← Beranda
Jeff Bezos Kucurkan Miliaran Dolar dari Amazon ke Antariksa, Blue Origin Kini Bernilai USD 130 Milia
Mellyna Putri DiniarKamis, 6 Agustus 2026 | 22.33 WIB
Jeff Bezos, pendiri Amazon dan Blue Origin (Barchart)

 

JawaPos.com - Jeff Bezos punya cara berbeda dalam menggunakan kekayaan yang diperolehnya dari Amazon. Sejak mendirikan Blue Origin pada 2000, dia secara bertahap menjual saham Amazon untuk membiayai perusahaan antariksa tersebut. Bagi Bezos, Blue Origin bukan sekadar investasi baru, melainkan proyek jangka panjang yang ingin membawa aktivitas manusia lebih jauh dari Bumi.

Dalam wawancara dengan CEO Axel Springer Mathias Döpfner pada 2018, Bezos menjelaskan alasan di balik langkahnya mengalihkan kekayaan dari Amazon ke Blue Origin.

"Satu-satunya cara yang saya lihat untuk mengerahkan sumber daya finansial sebesar ini adalah mengubah keuntungan saya dari Amazon menjadi perjalanan antariksa. Pada dasarnya, itulah yang saya lakukan," kata Bezos.

"Blue Origin cukup mahal untuk dapat menggunakan kekayaan tersebut. Saat ini, saya menjual sekitar USD 1 miliar saham Amazon per tahun untuk mendanai Blue Origin dan saya berencana terus melakukannya untuk waktu yang lama," lanjutnya.

Baca Juga: Jeff Bezos dan Pemerintah Inggris Danai Startup AI CuspAI Bernilai Rp 48,2 Triliun untuk Ubah Rantai Pasok Industri Cip

Dilansir dari Barchart, Kamia (6/8/2026), Bezos menjalankan rencana itu selama bertahun-tahun. Dia bahkan menyebut Blue Origin sebagai "pekerjaan terpenting yang saya lakukan", karena melihat perusahaan tersebut sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memperluas masa depan umat manusia di luar Bumi.

Hampir satu dekade setelah pernyataan itu, nilai dana yang telah dikucurkan Bezos menunjukkan besarnya taruhan tersebut. Perkiraan industri menyebut Bezos telah menginvestasikan sekitar USD 28 miliar hingga USD 30 miliar atau sekitar Rp 503,2 triliun hingga Rp 539,1 triliun, dengan kurs Rp 17.970 per dolar AS, ke Blue Origin hingga pertengahan 2026. Angka itu sejalan dengan kebiasaannya menjual saham Amazon sekitar USD 1 miliar setiap tahun, meski beberapa penjualan bernilai lebih besar ketika harga saham Amazon meningkat.

Selama bertahun-tahun, Bezos menjadi sumber dana utama Blue Origin. Berbeda dengan banyak perusahaan rintisan yang mengandalkan investor sejak awal, perusahaan antariksa tersebut dapat berkembang dengan dukungan kekayaan pendirinya sendiri. Uang yang berasal dari kepemilikan Bezos di Amazon kemudian digunakan untuk membiayai perusahaan yang bergerak di bidang yang sama sekali berbeda.

Namun, ketergantungan Blue Origin pada dana pribadi Bezos mulai berubah pada 2026. Untuk pertama kalinya, perusahaan antariksa tersebut mulai membuka pendanaan kepada investor eksternal. Langkah ini dilaporkan membawa valuasi Blue Origin ke sekitar USD 130 miliar. Bezos tetap mempertahankan peran penting dalam pendanaan perusahaan dengan menyiapkan tambahan USD 2 miliar atau sekitar Rp 35,94 triliun, di samping modal dari sejumlah investor institusional.

Perubahan sumber pendanaan itu terjadi ketika Blue Origin semakin terlibat dalam persaingan industri antariksa komersial. Perusahaan Bezos berhadapan dengan SpaceX milik Elon Musk, yang telah lebih dahulu membangun posisi kuat dalam peluncuran roket dan layanan antariksa. Di tengah persaingan tersebut, Blue Origin kini tidak lagi hanya merupakan perusahaan yang dibiayai kekayaan pribadi seorang miliarder, tetapi telah berkembang menjadi salah satu perusahaan antariksa bernilai tinggi.

Besarnya dana yang masuk ke Blue Origin juga menunjukkan bagaimana kekayaan dari perusahaan teknologi dapat digunakan untuk membangun bisnis di luar sektor asalnya. Bezos tidak mengambil keuntungan Amazon semata-mata untuk memperbesar portofolio investasi. Dia menggunakannya untuk membiayai perusahaan yang sejak awal diarahkan pada tujuan berbeda: membangun kemampuan manusia untuk beraktivitas di luar Bumi.

Bagi kebanyakan investor, menjual saham perusahaan yang sukses untuk membangun perusahaan roket mungkin terdengar tidak lazim. Namun, bagi Bezos, Amazon menyediakan sumber daya yang memungkinkan ambisi tersebut dijalankan dalam jangka panjang. Blue Origin pun berkembang dari proyek yang hampir sepenuhnya dibiayai pendirinya menjadi perusahaan yang mulai menarik modal eksternal dalam skala besar.

Baca Juga: Didukung Jeff Bezos, General Fusion Jadi Perusahaan Fusi Nuklir Pertama yang Melantai di Nasdaq

EDITOR: Candra Mega Sari