JawaPos.com - Alibaba Group memperluas ambisi kecerdasan buatannya dari pengembangan model menuju pembangunan seluruh infrastruktur yang menopangnya. Raksasa teknologi Tiongkok itu memperkenalkan cip AI Zhenwu V900, menyiapkan model Qwen dengan hingga 10 triliun parameter, serta menargetkan kapasitas pusat data Alibaba Cloud global melampaui 20 gigawatt pada 2032.
Langkah itu menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perangkat lunak. Model berukuran semakin besar membutuhkan cip, pusat data, jaringan, energi, dan kapasitas komputasi yang juga terus diperluas. Alibaba menyebut model AI, cip AI, dan AI cloud sebagai tiga fondasi utama era kecerdasan mesin.
Dilansir dari South China Morning Post, Kamis (24/9/2026), Chairman Alibaba Joe Tsai mengatakan perusahaan berkomitmen membangun kemampuan AI secara menyeluruh. "Alibaba berinvestasi secara tegas dalam membangun AI full-stack agar AI bergerak dari terobosan teknologi menuju penciptaan nilai," ujarnya dalam pembukaan Apsara Conference di Hangzhou, Selasa.
CEO Alibaba Eddie Wu Yongming kemudian memaparkan peta jalan tersebut. Tim Qwen menyiapkan model Qwen 5 dengan 5 triliun hingga 10 triliun parameter untuk menangani tugas kompleks dalam waktu lebih panjang sebagai bagian dari upaya menuju artificial superintelligence (ASI) atau superinteligensi, yakni AI yang ditargetkan mampu menyamai atau melampaui kecerdasan manusia.
Baca Juga: Alibaba Qwen Salip Meta dan Google, Model AI Open-Source Tiongkok Kuasai Pengembang Global
"Seiring AI memiliki kemampuan yang semakin besar dan merambah berbagai bidang, perubahan mendasar sedang berlangsung: mesin mulai mengambil peran utama dalam proses berpikir," kata Wu.
Target tersebut sekaligus menunjukkan seberapa besar peningkatan kapasitas yang ingin dicapai Alibaba. Qwen 3.8-Max, model unggulan perusahaan saat ini, memiliki 2,4 triliun parameter dan menjadi sistem Tiongkok dengan skor tertinggi kedua dalam Artificial Analysis Intelligence Index. Sebagai pembanding, Kimi K3 milik Moonshot AI memiliki 2,8 triliun parameter dan disebut sebagai model open-weight terbesar di Tiongkok.
Rencana pengembangan Qwen yang dipresentasikan Liu Dayiheng, kepala proyek large language model Qwen di Alibaba Token Hub, mencakup Qwen 4, Qwen 4.5, dan Qwen 5. Dalam presentasinya, Liu juga menyoroti kemajuan recursive self-improvement melalui umpan balik empiris, sekaligus peningkatan kemampuan pada model suara, visi, dan multimodal.
Di sisi perangkat keras, Alibaba memperkenalkan Zhenwu V900 melalui anak usaha semikonduktornya, T-Head. Perusahaan menyebutnya "cip AI paling kuat di Tiongkok saat ini" dengan kinerja tiga kali lipat dibanding Zhenwu M890. Satu klaster dapat menghubungkan hingga 500.000 cip untuk pelatihan dan inferensi model AI terdepan. Produksi massal dan ketersediaan komersial dijadwalkan pada kuartal I 2027
T-Head juga menyiapkan V900 dengan memori bandwidth tinggi 216 gigabita dan bandwidth antarcip 1,2 terabita per detik. Pengembangan cip hingga 2028 akan berlanjut dengan Zhenwu J900, sementara lini CPU Yitian 720 dan Yitian 730 disiapkan untuk menangani tugas agentic AI.
Yitian 730 akan menjadi CPU pertama T-Head yang menggunakan mikroarsitektur buatan sendiri. Alibaba juga meluncurkan Qwen Intelligence untuk membantu produsen ponsel mengembangkan perangkat yang dapat menjalankan tugas lintas aplikasi.
Ekspansi tersebut berlangsung ketika perusahaan teknologi Tiongkok berupaya memperkuat kemampuan komputasi domestik di tengah pembatasan ekspor Amerika Serikat. Huawei pekan lalu memperkenalkan klaster komputasi Atlas 960 SuperPoD berbasis cip Ascend 960.
Alibaba memperkirakan pengiriman cip AI tahunannya akan meningkat signifikan, meski tidak menetapkan target spesifik. Perusahaan juga sebelumnya mengonfirmasi kerja sama dengan Apple untuk fitur AI pada iPhone yang dijual di Tiongkok.
Baca Juga: Alibaba Larang Karyawan Gunakan Claude Code Anthropic di Tengah Memanasnya Tech War AS-Tiongkok
Karena itu, pembangunan pusat data menjadi bagian penting dari strategi Alibaba. Perusahaan menargetkan kapasitas pusat data global Alibaba Cloud melampaui 20 gigawatt pada 2032. Alibaba juga mempercepat pembangunan infrastruktur yang membutuhkan energi besar untuk memenuhi peningkatan kebutuhan komputasi.
Dengan mengembangkan model, cip, CPU, dan pusat data secara bersamaan, Alibaba berupaya membangun rantai teknologi AI yang lebih lengkap untuk menopang perlombaan menuju superinteligensi.