← Beranda
Meta Siapkan Produksi Chip AI Terbaru Mulai September, Bidik Pangkas Ketergantungan pada Nvidia
Nanda PrayogaSabtu, 11 Juli 2026 | 06.37 WIB
Meta. (Yves Herman/ Reuters).

JawaPos.com - Meta dikabarkan akan mulai memproduksi massal generasi terbaru chip kecerdasan buatan (AI) buatannya pada September 2026. Langkah ini dilakukan di tengah kelangkaan komponen semikonduktor sekaligus sebagai upaya menekan biaya pembelian GPU yang selama ini didominasi Nvidia dan AMD.

Seperti dilansir dari TechCrunch yang mengacu pada memo internal perusahaan, setidaknya satu desain chip telah berhasil melewati tahap pengujian dalam waktu sekitar enam pekan. Meta mengembangkan chip tersebut bersama Broadcom, sementara proses produksinya akan dilakukan oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Selain itu, Meta juga menggandeng sejumlah pemasok lain untuk mendukung pengembangan chip AI tersebut. Samsung akan memasok memori (RAM), Sandisk menyediakan media penyimpanan, sedangkan Sumitomo Electric memasok perangkat serat optik.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cancer Besok Sabtu, 11 Juli 2026: Intuisi Menjadi Kekuatan, Saatnya Membuka Diri pada Peluang Baru

Chip terbaru ini merupakan bagian dari program Meta Training and Inference Accelerator (MTIA). Pada Maret lalu, Meta memperkenalkan empat chip baru dalam keluarga MTIA, yang sebagian mulai digunakan tahun ini dan sisanya dijadwalkan meluncur pada tahun depan.

Meta menerapkan pendekatan modular dalam pengembangan chip MTIA agar lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan AI yang berkembang sangat cepat.

"Setiap generasi MTIA dibangun di atas generasi sebelumnya, menggunakan chiplet modular, menggabungkan wawasan beban kerja AI terbaru dan teknologi perangkat keras, serta menerapkan siklus yang lebih pendek," tulis Meta.

Melalui pengembangan chip internal ini, Meta berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap GPU dari Nvidia maupun AMD. Meski demikian, perusahaan diperkirakan masih akan menggelontorkan dana besar untuk membeli chip dari kedua produsen tersebut.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo Besok Sabtu, 11 Juli 2026: Percaya pada Diri Sendiri, Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan

Chip MTIA akan digunakan untuk melatih model AI yang mendukung algoritma pemeringkatan dan rekomendasi konten, menangani berbagai beban kerja AI, serta menjalankan proses inferensi di berbagai aplikasi Meta. Perusahaan sendiri telah mulai mengembangkan chip AI secara mandiri sejak 2023.

Di sisi lain, Meta terus meningkatkan investasi infrastruktur AI. Pada April lalu, perusahaan memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang 2026 mencapai USD125 miliar hingga USD145 miliar, dengan sebagian besar anggaran dialokasikan untuk pengembangan AI.

Meta juga terus memperluas kapasitas pusat data dan pasokan daya di berbagai negara guna mendukung pelatihan serta penerapan model AI generasi terbarunya. Berdasarkan memo internal yang dikutip Reuters, perusahaan menargetkan kapasitas komputasi sebesar 7 gigawatt pada tahun ini dan berencana menggandakannya pada tahun depan.

Selain membangun chip sendiri, Meta juga tetap menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan teknologi. Tahun lalu, Meta menandatangani kesepakatan dengan ARM untuk mendukung sistem rekomendasinya, bekerja sama dengan AMD untuk memasok GPU Instinct, serta menggandeng Amazon dalam penggunaan CPU buatannya untuk kebutuhan AI.

Meta bukan satu-satunya perusahaan yang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap Nvidia. OpenAI bulan lalu memperkenalkan prosesor inferensi yang dikembangkan bersama Broadcom. Anthropic juga dilaporkan tengah mempertimbangkan pengembangan chip AI sendiri bersama Samsung.

Baca Juga: KAI Percepat Digitalisasi dan Peremajaan Armada, Face Recognition hingga Pelacakan Real-Time jadi Andalan

Sementara itu, Amazon dan Google terus mengembangkan chip AI internal untuk kebutuhan pelatihan maupun inferensi. Sejumlah perusahaan rintisan juga mulai bermunculan di sektor ini guna memenuhi lonjakan permintaan terhadap perangkat keras AI di seluruh dunia.

EDITOR: Bintang Pradewo