← Beranda
Kenali Fitur Baru WeatherNext 3, Model Cuaca AI Terbaru Google
Nanda PrayogaSenin, 7 September 2026 | 21.01 WIB
Ilustrasi penggunaan Google AI Search. (Google)

JawaPos.com - Google DeepMind memperkenalkan WeatherNext 3, model prakiraan cuaca berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membawa sejumlah peningkatan dibanding generasi sebelumnya. Model terbaru ini dirancang untuk menghasilkan informasi cuaca yang lebih detail dengan peningkatan akurasi pada sejumlah parameter.

WeatherNext 3 dapat memprediksi berbagai kondisi atmosfer, mulai dari suhu, kelembapan, kecepatan angin, curah hujan, hingga radiasi matahari. Kemampuan tersebut membuat model ini tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan informasi cuaca sehari-hari, tetapi juga sektor yang membutuhkan prakiraan lebih presisi.

Seperti dilansir dari Engadget, salah satu sektor yang dapat memanfaatkan kemampuan WeatherNext 3 adalah industri energi terbarukan. Informasi cuaca yang lebih detail dapat digunakan untuk memperkirakan produksi listrik dari pembangkit tenaga angin maupun surya.

Dibandingkan versi sebelumnya, WeatherNext 3 memiliki kemampuan memprediksi kecepatan angin pada ketinggian 100 meter. Ketinggian tersebut kurang lebih setara dengan posisi turbin angin sehingga data yang dihasilkan dapat membantu memperkirakan potensi produksi energi angin dengan lebih akurat.

Untuk pembangkit listrik tenaga surya, WeatherNext 3 juga membawa data beresolusi tinggi mengenai tutupan awan dan radiasi matahari. Informasi tersebut dapat membantu operator menyesuaikan operasional pembangkit berdasarkan kondisi cuaca yang diperkirakan.

Resolusi Prakiraan Lebih Detail

Salah satu peningkatan paling signifikan pada WeatherNext 3 terdapat pada resolusi prakiraannya. Model ini mampu menghasilkan prakiraan per jam dengan kisi berukuran 5 x 5 kilometer.

Kemampuan tersebut menjadi peningkatan dibandingkan WeatherNext 2 yang menggunakan kisi berukuran 25 x 25 kilometer. Dengan ukuran kisi yang lebih kecil, WeatherNext 3 dapat memberikan gambaran kondisi cuaca pada wilayah yang lebih spesifik.

Peningkatan resolusi tersebut juga didukung oleh perubahan pada sumber data yang digunakan dalam proses pelatihan model. WeatherNext 3 tidak hanya mengandalkan data dari model prediksi cuaca numerik yang biasanya diperbarui dengan jeda sekitar enam jam.

 

DeepMind menggabungkan data satelit secara langsung dengan sistem tersebut. Kombinasi ini memberikan model "gambaran atmosfer yang kaya dan terus diperbarui" untuk menghasilkan prakiraan.

Model terbaru tersebut juga dapat memanfaatkan data dari berbagai stasiun cuaca. Fitur ini penting untuk memprediksi variabel seperti kelembapan yang dapat berubah secara signifikan meskipun lokasi pengukurannya hanya berjarak sekitar satu kilometer.

Prediksi Hujan dan Salju Lebih Akurat

Peningkatan WeatherNext 3 juga terlihat pada kemampuannya memprediksi curah hujan. Google DeepMind menggabungkan data curah hujan dari NASA dengan analisis satelit milik Google untuk meningkatkan kemampuan model dalam memperkirakan fenomena cuaca seperti hujan dan salju.

DeepMind mengklaim WeatherNext 3 dapat menghasilkan prakiraan curah hujan hingga 50 persen lebih akurat. Peningkatan tersebut terutama terlihat di wilayah yang sebelumnya memiliki tingkat keandalan prakiraan relatif rendah.

Dengan kemampuan tersebut, WeatherNext 3 dapat membantu berbagai aktivitas yang membutuhkan informasi kondisi cuaca secara lebih presisi. Prediksi curah hujan yang lebih akurat menjadi penting ketika perubahan cuaca perlu diantisipasi dengan cepat.

Bakal Terintegrasi ke Layanan Google

 Selain membawa peningkatan teknis, WeatherNext 3 juga akan digunakan dalam sejumlah layanan Google. Model tersebut akan mendukung fitur informasi cuaca di Google Search, aplikasi Gemini, dan Google Maps.

Teknologi ini juga akan tersedia melalui Google Maps Weather API dan Google Earth Engine. Dengan demikian, pengembang serta organisasi dapat memanfaatkan informasi yang dihasilkan WeatherNext 3 untuk kebutuhan mereka.

 

Google turut menyediakan akses bagi pengguna yang ingin bereksperimen dengan kemampuan model tersebut melalui Weather Lab.

Sementara itu, generasi pertama WeatherNext telah tersedia sebagai perangkat lunak sumber terbuka sejak Agustus 2026. Ketersediaan tersebut memberikan kesempatan bagi pengembang untuk mengeksplorasi dan membangun aplikasi berbasis model prakiraan cuaca Google.

 

EDITOR: Diar Candra