JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat kolaborasi dengan sejumlah platform digital untuk mendukung perlindungan anak di ruang digital. Sinergi tersebut dilakukan melalui penyusunan materi edukasi, kampanye bersama, hingga penyebarluasan konten literasi digital kepada anak, orang tua, dan tenaga pendidik.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perlindungan anak di ruang digital yang tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan platform media sosial.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, mengatakan pemerintah terbuka memperkuat kerja sama dengan berbagai platform digital dalam penyelenggaraan program literasi digital.
"Komdigi terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan penyelenggara platform media sosial dan platform digital sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem perlindungan anak di ruang digital. Bentuk kolaborasi dilakukan melalui penyusunan materi edukasi, kampanye bersama, dukungan narasumber dalam pelatihan PP Tunas, serta penyebarluasan konten literasi digital kepada anak, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan," kata Bonifasius kepada JawaPos.com, Rabu (22/7).
Menurut dia, implementasi kolaborasi tersebut telah dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional pada 21 Juli 2026 kemarin. Saat itu, Komdigi melibatkan berbagai mitra platform digital seperti Meta, Google, Canva, TikTok, dan Blibli untuk mendukung penguatan literasi digital dan perlindungan anak di ruang digital.
“Dengan sinergi tersebut, diharapkan upaya perlindungan anak tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga didukung oleh komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Selain menggandeng platform digital, Komdigi juga terus menjalankan program literasi digital yang menyasar anak, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital, etika digital, serta pentingnya pendampingan anak saat menggunakan media sosial.