JawaPos.com – Konsolidasi organisasi partai dinilai tidak cukup hanya memperkuat struktur kepengurusan.
Kehadiran kader di tengah masyarakat dan kemampuan merespons persoalan warga juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dalam Musyawarah Ranting (Musran) PDIP Surabaya Daerah Pemilihan (Dapil) 3 di Hotel Narita, Minggu (11/10/2026).
Politisi yang akrab disapa Cak Ji itu meminta calon pengurus ranting tidak hanya berfokus pada agenda internal partai.
Kader juga harus mampu mendengarkan keluhan masyarakat, memahami kebutuhan warga, serta membantu mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi.
Baca Juga: Wagub Emil Sebut Bayi 28 Hari yang Meninggal saat Dirawat di NICU, Ada Infeksi Saluran Pencernaan
“Turun ke bawah, kita mendengar, kita melihat, kita membantu. Itulah yang diharapkan oleh Ibu Ketua Umum,” ujar Cak Ji.
Menurutnya, kader di tingkat ranting memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
Oleh sebab itu, keberadaan mereka harus bisa dirasakan melalui kepedulian dan tindakan nyata.
Cak Ji juga mengingatkan bahwa perilaku kader, termasuk mereka yang menduduki jabatan publik, turut menentukan penilaian masyarakat terhadap partai.
Setiap tindakan perlu mencerminkan tanggung jawab dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
“Kalau kita berbuat baik, tanggapan pasti baik. Kalau kita berbuat tidak baik, maka akan menjadi cemoohan bagi masyarakat Kota Surabaya. Salah sedikit, yang menjadi taruhan adalah PDI Perjuangan,” tegasnya.
Dia menilai, kepedulian terhadap persoalan sosial, pendidikan, dan kebutuhan warga harus menjadi bagian dari aktivitas kader sehari-hari. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat dijaga melalui kerja yang manfaatnya benar-benar dirasakan.
Baca Juga: Dinilai jadi Bancakan Elite dan Gerus Dana Pendidikan, Ahli dan Masyarakat Minta MBG Dihentikan
Selain keterlibatan langsung di lapangan, Cak Ji mendorong kader memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan partai dan pendampingan masyarakat.
Namun, dia mengingatkan agar publikasi di media sosial tetap berlandaskan kegiatan nyata.
"Penggunaan teknologi komunikasi seharusnya mendukung kerja kerakyatan, bukan sekadar menjadi sarana menampilkan aktivitas organisasi," ungkapnya.
Konsolidasi juga perlu diperkuat melalui koordinasi antara pengurus ranting dan pengurus anak cabang (PAC).
"Hubungan yang baik antartingkatan organisasi diharapkan mempermudah penyerapan aspirasi serta membantu kader merespons kebutuhan masyarakat," katanya.
Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Yordan M. Bataragoa, yang turut hadir dalam Musran tersebut, juga menyoroti pentingnya kedekatan kader dengan masyarakat.
Menurut Yordan, hubungan langsung dengan warga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun dukungan politik. Karena itu, kader diminta aktif menjalin komunikasi dan tidak meninggalkan lingkungan masyarakat yang menjadi basis perjuangan partai.
“Pada intinya, kalau mau menang, kita harus turun ke bawah, harus mendekati masyarakat,” ujar Yordan.
Dia turut menyoroti penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi politik yang dapat memperluas jangkauan informasi mengenai aktivitas partai. Meski demikian, pemanfaatan platform digital perlu berjalan beriringan dengan interaksi langsung bersama masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga Ketua DPRD Surabaya, Saifuddin Zuhri, mengingatkan pentingnya proses kaderisasi dalam perjalanan organisasi partai.
Politisi yang akrab disapa Ipuk itu menjelaskan, kepengurusan ranting menjadi salah satu titik awal bagi kader untuk belajar dan berkembang sebelum melanjutkan proses organisasi ke jenjang yang lebih tinggi.
“Musyawarah ranting selalu menjadi awal perjuangan para kader dalam berproses. Dari ranting hingga ke cabang, bahkan paling tinggi sampai ke pusat. Itulah namanya proses,” tegasnya.
Menurut Ipuk, perjalanan dalam organisasi harus membentuk kader yang memahami nilai perjuangan dan tetap mengingat masyarakat sebagai bagian penting dari pengabdian politik.
Dia menekankan bahwa masyarakat dapat menilai kader dari kehadiran dan kontribusi mereka, terutama ketika warga membutuhkan pendampingan untuk memperjuangkan hak-haknya.
“Rakyat tahu mana yang selalu ada untuk mendampingi, memperjuangkan, dan membela haknya,” tegasnya.