Kabid DPKP Kota Surabaya M Rokhim mengatakan setelah mendapat laporan itu, unit tempur Pos Sukolilo diterjunkan untuk memadamkan api.
Mereka tiba pukul 09.49 atau bejarak 4 menit setelah laporan diterima.
Baca Juga: BULOG Dukung GPM Nasional di 514 Kabupaten/Kota, Perluas Akses Pangan Terjangkau bagi Masyarakat
"Total ada sembilan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api," kata Rokhim.
Rokhim mengungkapkan insiden itu disebabkan gangguan dari server internet hingga mimicu munculnya api dan terjadi kebakaran.
"Api pokok padam pukul 09.58 WIB dan dinyatakan kondusif pukul 10.16 WIB," jelasnya.
Sementara itu, Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro menjelaskan peristiwa ini pertama kali terdeteksi setelah sistem peringatan dini (early detection system) mendeteksi asap, yang secara otomatis mengaktifkan alarm gedung.
Tim Manajemen Gedung segera merespons dengan melakukan tindakan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta berkoordinasi langsung dengan dinas pemadam kebakaran setempat untuk pemastian dan lokalisasi area.
Baca Juga: Prediksi Skor Lech Poznan vs Sunderland di Liga Europa: The Black Cats Gulung Tuan Rumah
"Alhamdulillah, situasi sudah sepenuhnya terkendali dan tidak ada korban jiwa maupun luka. Keselamatan seluruh civitas akademika dan orang-orang yang berada di lingkungan kampus selalu menjadi prioritas utama kami," kata Dr Harjo.
Untag Surabaya juga menegaskan bahwa seluruh data penting universitas tetap aman.
Meski insiden terjadi di ruang penyimpan perangkat elektronik/server lama, operasional data utama kampus telah menggunakan data centre baru.
“Keamanan data universitas tetap terjaga dengan baik karena pengelolaan data dan sistem informasi kami sudah terintegrasi di data centre baru. Saat ini tim teknis sedang melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi perangkat serta jaringan yang terdampak,” jelasnya.
Akibat dari insiden ini, terdapat sedikit gangguan sementara pada akses layanan internet kampus.
"Tim IT dan teknis Untag Surabaya saat ini tengah berfokus melakukan pemulihan jaringan agar aktivitas akademik dan administrasi dapat kembali berjalan normal secepatnya," terang Dr. Harjo.