← Beranda
Atasi Persoalan Sampah dari Kampung, Gerindra Surabaya Dorong Ekonomi Sirkular
Ardini Pramitha• Minggu, 18 Oktober 2026 | 05.00 WIB
Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso mengajak warga memilah sampah, mengolah limbah organik, serta memanfaatkan sampah plastik agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. (Dok DPC Gerindra Surabaya)

 

JawaPos.com - Pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga menjadi salah satu upaya yang didorong untuk mengatasi persoalan lingkungan di kawasan permukiman padat.

Di Kampung Keputran, Kecamatan Tegalsari, DPC Partai Gerindra Kota Surabaya menggelar aksi bersih lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI,  Sabtu (17/10/2026),

Warga diajak memilah sampah, mengolah limbah organik, serta memanfaatkan sampah plastik agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Program tersebut diwujudkan melalui kerja bakti bersama warga sekaligus pemberian sejumlah sarana pendukung lingkungan.

Baca Juga: UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan

Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto mengusung konsep Aman, Sehat, Resik, dan Indah. 

Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan gerakan nasional yang melibatkan pemerintah dan masyarakat. 

Dia menyebut partisipasi kader partai di tingkat daerah menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program tersebut.

“Ini gerakan inisiasi dari Bapak Presiden yang harus dilakukan secara serentak secara nasional. Tidak hanya dilakukan oleh kami sebagai kader Gerindra, tetapi beliau sudah menginstruksikan seluruh kepala daerah, provinsi maupun kabupaten/kota, untuk melakukan ini,” ujar Cahyo ditemui. 

Menurut Cahyo, Kampung Keputran dipilih karena memiliki karakter permukiman yang padat dengan hubungan sosial warga yang erat. 

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun gerakan bersama dalam menjaga dan menata lingkungan tempat tinggal.

“Kami memilih Kampung Keputran ini karena melihat kampung yang sangat padat, tetapi sangat guyub dan juga tertata dari sisi lingkungan,” kata Cahyo, yang juga merupakan anggota Komisi E DPRD Jawa Timur.

Dalam kegiatan itu, Gerindra Surabaya turut menyerahkan berbagai bantuan yang berkaitan dengan kesehatan dan pengelolaan sampah. 

Bantuan tersebut berupa tanaman obat keluarga (TOGA), komposter untuk mengolah sampah organik, serta fasilitas pemilahan botol plastik.

Baca Juga: Kemenperin Sederhanakan Proses Layanan Perkuat Iklim Usaha Industri

Penyediaan komposter diharapkan dapat mendorong masyarakat mengurangi sampah rumah tangga melalui pengolahan bahan organik.

Sementara itu, fasilitas pemilahan plastik diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

Cahyo mengatakan, kebiasaan memilah dan mengolah sampah perlu dibangun dari lingkungan keluarga. Jika dilakukan secara konsisten, upaya tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami tidak hanya bersih-bersih lingkungan bersama, tetapi juga berbagi tanaman toga sebagai sarana kesehatan masa depan. Lalu ada komposter agar pengolahan sampah bisa lebih baik lagi ke depan,” jelasnya.

Dia menambahkan, pengelolaan botol plastik menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan konsep ekonomi sirkular di lingkungan permukiman.

Melalui proses pemilahan yang tepat, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali sehingga berpotensi menghasilkan pendapatan.

“Alat-alat pemilahan sampah botol plastik ini merupakan salah satu cara ekonomi sirkular agar sampah bisa menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di Kampung Keputran,” ungkap Cahyo, yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur.

Selain kebersihan dan kesehatan, aspek estetika serta keselamatan warga turut menjadi perhatian. Gerindra Surabaya memberikan bantuan cat untuk mendukung penataan kawasan, serta CCTV dan alat pemadam api guna menunjang keamanan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat.

Menurut Cahyo, sarana yang diberikan perlu dimanfaatkan dan dipelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Dorong Ketersediaan Pengacara, Siapkan 2.000 Beasiswa Pendidikan Profesi Advokat

Dia menilai lingkungan yang nyaman bukan hanya ditentukan oleh kebersihan, melainkan juga oleh kondisi kawasan yang tertata dan aman bagi masyarakat.

“Kami juga membantu cat agar kampung yang sudah cantik semakin indah. Terakhir, ada CCTV maupun alat pemadam untuk menjaga keamanan lingkungan,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Gerindra Surabaya berharap warga Kampung Keputran semakin terbiasa menjaga kebersihan, mengelola sampah, memelihara kesehatan, serta memperhatikan keamanan lingkungan secara mandiri. 

Keberlanjutan program, menurut Cahyo, sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat setelah kegiatan bersama selesai dilaksanakan.

“Ketika lingkungan aman, kesehatan terjaga, lingkungan resik, dan suasana indah, insyaallah kita bisa menitipkan masa depan yang cerah bagi anak cucu kita. Surabaya yang lebih indah, lebih bersih, dan lebih berdaya bagi kemakmuran serta kesehatan anak-anak kita,” pungkasnya. 

EDITOR: Sabik Aji Taufan