← Beranda
Jelang Rilis GTA 6, Sony Pastikan Pasokan Memori PS5 Aman dari Ramageddon
Nanda PrayogaRabu, 5 Agustus 2026 | 18.11 WIB
GTA 6. (Rockstargames)

 

JawaPos.com - Sony mengakui kekhawatiran terkait potensi krisis pasokan memori atau yang belakangan dikenal sebagai "Ramageddon" dalam laporan keuangan terbarunya. Isu yang ramai dibicarakan di industri perangkat keras komputer dan gim itu disebut perusahaan saat menjelaskan kesiapan produksi konsol PlayStation 5 kepada para investor.

"Mengenai dampak kondisi pasar memori pada perangkat keras PlayStation 5, kami telah mengamankan jumlah memori yang diperlukan untuk memenuhi volume penjualan yang diproyeksikan untuk tahun fiskal 2026 (berakhir April 2027)," tulis Sony dalam laporan seperti dikutip dari Engadget.

Meski memastikan pasokan memori telah diamankan, Sony belum memberikan kepastian apakah akan kembali menaikkan harga PlayStation 5 dalam satu tahun ke depan. Di sisi lain, perusahaan diperkirakan akan menikmati lonjakan permintaan menjelang musim liburan seiring peluncuran Grand Theft Auto 6 yang dijadwalkan pada 19 November.

Dari sisi penjualan, Sony membukukan distribusi 1,6 juta unit PS5 pada kuartal pertama tahun fiskal 2026, turun dibandingkan 2,5 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Korea Utara Kecam Uji Coba Rudal Tomahawk Jepang, Sebut Tokyo Kejar Ambisi Militer

Tren penurunan ini melanjutkan pelemahan yang telah terlihat pada kuartal sebelumnya, diduga dipengaruhi kenaikan harga akibat tarif impor Amerika Serikat serta usia PS5 yang kini telah memasuki tahun keenam sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2020.

Secara kumulatif, Sony telah mengirimkan 95,3 juta unit PlayStation 5 ke pasar global sejak konsol tersebut diperkenalkan.

Di tengah penurunan penjualan perangkat keras, kinerja keuangan perusahaan justru membaik. Pendapatan tercatat relatif stabil, sementara laba melonjak 37 persen menjadi 54,1 miliar yen atau sekitar 337 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan laba ini didorong oleh pengembalian bea masuk dari pemerintah Amerika Serikat serta keuntungan dari pelemahan nilai tukar yen terhadap mata uang asing.

Seperti banyak perusahaan lain yang terdampak kebijakan tarif impor AS, Sony memilih membukukan dana pengembalian bea masuk tersebut sebagai keuntungan perusahaan, alih-alih menurunkan harga produk bagi konsumen.

Sementara itu, bisnis gim Sony menunjukkan performa yang cenderung stabil. Penjualan gim dari pengembang pihak ketiga meningkat, tetapi distribusi gim buatan PlayStation Studios turun sekitar 900 ribu kopi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa Saros, gim terbaru dari Housemarque, belum mampu memenuhi ekspektasi pasar sebagaimana sebelumnya dilaporkan Kotaku.

Di sisi lain, basis pengguna PlayStation terus bertambah. Jumlah pengguna aktif bulanan naik dari 123 juta menjadi 125 juta pada kuartal tersebut.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan