← Beranda
Unik! AICO Luncurkan Aplikasi Party Matchmaking Berbasis AI Pertama di Indonesia
Nanda PrayogaMinggu, 12 Juli 2026 | 18.34 WIB
HoWePlay, aplikasi party berbasis AI pertama di Indonesia. (Dok. AICO)

JawaPos.com - AICO, komunitas kecerdasan buatan (AI) terbesar di Indonesia di bawah naungan Zando Agency, resmi memperkenalkan HoWePlay, aplikasi party matchmaking berbasis AI pertama di Indonesia.

Debut teknologi tersebut dilakukan dalam gelaran Matchmaking Night di Jakarta pada Jumat (10/7), yang dihadiri 100 peserta.

HoWePlay menggabungkan kecerdasan buatan dengan metode astrologi Tiongkok BaZi untuk melakukan pencocokan antarpeserta.

Pengunjung hanya perlu memindai QR Code melalui ponsel, kemudian memasukkan informasi berupa tahun, bulan, tanggal, serta jam kelahiran.

Baca Juga: Meutya Hafid: Transformasi Digital Harus Jaga Budaya, Bukan Sekadar Kejar Teknologi

Data tersebut selanjutnya diproses oleh sistem AI untuk mencari pasangan dengan tingkat kecocokan berdasarkan analisis BaZi.

Sepanjang acara berlangsung, hasil pencocokan dikirim secara langsung ke perangkat masing-masing peserta sehingga mereka dapat segera berinteraksi dengan pasangan yang direkomendasikan.

Di sisi lain, layar utama acara menampilkan tiga pasangan dengan skor kecocokan tertinggi, bahkan mencapai 100 persen.

Keseluruhan proses berlangsung secara otomatis menggunakan sistem AI yang dikembangkan oleh AICO.

Co-Founder AICO, Tommy Teja, mengatakan HoWePlay lahir dari keyakinan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman baru yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Tren Teknologi Elektronik Bergeser, Seberapa Siap Konsumen Mengikutinya?

"Selama ini banyak bisnis AI berfokus pada tools dan produktivitas. Lewat HoWePlay, kami ingin menunjukkan bahwa AI juga bisa menghadirkan pengalaman hiburan yang menyenangkan tanpa membuat orang harus memahami teknologinya terlebih dahulu. Ke depan, kami melihat peluang besar AI berkembang tidak hanya sebagai software, tetapi juga sebagai experience dan entertainment,” kata Tommy.

Platform HoWePlay dikembangkan sebagai solusi aktivasi berbasis AI yang dapat diadaptasi untuk berbagai jenis acara maupun lokasi.

Berkat sistem yang fleksibel, penyelenggara dapat merancang beragam bentuk interaksi, permainan, hingga aktivitas sosial yang disesuaikan dengan tema acara dan karakter audiens.

Menurut Co-Founder AICO, Reynaldi Francois, AI seharusnya tidak menjauhkan manusia dari interaksi sosial, melainkan menjadi sarana untuk mempertemukan lebih banyak orang.

"Banyak orang melihat AI sebagai teknologi yang membuat manusia semakin sering berinteraksi dengan mesin. Kami justru percaya AI bisa mempererat hubungan antarmanusia, bukan menggantikannya. Lewat HoWePlay, AI menjadi fasilitator yang membantu orang menemukan koneksi baru yang lebih bermakna,” ungkapnya.

Baca Juga: Kia Seltos Tampil Lebih Modern, Andalkan Teknologi dan Kabin Lapang untuk Konsumen SUV

AICO ingin menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bukan hanya berfungsi mendukung operasional di balik layar, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui pengalaman yang lebih personal, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Ke depan, penggunaan HoWePlay diproyeksikan dapat diperluas ke berbagai bidang.

Termasuk industri makanan dan minuman, lifestyle, penyelenggaraan acara, pusat perbelanjaan, komunitas, hingga dunia hiburan.

Fleksibilitas yang dimiliki platform ini memungkinkan setiap penyelenggara menghadirkan konsep aktivasi yang berbeda sesuai tujuan bisnis maupun profil pengunjung.

Baca Juga: Apple Gelontorkan Rp 543 Triliun ke Broadcom, Bangun Basis Cip Buatan AS untuk Perkuat Dominasi Teknologi

 

EDITOR: Bayu Putra