JawaPos.com – Sistem sensor parkir adalah teknologi penting dalam kendaraan modern yang dirancang untuk membantu pengemudi mendeteksi objek di sekitar mobil saat parkir.
Kendaraan saat ini dibekali dengan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan dan kemudahan bagi pada pengguna.
Dilansir melalui laman Wuling.id, sensor parkir umumnya dibedakan berdasarkan teknologi yang digunakan. Berikut adalah jenis-jenis sensor parkir pada kendaraan:
Baca Juga: 5 Manfaat Ganti Oli Motor Sesuai Jadwal, Sangat Baik untuk Menjaga Performa Kendaraan
1. Sensor Ultrasonik
Sensor parkir ultrasonik adalah fitur umum pada mobil yang dapat membantu pengemudi dalam mendeteksi objek di sekitar kendaraan.
Sensor ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang dipancarkan dari pemancar dan dipantulkan kembali oleh objek di sekitar kendaraan.
Waktu tempuh gelombang tersebut digunakan untuk menghitung jarak antara mobil dan bojek, memberikan peringatan kepada pengemudi melalui suara atau tampilan visual.
2. Sensor Elektromagnetik
Jenis sensor ini yang biasa digunakan oleh kendaraan terbaru. Sensor parkir model ini menggunakan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan melalui perangkat yang menyerupai selimut.
Sensor ini dirancang untuk mengenali objek atau kendaraan yang berpotensi terjadinya kerusakan pada bodi kendaraan.
Cara Kerja Sistem Sensor Parkir
Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik dan elektromagnetik yang dipancarkan dan kemudian diterima kembali dari objek sekitarnya.
Mengutip dari laman Justluxe.com, berikut adalah penjelasan mengenai cara kerja sensor parkir:
1. Sensor Parkir Ultrasonik
Sensor ini bekerja dengan memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi, yang kemudian mengenai objek dan dipantulkan kembali ke kendaraan.
Ketika gelombang ini mengenai objek, ia akan dipantulkan kembali. Jarak antara mobil dan objek dihitung berdasarkan waktu yang dibutuhkan gelombang untuk kembali, dengan mempertimbangkan faktor suhu dan kelembaban agar lebih akurat.
2. Sensor Parkir Elektromagnetik
Berbeda dengan sensor ultrasonik, sensor elektromagnetik biasanya tersembunyi di balik bumper sehingga tidak tampak dari luar. Sensor jenin ini umumnya tampat seperti strip plastic dengan perekat dan banyak ditemukan di toko suku cadang mobil.
Berbeda dengan sensor ultrasonik, sensor elektromagnetik bekerja dengan memancarkan gelombang radio, gelombang ini memantul dari suatu objek lalu kembali lagi ke sensor.
Sensor ini juga menawarkan bidang deteksi yang lebih luas dibandingkan sensor ultrasonik, namun sayangnya, sensor ini hanya efektif saat kendaraan sedang bergerak.
Dengan memahami jenis hingga cara kerja, pengemudi dapat lebih waspada dan menghindari potensi benturan saat melakukan manuver parkir, terutama di area sempit atau padat.
Baca Juga: Peran Penting ECU dalam Menunjang Performa Kendaraan Modern