← Beranda
Amazon Mendadak Blokir Muse, Agen AI Belanja Milik Meta
Nanda PrayogaRabu, 23 September 2026 | 03.11 WIB
Ilustrasi Amazon. (The Independent)

 

JawaPos.com - Persaingan perusahaan teknologi dalam mengembangkan agen kecerdasan buatan (AI) mulai merambah ke wilayah operasional platform. Amazon dilaporkan memblokir akses agen AI terbaru milik Meta, Muse, dari toko daringnya.

Seperti dilansir dari Engadget, pengguna yang mencoba memakai Muse untuk berbelanja di Amazon kini akan menemukan pesan yang menyebut akses berkelanjutan oleh agen AI yang tidak sah melanggar Ketentuan Penggunaan Amazon.

Amazon menyebut pihaknya sebelumnya telah meminta Meta secara sukarela mengecualikan situs Amazon dari jangkauan Muse. Menurut perusahaan, aplikasi pihak ketiga yang melakukan pembelian atas nama pelanggan seharusnya terbuka mengenai aktivitasnya dan menghormati keputusan platform yang menjadi tempat layanan tersebut digunakan.

"Menurut kami, sudah jelas bahwa aplikasi pihak ketiga yang menawarkan layanan pembelian atas nama pelanggan dari bisnis lain harus beroperasi secara terbuka dan menghormati keputusan penyedia layanan mengenai partisipasi mereka," ujar juru bicara Amazon.

Baca Juga: Pencarian KM Virgo Transport 8 Hari ke-10: 3 Korban Tewas Kembali Ditemukan

Meta sendiri meluncurkan Muse pada awal September 2026 sebagai agen AI pribadi yang dirancang untuk membantu pengguna mencapai berbagai tujuan secara proaktif dengan tetap mengutamakan keamanan dan privasi.

Muse dapat melakukan sejumlah tugas atas nama pengguna, termasuk mengisi formulir, mengirim surel, hingga melakukan pembelian secara daring. Untuk transaksi, agen tersebut dapat menggunakan kartu sekali pakai yang dibuat melalui layanan Link dari Stripe.

Persoalan muncul karena Amazon menilai Muse tidak mengidentifikasi dirinya sebagai agen AI ketika mengakses situs perusahaan. Amazon juga menyatakan kekhawatiran terkait aspek privasi dan keamanan, termasuk bagaimana informasi pelanggan dapat diakses dan disimpan.

Meta membantah kekhawatiran tersebut. Dalam pengumuman mengenai Muse, perusahaan menyatakan agen AI itu tidak dapat melihat kata sandi maupun metode pembayaran pengguna.

"Muse tidak memiliki akses untuk melihat kata sandi atau metode pembayaran pengguna. Kredensial apa pun yang dibagikan pengguna akan disimpan dalam penyimpanan aman, sehingga Muse dapat menggunakannya tanpa perlu melihat data tersebut—termasuk kata sandi yang diketik sendiri oleh pengguna di peramban," kata Meta.

Amazon kemudian kembali menegaskan bahwa agen AI seperti Muse seharusnya diperlakukan sama seperti aplikasi pihak ketiga lain yang melakukan transaksi atas nama pelanggan.

Baca Juga: Media TV di Gedung Putih Ogah Liput Agenda Trump usai Dibatasi

"Hal ini membantu memastikan pengalaman pelanggan yang aman, terlindungi, dan andal; ini pula cara kerja pihak lain, termasuk aplikasi pesan-antar makanan dan restoran tempat mereka mengambil pesanan, aplikasi layanan pengiriman dan toko tempat mereka berbelanja, serta agen perjalanan daring dan maskapai penerbangan tempat mereka memesan tiket untuk pelanggan," ujar juru bicara Amazon.

Amazon menilai aplikasi pihak ketiga yang bertindak sebagai agen, termasuk Muse, memiliki kewajiban yang sama. Perusahaan juga menyatakan telah meminta Meta untuk menghapus Amazon dari layanan tersebut.

Perselisihan ini menunjukkan salah satu tantangan yang mulai muncul seiring berkembangnya agen AI yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga dapat menjalankan tindakan secara langsung atas nama pengguna di berbagai layanan digital.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan