← Beranda
Dorong Kreator Digital Lebih Adaptif, Raih Digital Creative Excellence Award 2026
Dinarsa KurniawanJumat, 4 September 2026 | 23.51 WIB
Hisnul Muhaimun mengatakan, kreator perlu memahami karakter audiens sebelum menentukan arah konten untuk membantu menghasilkan materi lebih relevan sekaligus membangun identitas akun. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Perkembangan industri kreatif digital membuka peluang baru bagi para kreator untuk membangun karya sekaligus mengembangkan aktivitasnya secara profesional.

Di tengah perubahan teknologi dan perilaku audiens yang cepat, kemampuan membaca tren serta mengelola konten menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang kreator.

“Pengembangan akun perlu dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi,” ujar Hisnul Muhaimin.

Menurut Hisnul, kreator perlu memahami karakter audiens sebelum menentukan arah konten. Langkah tersebut membantu kreator menghasilkan materi yang lebih relevan sekaligus membangun identitas akun.

“Jumlah pengikut memang penting, tetapi kualitas konten dan pemahaman audiens juga harus diperhatikan,” katanya.

Ia menyebut perencanaan konten menjadi salah satu fondasi dalam mengembangkan akun kreator. Produksi konten yang konsisten perlu diikuti evaluasi terhadap respons audiens dan performa setiap konten.

“Dari evaluasi itu, kreator bisa mengetahui konten mana yang mendapat respons baik dan mana yang perlu diperbaiki,” jelas Hisnul.

Pengalaman tersebut turut diperoleh Hisnul melalui aktivitasnya di industri kreatif. Ia berkecimpung dalam fotografi, videografi, teknologi drone, penyuntingan video, hingga produksi konten digital.

“Pengalaman di lapangan banyak memberikan pembelajaran yang bisa dibagikan kepada kreator lain,” ujarnya.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital membuat kreator harus memiliki kemampuan beradaptasi. Perubahan algoritma, tren konten, hingga pola konsumsi audiens membuat strategi yang digunakan saat ini belum tentu relevan dalam jangka panjang.

“Platform terus berubah. Kreator juga harus mau belajar dan menyesuaikan diri,” kata Hisnul.

Aktivitas edukasi tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif digital, khususnya di tingkat lokal. Ia membagikan pemahaman mengenai perencanaan konten, identitas akun, pengenalan audiens, evaluasi performa, hingga pemanfaatan teknologi.

“Tujuannya agar kreator punya arah yang jelas ketika mengembangkan akunnya,” tuturnya.

Kontribusi Hisnul mendapat apresiasi melalui Digital Creative Excellence Award 2026. Penghargaan dari Official Community Anak Kekinian Situbondo itu diserahkan di Hotel Wisda Rengganis Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (28/7/2026).

“Penghargaan ini menjadi pengingat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas karya,” ujar Hisnul.

Ketua Official Community Anak Kekinian Situbondo Mahrus mengatakan, kontribusi Hisnul menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian penghargaan tersebut.

“Hisnul menghadirkan inovasi melalui karya visual dan ikut mendorong ekosistem industri kreatif digital di Situbondo,” kata Mahrus.

Menurut Mahrus, aktivitas Hisnul memiliki keterkaitan dengan kebutuhan kreator dan pelaku usaha terhadap produksi visual. Kompetensi di bidang fotografi, videografi, drone, dan penyuntingan video dinilai memberikan nilai tambah bagi perkembangan industri kreatif lokal.

“Layanan produksi visual yang dikembangkan juga membantu kreator dan pelaku usaha mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Hisnul berharap semakin banyak talenta muda memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghasilkan karya. Ia menilai peluang di sektor kreatif digital masih terbuka luas, terutama dengan semakin beragamnya platform dan kebutuhan terhadap konten visual.

“Industri kreatif punya peluang besar. Saya berharap semakin banyak talenta muda berani berkarya dan berinovasi,” kata Hisnul.

Baca Juga: Industri Kreatif Digital Indonesia Tumbuh, Brand dan Kreator Perkuat Sinergi

Ke depan, edukasi mengenai pengembangan akun kreator akan tetap menjadi bagian dari aktivitas Hisnul. Proses tersebut mencakup pembelajaran mengenai produksi konten, pemahaman audiens, evaluasi performa, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi digital. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan