JawaPos.com - Seiring dengan transformasi digital di sektor maritim, konektivitas kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi.
Kehadirannya menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi, memperkuat keselamatan pelayaran, serta memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas operasional kapal.
"Industri maritim memiliki karakteristik yang sangat dinamis. Kapal terus bergerak dan beroperasi di wilayah yang tidak selalu dapat dijangkau jaringan terestrial," ujar Direktur Komersial Telkomsat Andri Yunianto di Jakarta.
Baca Juga: Wamenkomdigi Nezar Buka-bukaan Dampak AI ke Pekerja Indonesia: Harus Bersiap dari Sekarang
Menurut Andri, tersedianya akses komunikasi selama pelayaran dapat memberikan nilai tambah bagi pengelola armada.
Koordinasi antara kapal dan pusat operasional dapat dilakukan dengan lebih responsif, informasi dapat disampaikan secara berkala, sementara pengambilan keputusan dapat didukung oleh kondisi perjalanan yang lebih aktual.
Bagi awak kapal, akses komunikasi juga dapat menghadirkan pengalaman pelayaran yang lebih nyaman.
Baca Juga: Instagram Rilis Fitur First Draft, Bikin Reels Bisa jadi dalam Hitungan Detik
Perjalanan yang berlangsung selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, membuat kebutuhan untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi menjadi semakin relevan.
Telkomsat melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk terus memperkuat layanan digital di sektor maritim.
Melalui pemanfaatan teknologi satelit, Telkomsat menghadirkan konektivitas yang dapat mendukung mobilitas kapal serta memberikan pengalaman akses internet berkecepatan tinggi selama pelayaran.
Dengan perangkat yang dirancang lebih praktis dan layanan yang dapat mendukung aktivitas kapal di berbagai wilayah operasional.
Solusi tersebut membuka peluang baru bagi perusahaan untuk menghadirkan lingkungan kerja di atas kapal yang semakin terkoneksi.
Pemanfaatannya dapat mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi operasional, akses aplikasi berbasis cloud, pertukaran data antara kapal dan pusat kendali, pemantauan armada, hingga kebutuhan komunikasi awak kapal selama menjalankan perjalanan.
Baca Juga: Investor Industri Baterai Bisa Kabur, Regulasi RI Dinilai Belum Memberi Kepastian
Solusi tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan berbagai segmen industri, mulai dari perusahaan pelayaran, sektor perikanan, energi dan pertambangan, kapal pendukung operasional, hingga pelaku usaha yang membutuhkan akses komunikasi selama berada di laut.
"Bagi kami, menghadirkan konektivitas di atas kapal bukan sekadar menyediakan akses internet. Nilai yang ingin kami berikan adalah bagaimana teknologi tersebut dapat membantu pelanggan menjaga produktivitas, meningkatkan kualitas operasional, serta menciptakan pengalaman pelayaran yang lebih aman dan nyaman," tambah Andri.