← Beranda
Gemini Robotics 2, Model AI Baru Google DeepMind yang Membuat Robot Humanoid Bergerak hingga Ujung Jari
Mellyna Putri DiniarMinggu, 2 Agustus 2026 | 06.01 WIB
Robot Apollo 2 milik Apptronik mengambil sarung tangan bisbol dari rak (The Verge)

 

JawaPos.com - Google DeepMind memperluas ambisi kecerdasan buatan ke dunia robotik melalui Gemini Robotics 2, model AI terbaru yang memungkinkan robot humanoid mengendalikan seluruh bagian tubuhnya. Teknologi ini dirancang agar robot tidak hanya memahami perintah, tetapi juga mampu bergerak, beradaptasi, dan menjalankan tugas fisik dengan koordinasi yang lebih kompleks.

Pengembangan tersebut menunjukkan arah baru industri teknologi global yang mulai menghubungkan kemampuan AI dengan perangkat fisik. Setelah bertahun-tahun berfokus pada model bahasa dan asisten digital, perusahaan teknologi kini berlomba menciptakan robot yang dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarnya.

Dilansir dari The Verge, Sabtu (1/8/2026), Google DeepMind menyebut Gemini Robotics 2 mampu "mengendalikan seluruh bagian tubuh robot humanoid." Berbeda dari versi sebelumnya yang hanya mengatur tubuh bagian atas, model terbaru ini mendukung "gerakan seluruh tubuh mulai dari kaki hingga ujung jari."

Dalam demonstrasi yang dibagikan Google, robot humanoid Apollo 2 milik Apptronik dapat membungkuk untuk mengambil penyiram tanaman, menemukan barang tertentu dari rak, serta memindahkan objek berdasarkan instruksi.

Baca Juga: Sergey Brin Bongkar Gemini Sempat Dilarang Dipakai untuk Coding di Google

Meski demikian, Google DeepMind mengakui robot tersebut masih perlu meningkatkan kecepatan gerakan. Perusahaan menyebut pembaruan ini sebagai "langkah penting menuju kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dunia nyata yang lebih kompleks yang membutuhkan koordinasi seluruh tubuh."

Selain kemampuan bergerak, Gemini Robotics 2 juga meningkatkan keterampilan manipulasi melalui dukungan terhadap tangan robot dengan lima jari yang lebih kompleks. Teknologi tersebut memungkinkan robot melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, seperti menutup kantong ziplock, mengikat kantong sampah, hingga membuka bohlam. 

Google juga memperbarui Gemini Robotics ER 2 atau embodied reasoning, model yang membantu robot memahami lingkungan, memproses instruksi, serta menjalankan tugas bertahap. Versi terbaru ini diklaim lebih mampu menyelesaikan pekerjaan dalam durasi panjang dan memahami kapan sebuah tugas dimulai maupun berakhir. Model tersebut juga memungkinkan beberapa jenis robot berbeda bekerja sama, seperti ketika Apollo 2 memberikan instruksi kepada robot berlengan ganda milik Google untuk memasukkan peralatan ke dalam wadah saat membersihkan garasi.

Aspek keamanan turut menjadi perhatian dalam pengembangan ini. Google DeepMind menyatakan Gemini Robotics ER 2 merupakan "model robotika paling aman yang pernah dibuat" oleh perusahaan tersebut karena mampu mendeteksi keberadaan manusia di sekitar robot, menjalankan mekanisme keamanan, serta menghentikan robot ketika seseorang berada terlalu dekat.

Di sisi lain, Google juga meningkatkan Gemini Robotics On-Device Model yang dapat berjalan langsung di perangkat robot tanpa koneksi internet. Model ini dirancang agar robot dapat lebih cepat beradaptasi dengan bentuk, sensor, dan tingkat kebebasan gerak yang berbeda. Pendekatan tersebut membuka peluang penggunaan AI robotik pada berbagai jenis mesin, bukan hanya satu platform tertentu.

Perkembangan Gemini Robotics 2 memperlihatkan arah baru industri AI global, di mana perusahaan seperti Google tidak lagi hanya bersaing dalam chatbot atau model bahasa, tetapi berupaya membangun fondasi bagi "AI fisik" yang mampu memahami dan berinteraksi dengan dunia nyata. Sejumlah perusahaan teknologi lain juga mengejar visi serupa dengan menggabungkan model AI canggih dan robot humanoid.

Meski demikian, kemampuan robot humanoid saat ini masih berada dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya siap menggantikan manusia dalam berbagai pekerjaan. Google sendiri menegaskan masih terdapat tantangan pada kecepatan gerakan dan kemampuan melakukan tugas kompleks secara konsisten.

Namun, hadirnya Gemini Robotics 2 menunjukkan bahwa perlombaan AI berikutnya kemungkinan besar tidak hanya berlangsung di pusat data, melainkan juga di ruang fisik tempat manusia bekerja dan beraktivitas.

Baca Juga: Google Dikabarkan Kembangkan Chip AI Baru yang Jauh Lebih Hemat Daya, Siap Perkuat Gemini

EDITOR: Candra Mega Sari