← Beranda
Project Zenith Bawa Windows 11 Baru, Bikin Kerja Coding Lebih Lancar
Nanda PrayogaSabtu, 5 September 2026 | 13.16 WIB
Ilustrasi logo Microsoft. (The Guardian)

 JawaPos.com - Microsoft memperkenalkan Project Zenith. Windows baru yang dirancang untuk memberikan lingkungan kerja lebih bersih, minim gangguan, dan siap digunakan untuk kebutuhan pemrograman. Sistem ini ditujukan khusus bagi perangkat keras pengembang berperforma tinggi yang memiliki RAM 64 GB serta bandwidth memori besar.

Seperti dilansir dari Engadget, project Zenith untuk tahap awal akan tersedia pada mini-desktop berbasis Ryzen AI Halo dari AMD. Microsoft menyebut perangkat lain kemungkinan akan menyusul kemudian.

Kehadiran Project Zenith tampaknya tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan menjalankan kecerdasan buatan (AI) secara lokal. Selain menawarkan lingkungan Windows yang lebih sederhana, sistem ini dirancang untuk mendukung pengembang yang ingin menjalankan model AI langsung di perangkat tanpa bergantung sepenuhnya pada layanan berbasis cloud.

CVP Windows Platform Microsoft Logan Ayer mengatakan Project Zenith memungkinkan pengembang menjalankan model dengan lebih dari 30 miliar parameter secara lokal tanpa batasan penggunaan. Tujuan Microsoft adalah memangkas sejumlah elemen Windows yang dianggap tidak diperlukan pengembang sehingga pengalaman penggunaan menjadi lebih sederhana dan mendekati lingkungan Linux.

Project Zenith juga akan dibekali berbagai alat dan runtime untuk sejumlah bahasa pemrograman yang telah terpasang sejak awal. Microsoft turut mengubah sejumlah pengaturan Windows agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengembang.

Misalnya, ekstensi file lengkap dan file tersembunyi akan ditampilkan secara default. Dengan demikian, pengguna tidak perlu mengubah pengaturan tersebut secara manual setelah memasang sistem.

"Project Zenith tidak bertujuan untuk memaksakan satu alur kerja tertentu," tulis Ayer dalam unggahan blog Microsoft.

"Anda tetap bisa mengonfigurasi, memperluas, dan mempersonalisasi lingkungan kerja Anda menggunakan alat, bahasa, dan framework pilihan Anda. Tujuannya adalah memulai dari basis yang lebih baik—yang dibentuk berdasarkan pengaturan dan alat yang paling sering digunakan pengembang—sehingga perangkat baru dapat mendukung Anda dalam mempercepat alur kerja."

 

 

Windows 11 Lebih Bersih, tetapi Masih Terbatas

Langkah Microsoft membuat Windows lebih efisien tentu menjadi kabar positif bagi pengembang. Terlebih, perusahaan sebelumnya juga telah mengumumkan upaya mengurangi sejumlah integrasi AI Copilot yang dianggap terlalu dipaksakan di Windows.

Namun, Project Zenith memiliki satu persoalan besar, yakni ketersediaannya yang untuk saat ini dibatasi pada perangkat keras pengembang dengan spesifikasi tinggi.

Persyaratan RAM 64 GB juga berpotensi menjadi kendala tersendiri. Terlebih, industri komputer saat ini tengah menghadapi lonjakan harga memori atau yang kerap disebut sebagai "RAMaggedon".

Kondisi tersebut membuat gagasan mengenai Windows yang lebih ringan dan bersih terasa sedikit ironis jika pengalaman tersebut justru membutuhkan perangkat dengan kapasitas RAM yang sangat besar.

Bagi pengembang independen, kehadiran Windows dengan lebih sedikit aplikasi dan layanan yang tidak diperlukan tentu menarik. Namun, mereka harus menunggu apakah Microsoft nantinya akan memperluas Project Zenith ke lebih banyak perangkat dengan spesifikasi yang lebih terjangkau.

EDITOR: Diar Candra