← Beranda
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Teknologi AI Kendalikan Siaran hingga Operasional Turnamen Secara Real-Time
Rian AlfiantoJumat, 5 Juni 2026 | 18.46 WIB
Ilustrasi ruang kontrol pertandingan Piala Dunia 2026. (Istimewa).

 

JawaPos.com - Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya akan menjadi turnamen sepak bola terbesar sepanjang sejarah, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) mampu mengubah cara ajang olahraga global diselenggarakan.

Lenovo mengumumkan implementasi platform infrastruktur AI yang akan mendukung penyiaran, operasional, hingga pengalaman penggemar selama FIFA World Cup 2026 berlangsung.

Sebagai Mitra Teknologi Resmi FIFA, Lenovo menghadirkan ekosistem teknologi berbasis AI dan edge computing yang memungkinkan distribusi video IPTV dengan latensi sangat rendah, pengelolaan data pertandingan secara near real-time, hingga pengambilan keputusan operasional yang lebih cepat di berbagai lokasi turnamen.

Baca Juga: Persiapan Jepang untuk Piala Dunia 2026 Terganggu! Terpaksa Ganti Tempat Latihan Karena Lapangan Tidak Layak

Teknologi ini menjadi krusial mengingat FIFA World Cup 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah. Turnamen akan digelar di tiga negara tuan rumah, melibatkan 48 tim peserta, dan diperkirakan menjangkau hingga 6 miliar penggemar di seluruh dunia.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Lenovo akan menempatkan infrastruktur server di International Broadcast Center (IBC) di Dallas, Texas. Infrastruktur ini akan menjadi pusat pengolahan data utama yang mendukung siaran global dan berbagai sistem teknologi yang digunakan selama kompetisi berlangsung.

Tak tanggung-tanggung, lebih dari 17.000 perangkat Lenovo dan Motorola akan digunakan selama turnamen. Selain itu, lebih dari 200 engineer akan ditempatkan di stadion dan lokasi Team Base Camp guna memastikan seluruh sistem berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga: Guillermo Ochoa Ukir Sejarah, Siap Tampil di Piala Dunia Keenam Bersama Timnas Meksiko

Siaran Pertandingan Lebih Cepat dengan Latensi di Bawah Lima Detik

Salah satu tantangan terbesar dalam penyiaran olahraga modern adalah mengurangi jeda waktu antara kejadian di lapangan dan tayangan yang diterima penonton. Lenovo mengklaim solusi infrastrukturnya mampu memangkas latensi IPTV hingga di bawah lima detik.

Kemampuan tersebut memungkinkan penggemar, media, ofisial, dan tamu VIP mendapatkan akses hampir real-time terhadap pertandingan dari berbagai lokasi penyelenggaraan.

Teknologi Lenovo ThinkSystem SR635 V3 akan menjadi komponen utama yang mengelola lalu lintas data video langsung dari stadion-stadion di Amerika Utara. Server ini bertugas mengumpulkan, memproses, dan mendistribusikan seluruh konten pertandingan melalui sepuluh kanal IPTV yang menjangkau lebih dari 1.000 layar di berbagai venue FIFA.

Dengan sistem ini, pengalaman menonton pertandingan dapat berlangsung lebih konsisten dan responsif, baik di area media, pusat operasi, maupun fan zone yang tersebar di berbagai kota penyelenggara.

Selain mendukung penyiaran, Lenovo juga akan menjadi tulang punggung teknologi bagi FIFA Technology Command Center di Miami dan Tournament Operation Center yang beroperasi selama turnamen berlangsung.

Kedua fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat kendali utama yang memantau seluruh infrastruktur teknologi FIFA secara near real-time. Dari lokasi ini, tim engineer dan manajemen FIFA dapat mengawasi kondisi sistem, mendeteksi gangguan lebih cepat, serta mengambil tindakan sebelum masalah berdampak pada jalannya pertandingan.

Menurut Ashley Gorakhpurwalla, President of Infrastructure Solutions Lenovo, teknologi AI kini memainkan peran yang semakin penting dalam menghadirkan pengalaman olahraga modern.

Baca Juga: Idolakan Michael Olise! Toma Junior Popov Dukung Penuh Prancis di Piala Dunia 2026

"Infrastruktur AI Lenovo mentransformasi pengalaman FIFA World Cup dengan menghadirkan highlight pertandingan secara near real-time, tayangan dari berbagai sudut kamera, serta insight yang lebih mendalam bagi penggemar di seluruh dunia," ujar Ashley Gorakhpurwalla.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia menjadi salah satu lingkungan teknologi paling menantang karena menuntut kecepatan, keandalan, dan skalabilitas dalam skala global.

Senada dengan itu, Director of Technology FIFA Nacho Fresco menilai dukungan teknologi menjadi faktor vital untuk memastikan turnamen berjalan lancar.

"FIFA World Cup merupakan salah satu ajang olahraga terbesar dan paling kompleks di dunia. Dengan penyelenggaraan kali ini yang diproyeksikan menjadi yang terbesar dalam sejarah, efisiensi operasional yang optimal dan dukungan teknologi mutakhir menjadi faktor yang sangat penting," ujar Nacho Fresco.

Ia menegaskan bahwa Lenovo membantu FIFA memenuhi standar latensi rendah yang sangat ketat dalam lingkungan produksi siaran langsung.

Penerapan AI dalam FIFA World Cup 2026 tidak hanya terbatas pada infrastruktur di balik layar. Teknologi tersebut juga akan hadir langsung dalam pengalaman menonton pertandingan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah avatar pemain 3D berbasis AI yang mampu memvisualisasikan situasi pertandingan secara lebih jelas dan mudah dipahami. Teknologi ini dirancang untuk membantu menjelaskan keputusan-keputusan kompleks seperti offside kepada penonton secara real-time.

Avatar tersebut dibangun menggunakan teknologi Generative AI dan data pemain aktual. Selain membantu penggemar memahami pertandingan, sistem ini juga akan mendukung FIFA Match Officials dalam proses pengambilan keputusan terkait offside.

FIFA dan Lenovo juga menghadirkan fitur 'Referee View' yang memungkinkan penonton melihat pertandingan dari perspektif wasit. Teknologi stabilisasi berbasis AI yang digunakan diklaim mampu mengurangi distorsi gerakan hingga 50 persen sehingga tayangan menjadi lebih nyaman disaksikan.

Termasuk, teknologi AI juga akan membantu mengelola jutaan pengunjung yang diperkirakan hadir di stadion dan area penyelenggaraan selama turnamen berlangsung.

Sistem navigasi berbasis AI akan digunakan untuk mengurangi kepadatan dan memperlancar arus pergerakan pengunjung di berbagai titik keramaian. Teknologi ini membantu penyelenggara mengelola mobilitas penonton dengan lebih efisien.

EDITOR: Banu Adikara