← Beranda
CKG Sebagai Upaya Preventif, 27 Ribu Warga Tambakrejo Manfaatkan Program Puskesmas Ini
Ardini Pramitha• Selasa, 20 Oktober 2026 | 02.03 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan bagi anak sekolah. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu upaya untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Melalui pemeriksaan ini, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penanganan medis bisa dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.

 

Puskesmas Tambakrejo Surabaya terus memperluas akses layanan CKG melalui strategi jemput bola. Sejak Januari hingga pertengahan Oktober ini, tercatat sebanyak 27 ribu warga telah memanfaatkan program tersebut.

 

Kepala Puskesmas Tambakrejo drg. Yekti Hapsari menjelaskan bahwa layanan jemput bola dilakukan sejak Januari untuk menjangkau masyarakat yang belum sempat atau mengalami kesulitan datang langsung ke puskesmas. Pemeriksaan tidak hanya dipusatkan di puskesmas, tetapi juga menyasar masyarakat melalui posyandu keluarga.

 

"Layanan ini menjadi salah satu titik strategis karena menjangkau berbagai kelompok usia, mulai bayi baru lahir, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia (lansia)," kata Yekti pada Senin (19/10).

 

Selain posyandu keluarga, pemeriksaan CKG juga menyasar sekolah. Mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Petugas turut mendatangi sejumlah tempat umum, pusat perbelanjaan, perguruan tinggi, serta perusahaan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tambakrejo.

 

"Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu agar tetap dapat menjalani pemeriksaan kesehatan," katanya.

 

Kemudian, warga yang memerlukan pemeriksaan lanjutan kemudian diarahkan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan. Yekti menegaskan, warga yang hasil skriningnya menunjukkan kondisi tertentu dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut akan diarahkan ke puskesmas. Dengan demikian, potensi penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti.

 

“Hal ini penting agar penyakit dapat dideteksi lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih parah. Pemeriksaan tindak lanjut juga gratis karena merupakan bagian dari tindak lanjut program Cek Kesehatan Gratis,” tegasnya.

 

Tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan program CKG turut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Bambang Haryo berharap masyarakat Surabaya dapat memanfaatkan program CKG secara optimal.

 

“Program ini harus dimanfaatkan agar penyakit, seperti diabetes, dapat diketahui sejak dini sebelum kondisinya menjadi parah. Dengan begitu, pengobatan bisa dilakukan lebih awal sehingga tidak terlalu berat,” kata Bambang.

 

EDITOR: Diar Candra