← Beranda
Microsoft dan Anthropic Bahas Kesepakatan Cip AI Maia di Tengah Komitmen Investasi 5 Miliar Dolar AS
Mellyna Putri DiniarSabtu, 23 Mei 2026 | 18.15 WIB
CEO Anthropic Dario Amodei menghadiri pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam AI Impact Summit di New Delhi pada 19 Februari 2026. (CNBC)

 

 

JawaPos.com — Percepatan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global kembali menempatkan sektor cip sebagai arena strategis baru bagi perusahaan teknologi terbesar dunia. Di tengah meningkatnya kebutuhan daya komputasi untuk model generatif yang semakin kompleks, Microsoft dan Anthropic kini berada dalam pembicaraan awal terkait pemanfaatan cip AI kustom yang dikembangkan Microsoft.

Melansir CNBC, Jumat (22/5/2026), Microsoft dikabarkan tengah dalam pembicaraan untuk memasok cip kecerdasan buatan kustom kepada Anthropic. Namun, kesepakatan tersebut belum ditandatangani. Dalam laporan tersebut disebutkan, “Anthropic tengah dalam pembicaraan dengan Microsoft untuk mengadopsi cip kecerdasan buatan Maia milik perusahaan tersebut, namun hingga saat ini kedua pihak belum menandatangani kesepakatan apa pun, menurut seseorang yang mengetahui persoalan tersebut.”

Microsoft sebelumnya telah memperkenalkan cip AI generasi kedua bernama Maia, namun hingga kini belum tersedia secara luas untuk pelanggan Azure. Kondisi ini menunjukkan upaya Microsoft memperkuat posisi di pasar cip AI khusus, yang selama ini masih didominasi oleh Amazon dan Google.

Sementara itu, Anthropic belum mengonfirmasi kesepakatan final terkait penggunaan cip Maia tersebut. Di sisi lain, sumber yang mengetahui proses pembicaraan menyebutkan bahwa negosiasi masih berlangsung, sebagaimana juga dilaporkan oleh The Information pada hari yang sama.

Sejalan dengan itu, tekanan kebutuhan komputasi di tubuh Anthropic terus meningkat seiring pertumbuhan penggunaan asisten AI Claude dan alat pemrograman Claude Code. Kepala eksekutif Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya menyebut perusahaan menghadapi “kesulitan dalam hal komputasi”, yang menandakan bahwa keterbatasan kapasitas komputasi telah menjadi tantangan operasional yang serius.

Lebih lanjut, pada November, Microsoft mengumumkan investasi sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 88,3 triliun (kurs Rp 17.660 per dolar AS) ke Anthropic. Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Anthropic juga berkomitmen membelanjakan 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp 529,8 triliun untuk layanan cloud Azure milik Microsoft.

Namun, strategi komputasi Anthropic tidak hanya bergantung pada satu penyedia. Perusahaan juga menggunakan layanan cloud dari Amazon dan Google, serta secara historis sangat bergantung pada unit pemrosesan grafis dari Nvidia untuk pelatihan model AI.

Selain itu, pada April, Anthropic juga menyepakati penggunaan cip Trainium milik Amazon Web Services dalam kontrak jangka panjang senilai lebih dari 100 miliar dolar AS. Perusahaan juga sebelumnya mengumumkan rencana penggunaan cip Tensor Processing Unit milik Google, yang memperlihatkan strategi multi-pemasok dalam memenuhi kebutuhan komputasi.

Tambahan beban komputasi juga datang dari kesepakatan lain. Pada Rabu, SpaceX mengungkapkan bahwa Anthropic akan membayar sekitar 1,25 miliar dolar AS per bulan atau sekitar Rp 22,07 triliun per bulan hingga Mei 2029 untuk kebutuhan komputasi, yang menunjukkan besarnya skala konsumsi infrastruktur AI saat ini.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Microsoft Satya Nadella menegaskan keunggulan teknis cip Maia 200 dengan menyatakan, “menawarkan peningkatan lebih dari 30 persen token per dolar dibandingkan dengan silikon terbaru dalam armada kami.” Dia juga menambahkan bahwa cip tersebut sudah mulai digunakan di pusat data Microsoft di Arizona dan Iowa, sebagai bagian dari upaya memperluas kapasitas komputasi untuk layanan AI.

Dengan berbagai pembicaraan, investasi besar, dan kontrak komputasi lintas perusahaan, hubungan Microsoft dan Anthropic memperlihatkan bahwa persaingan AI global kini tidak hanya soal model dan aplikasi, tetapi juga perebutan kendali atas infrastruktur komputasi yang menjadi fondasinya.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti