JawaPos.com - Platform media sosial X tengah menyelidiki lonjakan permintaan pengaturan ulang kata sandi yang diterima sejumlah penggunanya. Fenomena ini mencuat setelah banyak pengguna melaporkan mendapatkan email reset password meski tidak pernah meminta perubahan kata sandi.
Pihak X menduga aksi tersebut berkaitan dengan upaya pihak tidak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan momentum setelah layanan pembayaran X Money diluncurkan secara lebih luas. Meski demikian, perusahaan mengaku belum menemukan bukti adanya peretasan yang berhasil menembus sistem.
Seperti dilansir dari TechCrunch, insinyur produk X, Mridul Singhai, menyampaikan bahwa perusahaan sedang menangani laporan mengenai permintaan pengaturan ulang kata sandi yang terjadi secara massal.
Baca Juga: Putin Murka, Sebut Jepang Penyebab Hubungan Memburuk
"Para penyerang tampaknya meyakini bahwa, kini setelah @XMoney tersedia secara luas, mereka dapat memperoleh akses tidak sah ke akun-akun pengguna," tulisnya.
"Kami sedang menyelidiki masalah ini secara aktif dan, sejauh ini, belum menemukan bukti adanya pelanggaran keamanan. Kami memohon maaf atas banyaknya email yang masuk dan menghargai kesabaran Anda sementara kami berupaya menyelesaikan masalah ini,” imbuhnya.
X Money sendiri merupakan layanan pembayaran yang baru diperkenalkan oleh X. Layanan tersebut menawarkan sejumlah fitur finansial, termasuk kartu bank, serta ditujukan untuk mendukung transaksi di dalam ekosistem platform.
Kehadiran layanan keuangan ini juga membuka peluang baru bagi para kreator untuk menerima pembayaran melalui X. Di sisi lain, pengembangan X Money menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas aktivitas ekonomi digital di dalam platformnya.
Namun, layanan yang berkaitan dengan transaksi finansial juga berpotensi menarik perhatian pelaku kejahatan siber. X menduga lonjakan permintaan pengaturan ulang kata sandi tersebut mungkin menjadi salah satu upaya untuk mendapatkan akses ke akun pengguna.
Baca Juga: Iran Balas Serangan Amerika Serikat dengan Rudal dan Drone ke Sejumlah Negara Timur Tengah
Hingga saat ini, X belum memberikan penjelasan lebih lanjut melalui akun resmi perusahaan. Pihak perusahaan juga belum menyampaikan respons terkait pertanyaan mengenai insiden tersebut.
Meski belum ada konfirmasi mengenai kebocoran atau pembobolan sistem, penasihat hukum umum X, James Burnham, menegaskan bahwa perusahaan akan mengambil langkah terhadap pihak yang terbukti berusaha menjadikan pengguna sebagai sasaran.
"Tim hukum dan keamanan @X akan melakukan segala upaya untuk mengidentifikasi, melacak, dan menuntut secara pidana siapa pun, baik di Bumi maupun di luar Bumi, yang mencoba menjadikan pengguna platform kami sebagai korban,” ungkapnya.
Di tengah munculnya laporan tersebut, pengguna X juga mulai saling mengingatkan untuk meningkatkan keamanan akun. Salah satu langkah yang disarankan adalah mengaktifkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA).
Baca Juga: 7 Kisah Tersembunyi Freddie Mercury yang Terungkap Lewat Kesaksian Mary Austin Sang Mantan Kekasih
Chatbot berbasis AI milik X, Grok, turut merespons sejumlah unggahan mengenai masalah tersebut. Grok memberikan panduan kepada pengguna untuk mengaktifkan fitur keamanan tambahan sekaligus menjelaskan bahwa pelaku diduga memicu formulir pengaturan ulang kata sandi dalam jumlah besar dengan memanfaatkan nama pengguna yang tersedia secara publik.
"Tidak ada pembobolan sistem atau pengambilalihan massal yang terkonfirmasi," ujar bot AI tersebut.