Prayoga• Jumat, 25 September 2026 | 14.09 WIB
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo saat menerima Kunjungan Diplomatik Delegasi dari Utusan Kepresidenan Federasi Rusia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (23/9). (Dok. Komdigi)

 

 

JawaPos.com - Indonesia dan Rusia mulai menjajaki peluang kerja sama di bidang teknologi satelit dan kecerdasan artifisial (AI). Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi digital sekaligus memperluas pemerataan akses teknologi di Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menilai pembangunan infrastruktur digital yang merata menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang memiliki wilayah luas membuat pemerataan konektivitas menjadi salah satu tantangan dalam proses transformasi digital.

“Visi kami untuk transformasi digital juga demikian. Kami ingin membangun infrastruktur digital yang adil untuk semua orang. Indonesia adalah negara yang sangat besar,” ujar Wamen Angga dalam Courtesy Call with the Administration of the President of the Russian Federation di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

Dalam pertemuan tersebut, pihak Rusia memperkenalkan sejumlah peluang pemanfaatan teknologi satelit yang dapat dikembangkan di Indonesia. Penawaran itu antara lain mencakup sistem administrasi, perangkat penerima, hingga akses terhadap data yang dihasilkan satelit.

Delegasi Rusia menyampaikan bahwa jaringan yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut terdiri atas 98 satelit. Selain itu, perusahaan terkait disebut memiliki kemampuan meluncurkan sekitar 16 satelit setiap tahunnya.

Peluang kolaborasi juga terbuka dengan pelaku industri satelit dalam negeri, termasuk perusahaan milik negara.

“Anda juga dapat melakukan kerja sama dengan perusahaan satelit Indonesia, termasuk BUMN,” kata Wamen Angga.

Kerja sama di sektor satelit tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan kegiatan penelitian. Dalam pertemuan itu, Rusia turut menawarkan program pendidikan serta pembangunan laboratorium di Indonesia.

Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam mempelajari hingga mengoperasikan teknologi satelit.

“Untuk satelit dan komunikasi, kita memiliki beberapa lembaga untuk penelitian dan inovasi teknologi,” tutur Wamen Angga.

Di luar teknologi satelit, kedua pihak juga membahas potensi pengembangan kecerdasan artifisial atau AI. Teknologi tersebut turut dilihat dari sisi pemanfaatannya untuk sektor pendidikan serta peningkatan literasi digital di tengah masyarakat.

“Saya tertarik pada AI, juga untuk pendidikan. Literasi digital saat ini sangat penting bagi kami. Ini bukan hanya untuk para siswa, tetapi juga untuk masyarakat. Kalau kita berbicara tentang literasi digital, saya ingin sesuatu yang benar-benar diarahkan kepada masyarakat. Jadi masyarakat bukan hanya mengetahui cara menggunakan teknologi,” ungkap Wamen Angga.

Pembahasan antara Indonesia dan Rusia tersebut menjadi tahap awal untuk memetakan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Sejumlah bidang yang dibahas meliputi teknologi satelit, AI, riset dan inovasi, serta pengembangan talenta digital.

EDITOR: Estu Suryowati