JawaPos.com - PT Telkomsel terus memperkuat komitmen dalam mendukung pemerataan akses telekomunikasi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Termasuk di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
General Manager Network Region Operations and Productivity Telkomsel Sulawesi Asep Hermawan menyatakan, Telkomsel memastikan kesiapan dan keandalan jaringan di Miangas agar dapat mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat.
”Penguatan kapasitas 4G dilakukan untuk menghadirkan konektivitas yang stabil dan berkualitas di wilayah perbatasan di Sulut,” kata Asep dilansir dari Antara.
Baca Juga: Biaya Program Kehamilan Tak Murah, Akses Pembiayaan Jadi Kebutuhan Baru
Menurut dia, sejak 2018 Telkomsel bersama pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) telah menghadirkan akses telekomunikasi dan internet melalui pembangunan BTS USO (Universal Service Obligation) 2G dan 4G di wilayah ini. Infrastruktur BTS USO ini didukung teknologi satelit dan tenaga listrik berbasis panel surya sehingga tetap andal di wilayah terpencil.
Dia mengatakan, Telkomsel terus meningkatkan kualitas layanan di Miangas dengan memperkuat kapasitas jaringan 4G sehingga mampu melayani kebutuhan masyarakat secara lebih optimal.
”Kehadiran jaringan 4G ini membuka peluang bagi masyarakat untuk menikmati layanan digital yang lebih cepat dan stabil, mulai dari akses informasi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga mendukung aktivitas ekonomi dan UMKM lokal,” ujar Asep Hermawan.
Baca Juga: Kanker Payudara Masih Tinggi, Perlindungan Finansial dan Skrining Jadi Kebutuhan
Telkomsel resmi menjalin kerja sama strategis dengan Republik Technetronic Nusantara (RTN), anak perusahaan Republikorp, dalam pengembangan Secure Private Network untuk mendukung komunikasi strategis nasional.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada Selasa (19/5) di Jakarta. Kolaborasi itu menjadi bagian dari penguatan transformasi digital sektor pertahanan melalui pengembangan infrastruktur komunikasi yang aman dan resilien.
MoU ditandatangani Direktur Sales Telkomsel Stanislaus Susatyo bersama Direktur PT Republik Technetronic Nusantara Rikza Nurhakim. Kedua pihak sepakat memperkuat sinergi teknologi komunikasi pertahanan nasional.
Pengembangan jaringan komunikasi strategis tersebut difokuskan untuk mendukung kebutuhan operasional pertahanan modern. Terutama di wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi dan tantangan geografis yang beragam.
Dalam pengembangan jangka panjang, Telkomsel dan Republikorp juga membuka peluang kolaborasi pada berbagai teknologi komunikasi pertahanan lainnya. Di antaranya pengembangan Mobile Tactical Communication System, teknologi satelit, LTE tactical, hingga hybrid communication system.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua perusahaan ingin memastikan konektivitas yang aman dan tetap andal di wilayah operasi strategis maupun daerah terpencil. Selain mendukung kebutuhan pertahanan modern, kerja sama itu juga berpotensi mencakup pengembangan sistem komunikasi darurat nasional serta infrastruktur dual-use untuk mendukung penanggulangan bencana dan keamanan nasional.
Baca Juga: Melalui TikTok Live, Ruang Digital Buka Jalan Baru Menikmati Sejarah dan Budaya
Direktur Sales Telkomsel Stanislaus Susatyo mengatakan kolaborasi tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi konektivitas dan layanan digital bagi kebutuhan strategis nasional.
”Melalui inisiatif pengembangan Secure Private Network bersama Republikorp, kami berupaya memaksimalkan ketersediaan infrastruktur komunikasi yang aman dan resilien,” ujar Stanislaus Susatyo.
Kemitraan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pengembangan ekosistem komunikasi strategis nasional yang adaptif terhadap kebutuhan pertahanan modern.
Baca Juga: Terkuak Memo Mark Zuckerberg ke Pekerjanya, Ngomong Begini Saat Pecat Ribuan Karyawan Demi AI