← Beranda
Tingkatkan Daya Saing, Kini Wirausahawan Didorong Manfaatkan AI dan Adaptasi Teknologi
Dadang Kurnia• Jumat, 16 Oktober 2026 | 17.50 WIB
Ilustrasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI. (Magnific)

JawaPos.com - Pelaku usaha di daerah yang tergabung dalam Komunitas Tangan di Atas (TDA) didorong untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mempercepat efisiensi bisnis serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Langkah strategis tersebut dibahas secara mendalam dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 2026 yang berlangsung di Surabaya pada 13-15 Oktober 2026. Agenda tersebut dihadiri sekitar 500 pengurus dan pengusaha perwakilan dari 121 kabupaten/kota se-Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Papua.

Presiden TDA 9.0 Ferdian Brilian menegaskan bahwa pemanfaatan AI kini menjadi kunci vital bagi kelangsungan usaha di tengah dinamika kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Menurutnya, teknologi AI memungkinkan pelaku usaha mengelola operasional secara efektif meski dengan jumlah sumber daya manusia yang terbatas.

"Fokus kami adalah peningkatan kapasitas pengusaha. Pemanfaatan teknologi seperti AI dapat membantu pengusaha mengelola bisnis secara lebih efektif, termasuk bagi mereka yang menjalankan usaha secara mandiri atau solo-preneur dengan jumlah karyawan terbatas," ujar Ferdian dalam siaran tertulisnya pada Jumat (16/10).

Ferdian menjelaskan AI membuka peluang besar bagi pengusaha yang ingin melakukan inovasi maupun akselerasi sistem operasional. Dengan kecerdasan buatan, proses analisis perputaran uang, pembacaan arah tren pasar, hingga pembuatan strategi pemasaran digital dapat dilakukan secara presisi dan cepat.

Sejauh ini, sektor kuliner serta bisnis jasa seperti ekspedisi dan pengiriman barang masih menjadi kontributor utama yang paling banyak digeluti anggota TDA. Integrasi AI di sektor-sektor tersebut terbukti mampu memangkas biaya operasional sekaligus memperluas daya jangkau merek.

"Teknologi turut membuka kesempatan bagi pelaku usaha yang ingin beralih atau berekspansi ke bidang baru. Dengan memanfaatkan AI, pengusaha terbantu dalam menjalankan sistem bisnis maupun meningkatkan efisiensi tanpa harus membengkakkan biaya SDM," jelasnya.

 

 

 

Dalam menghadapi perubahan pasar yang cepat, Ferdian membagikan tips penting bagi para pebisnis muda agar tidak memaksakan strategi lama yang sudah usang dan tak relevan lagi.

Ia menekankan dua fondasi utama bagi pengusaha untuk bertahan dan berkembang, yakni adaptabilitas terhadap teknologi serta kekuatan jejaring kolaborasi atau networking.

"Tipsnya, tetap relevan dengan pasar karena pasar dan situasi selalu berubah. Ada hal-hal yang tidak bisa kita kontrol, jadi kita perlu mengikuti perubahan itu. Bertukar pengalaman lewat jaringan komunitas seperti ini membantu melihat persoalan dari sudut pandang baru dan menemukan solusi bisnis yang efisien," ucap Ferdian.

Melalui konsolidasi Mukernas TDA 2026 di Surabaya, seluruh pengurus dari 121 daerah diharapkan mampu menerjemahkan strategi nasional ini menjadi program konkret di wilayah masing-masing, sehingga pemanfaatan AI dan penguatan jaringan usaha dapat menggerakkan roda ekonomi dari daerah untuk tingkat nasional.

 

 

 

 

EDITOR: Diar Candra
Tags:ai