JawaPos.com - Perkembangan teknologi drone di Indonesia semakin meluas. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai alat dokumentasi udara, kini pesawat nirawak (UAV) mulai dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari pertanian, pemetaan, surveillance, hingga sektor pertahanan.
Tren tersebut terlihat dalam gelaran Indonesia Drone Expo (IDE) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), 11–13 Agustus. Salah satu yang mencuri perhatian adalah inovasi yang dibawa Frogs Indonesia melalui drone untuk kebutuhan pembersihan industri (cleaning) serta lini drone pertahanan.
Frogs Indonesia memperkenalkan Nakula Series, drone yang dikembangkan untuk pekerjaan industrial cleaning dan pemeliharaan aset. Drone ini ditujukan untuk membantu pekerjaan pembersihan pada area yang sulit dijangkau, seperti fasad gedung bertingkat maupun struktur industri lainnya.
Nakula Series dibekali sistem pompa dengan kapasitas hingga 10 liter per menit. Perangkat tersebut juga dilengkapi sensor LiDAR 360 derajat dan terrain radar untuk mendukung navigasi saat beroperasi di sekitar bangunan maupun permukaan objek.
Chief Technology Frogs Indonesia Rahman mengatakan, pengembangan Nakula Series mengacu pada teknologi drone cleaning yang telah lebih dulu diterapkan di sejumlah negara. Menurut dia, teknologi tersebut kemudian disesuaikan dengan kebutuhan operasional di Indonesia.
"Teknologi drone cleaning sebenarnya sudah mulai diterapkan di beberapa negara. Kami melihat teknologi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia, terutama dari sisi desain, sistem cleaning, serta kondisi operasional di lapangan," kata Rahman, Kamis (13/8).
Selain sektor industri, Frogs Indonesia juga menampilkan berbagai drone untuk kebutuhan pertahanan. Produk yang dipamerkan meliputi mortar dropper, kamikaze drone, dan interceptor drone, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.
Mortar dropper dirancang membawa dan melepaskan muatan mortar dari udara. Sementara kamikaze drone dikembangkan untuk membawa muatan dalam misi serangan terhadap sasaran tertentu. Adapun interceptor drone dipersiapkan untuk menghadapi ancaman drone lain sebagai bagian dari pengembangan teknologi Counter-Unmanned Aerial System (C-UAS).
Lini drone pertahanan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung IDE 2026. Banyak pengunjung mendatangi stan Frogs Indonesia untuk melihat langsung kemampuan dan konsep pengembangan teknologi tersebut.
Sementara itu, CEO Frogs Indonesia Adhitya Chandra mengatakan, pengembangan berbagai produk UAV merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas pemanfaatan drone sesuai kebutuhan di berbagai sektor.
"Kami ingin teknologi drone yang dikembangkan Frogs Indonesia tidak berhenti pada kemampuan terbang, tetapi memiliki fungsi yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan di lapangan. Termasuk di sektor pertahanan, kami melihat ada peluang besar untuk terus mengembangkan teknologi UAV yang dapat mendukung kebutuhan nasional," tutur Adhitya.
Selain drone cleaning dan pertahanan, Frogs Indonesia juga menghadirkan Sekar Agri untuk sektor pertanian serta Palapa S1 yang ditujukan bagi kebutuhan surveillance dan pemetaan. (mim)