JawaPos.com - Fujitsu Ltd. akan mulai menjual chip pemrosesan kecerdasan buatan (AI) buatan Jepang secara global pada November. Chip bernama "Monaka" tersebut dirancang untuk meningkatkan kinerja pemrosesan AI sekaligus menekan konsumsi energi, di tengah dominasi perusahaan Amerika Serikat di pasar chip AI.
Dilansir dari Kyodo, Selasa (15/9), Fujitsu juga akan menjual server buatan Jepang yang dilengkapi chip Monaka di Jepang dan Eropa. Langkah tersebut dilakukan ketika Amerika Serikat dan Tiongkok semakin gencar mengembangkan serta mengamankan teknologi terkait AI, termasuk untuk kebutuhan militer.
Perusahaan telekomunikasi dan komputer asal Jepang itu melihat permintaan terhadap produk buatan Jepang yang dinilai lebih dapat diandalkan dari sisi keamanan semakin meningkat di Eropa. Karena itu, Fujitsu berencana menawarkan solusi terintegrasi mulai dari semikonduktor hingga server.
Saat ini, chip AI sebagian besar menggunakan graphics processing unit (GPU), dengan Nvidia Corp. menjadi perusahaan yang mendominasi pasar tersebut.
Namun, GPU membutuhkan listrik dalam jumlah besar untuk menjalankan pemrosesan AI. Fujitsu mengatakan Monaka memiliki keunggulan dalam kinerja pemrosesan dan efisiensi energi untuk proses yang disebut inference, yakni ketika AI menghasilkan jawaban berdasarkan informasi yang telah dipelajarinya.
Teknologi Monaka dikembangkan berdasarkan teknologi yang digunakan pada Fugaku, superkomputer andalan Jepang.
Menurut Fujitsu, Monaka menawarkan kinerja pemrosesan hingga dua kali lipat dibandingkan CPU pesaing. Chip tersebut juga diklaim mampu memangkas hingga setengah jumlah server dan konsumsi listrik yang dibutuhkan untuk menangani beban pemrosesan yang sama.
Diproduksi di Taiwan, Dirancang di Jepang
Produksi Monaka akan dialihdayakan kepada Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC). Fujitsu juga mempertimbangkan untuk menggunakan perusahaan pembuat chip Jepang Rapidus Corp. sebagai produsen Monaka pada masa mendatang.
Fujitsu menargetkan chip tersebut untuk penyedia layanan cloud serta pelanggan lainnya di Amerika Serikat dan Asia.
Selain chip, server yang dilengkapi Monaka akan dirancang dan dikembangkan di Jepang. Proses produksinya akan dilakukan di pabrik Fujitsu di Prefektur Ishikawa.
Penjualan server tersebut juga dimulai pada November. Namun, pengiriman kepada pelanggan di Jepang dan Eropa baru akan dimulai pada April tahun depan.
Fujitsu juga akan memperkenalkan sistem yang dapat melacak asal komponen serta riwayat pembuatannya. Sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi rantai pasok produk.
Saat ini, Fujitsu tengah berdiskusi dengan sekitar 40 perusahaan terkait kemungkinan penerapan sistem tersebut. Perusahaan-perusahaan yang diajak berdiskusi mencakup sektor keuangan dan telekomunikasi.
Melalui Monaka dan server berbasis chip tersebut, Fujitsu berupaya memperluas kehadirannya di pasar AI global yang hingga kini masih didominasi perusahaan-perusahaan luar negeri.