← Beranda
Komdigi: Pemerataan Internet Kini Mengandalkan Kombinasi Berbagai Teknologi, Bukan Hanya BTS
Nanda PrayogaRabu, 5 Agustus 2026 | 02.31 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (Dok/Komdigi)

JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan strategi pemerintah dalam memperluas akses internet kini tidak lagi berfokus pada pembangunan base transceiver station (BTS) sebagai satu-satunya solusi. Pemerintah mulai menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dengan memilih teknologi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Melalui skema tersebut, pembangunan jaringan akan mengombinasikan pemanfaatan BTS, jaringan fiber optik, satelit, hingga infrastruktur telekomunikasi lainnya. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses internet, terutama bagi wilayah yang memiliki tantangan geografis dan kepadatan penduduk yang berbeda-beda.

"Kita coba petakan mana yang prioritas. Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain," ujar Wamen Nezar Patria saat menerima audiensi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).

Baca Juga: Trump Buka Peluang Terakhir untuk Iran, tapi Ancaman Serangan Militer AS Masih Mengintai

Nezar menjelaskan setiap daerah membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam pembangunan konektivitas. Oleh karena itu, pemerintah akan menentukan teknologi yang paling sesuai berdasarkan kondisi di lapangan agar perluasan jaringan internet dapat berjalan lebih efektif sekaligus menjangkau wilayah yang selama ini masih sulit terlayani.

"Provinsi Kalimantan Timur salah satu yang terbaik dalam soal konektivitas 95,5 persen. Dari 841 desa itu yang sudah terkover 803," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah masih mengidentifikasi 269 titik blankspot yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Penyelesaiannya akan dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BAKTI Komdigi, serta operator telekomunikasi.

Nezar menekankan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam upaya memperluas akses digital. Karena itu, kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi faktor utama untuk mempercepat penyediaan layanan internet di kawasan yang masih mengalami blankspot maupun kualitas sinyal yang belum memadai.

"Dengan sinergi yang kita lakukan, kita bisa saling menguatkan dan mewujudkan beberapa titik yang memang dibutuhkan oleh masyarakat," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatasi Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan pemerintah provinsi telah menerapkan model pembangunan jaringan yang memanfaatkan kombinasi berbagai teknologi, seperti fiber optik, VSAT, dan satelit. Pendekatan tersebut dipilih agar penyediaan akses internet di desa dapat dilakukan secara lebih efisien sesuai kondisi wilayah.

"Kami memilih beberapa paduan teknologi yang paling sesuai sehingga efektif pada saat kita deliver layanan akses internet di desa," ujarnya.

Ririn menilai percepatan pemerataan konektivitas juga memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk penyelarasan data, penguatan kebijakan, maupun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Kuncinya sekarang dalam kondisi tersebut kita kolaborasi. Jadi kami mohon dukungan penuh. Komitmen kami juga membersamai program-program, salah satunya internet," pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah