← Beranda
Universitas dan SAP Siapkan Mahasiswa Hadapi Era Kecerdasan Buatan
Nanda PrayogaKamis, 16 Juli 2026 | 02.28 WIB
Diskusi di SAP Academic Community Conference APAC 2026 yang mengangkat tema "Educating Future-ready Talent in the Age of the Autonomous Enterprise". (Istimewa)

 

JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif dinilai mengubah kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi pun dituntut tidak hanya mengajarkan penguasaan teknologi, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan berkolaborasi bersama AI agar siap menghadapi era Autonomous Enterprise.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam diskusi di SAP Academic Community Conference APAC 2026 yang mengangkat tema "Educating Future-ready Talent in the Age of the Autonomous Enterprise".

Dalam berbagai sesi diskusi, para peserta menyoroti bagaimana kehadiran agen AI mulai mengubah struktur organisasi perusahaan, menciptakan pergeseran peran pekerjaan, sekaligus menuntut perguruan tinggi untuk melampaui pendekatan pendidikan yang selama ini berfokus pada disiplin ilmu konvensional.

Kampus dinilai perlu menyiapkan lulusan yang mampu bekerja berdampingan dengan teknologi AI sekaligus memiliki kemampuan kolaboratif lintas bidang.

Sianto Wongjoyo, Managing Director SAP Indonesia, mengungkapkan, pihaknya memiliki visi dalam memajukan pendidikan teknologi sekaligus berkomitmen untuk membantu memperkuat ekosistem teknologi yang relevan dengan tuntutan industri saat ini.

“Kami percaya bahwa dengan mengintegrasikan keahlian AI dan teknologi mutakhir ke dalam kurikulum, dapat membantu membekali mahasiswa tidak hanya untuk beradaptasi, tetapi juga beraspirasi untuk memimpin di era Autonomous Enterprise,” ungkap Sianto.

Sementara itu, Dekan School of Information Systems Binus University, Rudy, menambahkan, bahwa diskusi ini sangat krusial. Sebab, mampu membekali mahasiswa tidak hanya dengan kemampuan teknis.

“Tetapi juga kemampuan manajemen kolaborasi antara manusia dan AI, sehingga mereka menjadi talenta yang relevan di masa depan,” ungkapnya.

Pandangan tersebut juga sejalan dengan komitmen SAP Indonesia dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi agar semakin dekat dengan kebutuhan industri.

Rangkaian kegiatan ini sendiri mencakup seminar dan lokakarya teknis yang membahas kontribusi pendidikan tinggi dalam menghadapi transformasi digital global. Konferensi akan ditutup dengan penyelenggaraan SAP Learning & Career Day pada 17 Juli 2026 yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung, inspirasi karier, dan kesempatan membangun jejaring kepada lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Di sisi lain, rektor Binus University, Nelly, menyampaikan bahwa penyelenggaraan konferensi ini menegaskan komitmen Binus University dalam membina dan memberdayakan masyarakat.

“Kami percaya bahwa kolaborasi School of Information Systems dengan SAP adalah langkah nyata dalam menyelaraskan pendidikan tinggi dengan dinamika industri global, terutama dalam menghadapi era otomasi,” tukasnya.

Menurutnya, penyelenggaraan konferensi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri juga diharapkan memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi informasi di Indonesia, kawasan Asia Pasifik, hingga tingkat global.

EDITOR: Estu Suryowati