JawaPos.com — Upaya mempercepat pemerataan akses listrik membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak, mulai dari pengelola infrastruktur kelistrikan, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.
Untuk memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya tersebut, Listrik Indonesia kembali menggelar Nusantara Electrification Award (NEA) 2026 pada 30 Oktober 2026 di Jakarta.
NEA 2026 menjadi bentuk apresiasi kepada General Manager, Manager, dan unit-unit kerja di lingkungan PLN yang dinilai memiliki kontribusi dalam mendukung pengembangan sektor kelistrikan. Penghargaan juga ditujukan kepada pimpinan daerah dan perusahaan swasta yang turut berkontribusi dalam mempercepat elektrifikasi nasional.
Baca Juga: Jajal New XPENG X9, MPV Listrik Bongsor Ini Mampu Lewati Jalan Sempit dan Parkir Otomatis
Managing Director Listrik Indonesia, Irwadhi Marzuki, mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap pihak-pihak yang berperan dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus memperluas akses listrik di Indonesia.
“Kami memandang bahwa komitmen dan kontribusi untuk mewujudkan ketahanan energi dan pemerataan akses lisrik ke seluruh Indonesia perlu diberikan apresiasi,” ujar Irwadhi.
Menurut Irwadhi, tantangan elektrifikasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan, inovasi, efisiensi operasional, serta komitmen terhadap keberlanjutan. Karena itu, kontribusi para pemangku kepentingan di sektor kelistrikan perlu mendapat ruang untuk diapresiasi sekaligus menjadi contoh bagi pihak lain.
Apresiasi tersebut, lanjutnya, didasarkan pada sejumlah aspek seperti visi, kepemimpinan, dedikasi, inovasi, dan kerja keras dalam mendukung upaya menerangi berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Bahlil Naikkan Target Pasang Listrik Gratis Jadi 500 Ribu Rumah Tangga di 2027
Angkat Inovasi hingga Energi Terbarukan
Mengusung tema Accelerating Electrification for the Nation, NEA 2026 menyiapkan sejumlah kategori yang mencerminkan tantangan dan arah perkembangan sektor kelistrikan nasional.
Beberapa kategori yang disiapkan Dewan Pakar dan Sidang Redaksi Listrik Indonesia antara lain Visionary Electrification Leadership, Operational Excellence & Electrification Innovation, Sustainability & Environmental Impact, serta Strategic Renewable Energy Leadership.
Kategori tersebut mencakup aspek kepemimpinan, inovasi dalam operasional kelistrikan, keberlanjutan lingkungan, hingga strategi pengembangan energi terbarukan. Dengan demikian, penghargaan tidak hanya melihat pencapaian dari sisi operasional, tetapi juga upaya menghadirkan inovasi dan keberlanjutan dalam sektor energi.
“Penghargaan NEA ini tidak hanya sekadar apresiasi biasa. Tapi NEA 2026 akan mampu memperkuat citra dan reputasi profesional bagi instansi dan perorangan khususnya di sektor kelistrikan nasional,” ucap Irwadhi.
Selain memberikan penghargaan, penyelenggaraan NEA 2026 juga diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pemangku kepentingan kelistrikan. Regulator, pimpinan unit kerja, pemerintah daerah, dan pelaku usaha akan berada dalam satu momentum untuk membuka peluang kolaborasi dan pertukaran gagasan.
Baca Juga: IEEFA: Program Surya 100 GWp Presiden Prabowo Kunci Turunkan Biaya Listrik Nasional
Menurut Irwadhi, pertemuan tersebut dapat membuka peluang business networking sekaligus mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan kelistrikan nasional.
Melalui NEA 2026, Listrik Indonesia berharap kontribusi para penggerak sektor kelistrikan tidak hanya mendapatkan pengakuan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya inovasi dan kolaborasi baru untuk mempercepat elektrifikasi di Indonesia.