← Beranda
AI Berkembang Kian Cepat, Wamen Komdigi Nezar Patria Ungkap Alasan Regulasi Tak Bisa Kaku 
Nanda PrayogaJumat, 18 September 2026 | 05.41 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria. (Dok/Komdigi)

 

JawaPos.com - Pemerintah nilai regulasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) harus punya ruang beradaptasi dengan cepatnya teknologi. Ini jadi penting dalam Peta Jalan AI Nasional 5 tahun ke depan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria bilang perkembangan AI sangat dinamis. Jadi, kebijakan pemerintah tidak bisa pakai kerangka waktu panjang.

Perkembangan teknologi beberapa tahun terakhir tunjukkan kemampuan AI bisa berubah besar dalam waktu singkat. Karena itu, kebijakan harus bisa dievaluasi dan disesuaikan rutin.

“Perkembangan AI begitu cepat, pengembangan AI begitu mengejutkan sehingga kalau kita patok sampai dengan 10 tahun ke depan, mungkin kita tidak bisa melakukan perubahan-perubahan dengan cepat dalam soal regulasi,” ujar Wamen Nezar di Tangerang, dikutip Kamis (17/9).

Nezar jelaskan pemerintah pilih periode 2026–2029 untuk Peta Jalan AI Nasional. Tujuannya supaya kebijakan bisa ditinjau ulang sesuai teknologi dan risiko yang ada.

Selain peta jalan, pemerintah siapkan juga regulasi etika AI. Ini bagian dari upaya tata kelola AI yang fokus pada tanggung jawab dan perkembangan teknologi.

"Peta Jalan AI Nasional 2026–2029 dan regulasi etika AI menjadi instrumen penting untuk membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab," jelasnya.

Nezar beri contoh AI generatif yang sangat cepat berubah kemampuannya. Saat ini teknologi itu bisa buat konten seperti teks, gambar, dan suara.

Perkembangan ini juga memunculkan konsekuensi sulit diperkirakan. Proses kerja dan keputusan AI kadang sulit dijelaskan dengan transparan.

“Tidak pernah terbayangkan generatif AI itu sedahsyat ini dan memberikan banyak konsekuensi-konsekuensi yang tidak terduga, tidak terbayangkan, termasuk oleh pengembangnya sendiri,” ungkapnya.

Menurut Nezar, hal ini tunjukkan pentingnya regulasi yang tidak hanya fokus pada teknologi saat ini. Pemerintah harus siapkan kebijakan yang ikut perubahan AI dan perhatikan etika, keamanan, inklusivitas, dan kepentingan masyarakat. “Kita ingin teknologi yang inklusif, yang berdaya dan berdaulat,” tandasnya.

Nezar tambah, pengembangan AI nasional masuk ke arah luas lewat Peta Jalan Visi Indonesia Digital 2045 dan visi Indonesia Emas.

Baca Juga: Etika AI Harus Punya Kekuatan Hukum, Ini Peringatan Wamenkomdigi Nezar Patria

Lewat Peta Jalan AI Nasional, Indonesia tidak hanya jadi pengguna AI. Pemerintah ingin bangun fondasi untuk pengembangan dan pemanfaatan AI sesuai kebutuhan nasional. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan