← Beranda
Perkuat Perlindungan Data di Perusahaan Indonesia untuk Hadapi Risiko Kompleks
Rian AlfiantoSenin, 21 September 2026 | 23.45 WIB
Ilustrasi kebocoran data (Dok SSL Store).

JawaPos.com - Risiko kebocoran data perusahaan di Indonesia kini tidak hanya berkaitan dengan serangan siber dari luar. Akses dan penyalahgunaan data sensitif dari lingkungan internal juga menjadi perhatian, terutama ketika perusahaan dituntut memenuhi ketentuan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap solusi yang mampu membantu perusahaan memantau, mengendalikan, dan melindungi data korporasi. Persoalan ini menjadi salah satu pembahasan dalam agenda SearchInform di Jakarta yang mempertemukan pelaku industri keamanan siber, mitra teknologi, integrator sistem, penyedia managed security services, dan pelanggan korporasi.

Founder SearchInform, Lev Matveev, mengatakan perkembangan ekonomi digital Indonesia membuat data perusahaan semakin bernilai. Pada saat yang sama, nilai tersebut diikuti risiko kebocoran, penyalahgunaan, hingga ancaman internal.

“Perkembangan ekonomi digital Indonesia yang pesat membuat data perusahaan semakin bernilai, sekaligus semakin rentan terhadap kebocoran, penyalahgunaan, dan berbagai risiko internal lainnya. Penggunaan perangkat berbasis AI yang terus meningkat juga menghadirkan risiko baru,” ujar Matveev.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi alasan perusahaan memperkuat kehadirannya di Indonesia. Dengan keberadaan permanen di Jakarta, SearchInform ingin memberikan pendampingan kepada mitra dan pelanggan, bukan hanya menyediakan perangkat lunak.

“Kehadiran kami di Jakarta memungkinkan SearchInform tidak hanya menyediakan perangkat lunak, tetapi juga memberikan dukungan berkelanjutan kepada mitra dan pelanggan di setiap tahap, mulai dari konsultasi dan pengujian hingga implementasi serta penggunaan sehari-hari,” katanya.

UU PDP ikut mendorong perhatian terhadap perlindungan data. Kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan penerapan UU PDP. Bagi perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi tidak lagi hanya menyangkut pemahaman aturan, tetapi juga bagaimana data pribadi dan data sensitif benar-benar dilindungi dalam kegiatan operasional.

Business Development Manager PT Nalela Karya Persada, Christian Perdana, mengatakan kebutuhan terhadap keamanan siber dan perlindungan data di Indonesia terus meningkat.

“Organisasi kini membutuhkan visibilitas dan kontrol yang lebih baik atas bagaimana data sensitif dan data pribadi diakses, digunakan, dibagikan, dan dilindungi. Di sinilah kami melihat relevansi yang kuat bagi SearchInform, khususnya dalam hal pencegahan kebocoran data, pengelolaan risiko internal, dan pemantauan aktivitas karyawan,” ujarnya.

 

Menurut Christian, perusahaan mulai bergerak dari sekadar memahami regulasi menuju penerapan langkah konkret untuk melindungi data.

“Kami melihat peluang ini akan terus berkembang ketika perusahaan mulai bergerak dari sekadar memahami regulasi menuju penerapan langkah-langkah nyata untuk melindungi data mereka dengan lebih baik. Bagi kami, langkah berikutnya adalah mengubah minat yang terlihat dalam acara ini menjadi peluang dan proyek yang konkret,” lanjut Christian.

Dalam agenda tersebut, Country Director SearchInform Indonesia, Mairi Herman, memaparkan pendekatan perusahaan dalam melindungi data korporasi dari risiko internal. Ia juga memperkenalkan sejumlah solusi serta model kemitraan yang ditawarkan di Indonesia.

Portofolio SearchInform mencakup Data Loss Prevention (DLP), Data-Centric Audit and Protection (DCAP), dan Security Information and Event Management (SIEM). Perusahaan juga menawarkan solusi Next-Gen DLP dengan AI Assistant terintegrasi.

Solusi tersebut diarahkan untuk membantu mitra dan pelanggan memperkuat perlindungan data, mendukung kepatuhan terhadap regulasi, serta menghadapi kebutuhan keamanan informasi di pasar Indonesia.

Lebih dari 50 perusahaan menyatakan kesiapan

Pembahasan mengenai kebutuhan keamanan informasi tersebut mendapat respons dari pelaku industri. Acara di Jakarta dihadiri lebih dari 80 profesional dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk perwakilan integrator sistem, mitra teknologi, penyedia managed security services, serta pelanggan korporasi.

Christian mengatakan diskusi dengan calon pelanggan dalam acara tersebut menunjukkan adanya minat terhadap kebutuhan perlindungan data.

“Secara keseluruhan, acara ini memenuhi ekspektasi kami. Kami melihat antusiasme yang kuat dari pasar dan menjalani sejumlah diskusi yang sangat positif dengan calon pelanggan,” ungkapnya.

 

Pada akhir acara, SearchInform menggelar diskusi individual dengan sejumlah calon mitra. Lebih dari 50 perusahaan disebut menyatakan kesiapan untuk mengintegrasikan solusi SearchInform ke dalam portofolio keamanan siber mereka dan memulai implementasi pilot bersama pelanggan utama.

Kehadiran di Jakarta menjadi bagian dari ekspansi SearchInform di Asia Tenggara. Sebelumnya, perusahaan telah membuka kantor di Ho Chi Minh City, Vietnam, dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Ke depan, perusahaan juga berencana memperluas aktivitas di Indonesia melalui forum industri, dukungan komunikasi bagi mitra, serta pelatihan rutin bagi praktisi keamanan siber dan informasi.

EDITOR: Diar Candra
Tags:digital