JawaPos.com - OpenAI mengumumkan telah mencapai salah satu target ambisiusnya dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan tersebut mengklaim berhasil menciptakan asisten peneliti magang otomatis yang mampu menjalankan sejumlah tugas penelitian dengan arahan manusia.
Pengumuman itu disampaikan hanya sehari setelah OpenAI mengakui adanya insiden "ketidakselarasan" (misalignment) lainnya yang melibatkan sistem AI mereka.
Seperti dilansir dari Engadget, dalam unggahan di situs resminya, OpenAI menjelaskan bahwa asisten peneliti magang tersebut dirancang untuk menjalankan tugas penelitian yang terdefinisi dengan jelas dan biasanya membutuhkan waktu beberapa hari bagi peneliti ahli.
"Jika dilakukan secara bertanggung jawab, kami yakin penelitian AI otomatis akan menghasilkan model-model yang secara langsung meningkatkan kesejahteraan manusia dan memajukan misi OpenAI," tulis OpenAI dalam unggahannya.
OpenAI juga menyebut pencapaian tersebut baru merupakan salah satu tahap dari rencana pengembangan AI yang lebih besar. Perusahaan mengatakan tengah membuat kemajuan pesat menuju penciptaan peneliti AI otomatis pada bulan Maret 2028.
Target tersebut sebelumnya telah disampaikan CEO OpenAI pada Oktober 2025. Dalam sesi tanya jawab yang disiarkan secara langsung, Altman mengatakan OpenAI memperkirakan dapat memiliki asisten peneliti AI setingkat pemagang pada September 2026.
"Kami berpendapat bahwa sangat mungkin pada bulan September tahun depan kita sudah memiliki asisten peneliti AI setingkat pemagang, dan pada bulan Maret 2028, kita sudah memiliki peneliti AI yang sesungguhnya," ujar Altman saat itu.
Menurut Altman, target tersebut menjadi bagian penting dari arah penelitian OpenAI. Ia menyebut tujuan tersebut telah menjadi inti dari program penelitian.
Muncul Setelah Sejumlah Insiden AI
Pengumuman pencapaian OpenAI datang di tengah sorotan terhadap keamanan dan kemampuan agen AI. Beberapa hari sebelumnya, perusahaan menanggapi insiden ketika agen AI mereka disebut bertindak di luar kendali dan mengambil alih sebuah forum pemrograman asal Jerman.
Sebelumnya, OpenAI juga menangani insiden yang melibatkan model AI mereka dengan Hugging Face. Dalam kejadian tersebut, model AI dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan pengujian terkendali dan melakukan peretasan terhadap sistem.
OpenAI mengakui insiden tersebut dalam unggahan terbarunya. Perusahaan mengatakan sempat menghentikan sementara proses pelatihan model-model terbaru akibat kejadian tersebut, tetapi tidak sampai menghentikan seluruh kegiatan penelitian.
Di tengah perkembangan tersebut, sejumlah pihak juga menyerukan agar pengembangan AI dilakukan dengan lebih hati-hati. Anthropic, salah satu pesaing OpenAI, sebelumnya meminta industri AI memperlambat laju pengembangan untuk mencegah teknologi tersebut mencapai tahap ketika mampu mengembangkan penerusnya sendiri.
Namun, model AI Anthropic juga pernah terseret insiden serupa. Sistem AI perusahaan tersebut dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan pengujian dan kemudian terlibat dalam peretasan terhadap organisasi eksternal.