JawaPos.com - Meta memperkenalkan serangkaian fitur baru untuk memerangi online scam di Facebook, Instagram, dan Threads. Pembaruan ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), perlindungan identitas yang lebih luas, hingga sistem verifikasi baru yang dirancang untuk menekan berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.
Langkah tersebut diklaim menjadi bagian dari strategi Meta untuk meningkatkan keamanan pengguna sekaligus melindungi bisnis dan tokoh publik yang kerap menjadi sasaran penyalahgunaan identitas oleh pelaku scam.
Seiring meningkatnya aktivitas belanja online, transaksi digital, dan interaksi melalui media sosial, pelaku penipuan semakin sering memanfaatkan akun palsu, iklan menyesatkan, hingga situs tiruan untuk menjebak korban.
Karena itu, Meta menghadirkan sejumlah fitur baru yang berfokus pada pencegahan sebelum kerugian terjadi.
Berikut lima fitur baru yang menjadi andalan Meta dalam memerangi online scam.
1. Perlindungan Lebih Luas untuk Tokoh Publik yang Jadi Sasaran Penipuan
Salah satu pembaruan terbesar adalah perluasan perlindungan terhadap akun yang menyamar sebagai tokoh publik.
Meta kini dapat mengidentifikasi dan menghapus akun palsu yang meniru kreator, selebritas, penasihat keuangan, maupun figur publik lainnya yang sering digunakan pelaku scam untuk mendapatkan kepercayaan korban.
Menariknya, perlindungan ini tetap berlaku meskipun tokoh yang ditiru tidak memiliki akun resmi di Facebook, Instagram, maupun Threads.
Di Threads, pengguna juga memperoleh kemampuan baru untuk melaporkan akun yang menyamar sebagai tokoh publik meski figur tersebut tidak memiliki profil resmi di platform tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi maraknya penipuan investasi, hadiah palsu, maupun penawaran finansial yang mengatasnamakan sosok terkenal.
2. Brand Rights Protection untuk Lindungi Merek dari Penyamaran
Meta juga memperkuat perlindungan bagi pelaku usaha melalui pembaruan Brand Rights Protection.
Fitur ini membantu perusahaan memantau penyalahgunaan merek mereka di Facebook dan Instagram, termasuk akun palsu, penipuan yang mengatasnamakan bisnis, hingga pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Menurut Meta, lebih dari 14.000 bisnis di seluruh dunia telah memanfaatkan layanan ini.
Ke depan, Brand Rights Protection akan diperkuat dengan fitur pencarian berbasis gambar, antarmuka baru, dan integrasi dengan Meta AI Business Assistant.
Dengan teknologi tersebut, perusahaan dapat lebih cepat menemukan dan menindak konten yang menyalahgunakan identitas merek mereka.
3. Similarity Enforcement, AI yang Otomatis Memburu Konten Palsu
Meta juga meluncurkan fitur baru bernama similarity enforcement pada Intellectual Property Reporting API.
Fitur ini memungkinkan sistem mendeteksi dan menghapus konten yang identik atau sangat mirip dengan materi yang sebelumnya telah dilaporkan oleh pemilik hak.
Artinya, setelah satu laporan diajukan, sistem dapat secara otomatis menemukan salinan atau variasi serupa tanpa memerlukan laporan berulang.
Teknologi ini dirancang untuk mengurangi beban pelaku usaha sekaligus mempercepat penindakan terhadap jaringan pelanggaran yang dilakukan secara berulang.
4. Verifikasi Lokasi Pembeli di Facebook Marketplace
Modus penipuan yang mengaku berada di lokasi dekat penjual menjadi salah satu masalah yang sering terjadi di marketplace.
Untuk mengatasi hal tersebut, Meta mulai meluncurkan fitur verifikasi lokasi bagi pembeli baru di Facebook Marketplace di Amerika Serikat dan Kanada.
Fitur ini menggantikan sistem verifikasi SMS yang sebelumnya digunakan.
Melalui verifikasi lokasi, Meta dapat membantu memastikan bahwa pembeli benar-benar berada di area yang mereka klaim saat melakukan transaksi.
Perusahaan juga mengungkapkan rencana memperluas fitur ini ke lebih banyak negara dalam beberapa bulan mendatang.
5. Scam Protection Center, Pelaporan Scam dengan Bantuan AI
Meta turut memperkenalkan Scam Protection Center yang memanfaatkan Meta AI untuk membantu pengguna melaporkan penipuan.
Fitur ini dirancang untuk mengatasi salah satu kendala terbesar korban scam, yakni sulitnya menemukan kembali akun, iklan, atau konten yang sudah menghilang ketika ingin melapor.
Melalui asisten Meta AI, pengguna dapat meminta bantuan untuk menelusuri interaksi terbaru guna menemukan konten yang terkait dengan dugaan penipuan.
Selain membantu proses pelaporan, Scam Protection Center juga menyediakan panduan mengenali modus scam, akses ke layanan bantuan lokal, serta informasi mengenai cara melaporkan kasus kepada pihak berwenang.
Meta menyebut berbagai fitur baru tersebut melengkapi upaya yang sudah dilakukan perusahaan dalam menindak penipuan secara proaktif.
Sepanjang Januari hingga pertengahan Mei tahun ini, Meta mengaku telah memblokir 26,7 juta iklan scam sebelum tayang serta menghapus lebih dari 120 juta akun, halaman, dan grup yang terlibat dalam penyalahgunaan identitas di Facebook dan Instagram.